
Hampir lima jam sudah Abraham dan Maya melakukan pertarungan tanpa ada jedah sedetik pun.
Maya begitu lemas dibuatnya urusan ranjang memang Abrahamlah pemenangnya, mungkin lantaran lamanya menduda sehingga Abraham begitu buas menyalurkan hasratnya kepada istrinya itu.
Setelah selesai mambersihkan diri mereka berdua siap siap untuk keluar kamar menemui Arthur dan Naomi.
Belum juga sampai di pintu handpone milik Abraham bergetar di dalam saku celanya.
Abraham merogoh dan mengeluarkan handponenya dari dalam saku celananya itu.
"Sayang kamu duluan saja dulu, Babang terimah dulu telpon dari jonathan" ucap Abraham sambil mengangkat panggilan dari jonathan.
Maya hanya mengangguk dan melangkah keluar dari bilik dimana Abraham sedangan menerimah panggilan dari Jonathan.
"Bagai mana Jo apa kamu sudah membereskan apa yang aku perintahkan? ucap Abraham sedikit berbisik.
"Sudah Tuan ...Tapi dia terus ngotot untuk menemui Tuan" Balas Jonathan .
"Baiklah Aku akan menemuinya sekarang ...kirim Alamatnya lewas SMS saja sebentar lagi aku akan menuju kesana" ucap Abraham lalu mematikan sambungan telponnya dengan Jonathan.
Setelah memasukkan handpone kembali dalam saku celananya Abraham keluar dari bilik itu dan melangkah menuju ruang makan di mana Maya, Arthur dan Naomi sudah menunggunya di sana .
"Sore semua...ucap Abraham sambil menarik kursi kosong yang ada di samping istrinya.
__ADS_1
"Sore..." ucap mereka bersamaan .
"Bram kau mau makan Apa biar aku ambilkan?" ucap Maya sambil mengambil piring kosong buat suaminya.
"Apa saja sayang Asal itu dari buah tanganmu pasti Babang akan memakanya"ucap Abraham tersenyum pada Maya .
"Kau ini pandai sekali merayu" ucap Maya tersipuh malu mendengar ucapan Abraham .
Arthur dan Naomi hanya tersenyum melihat ulah penganti baru itu .
"Apa Arthur juga mau Ibu Ambilkan??"ucap Maya setelah selesai mengambilkan makanan buat suaminya.
"Tidak usah bu ...Arthur bisa kok" ucap Arthur dan mengisi piring miliknya dengan beberapa jenis lauk.
Tidak beberapa menit kemudian kini mereka berempat sudah berada di ruang tamu.
"Sayang Babang keluar sebentar ya ada urusan sedikit dengan Jonathan" ucap Abraham kepada Maya .
"Iya tapi jangan pulang larut malam " ucap Maya membalas
"Iya sebentar kok ...setelah urusannya selesai Babang langsung pulang menemuimu sayangku "ucap Abraham sambil mencubit pipi istrinya.
Maya hanya tersenyum tipis sedangankan hatinya merasa malu malu mendengar ucapan suaminya itu.
__ADS_1
"Nak kau harus banyak istirahat kondisimu belum pulih benar! Ayah keluar sebentar jika kau butuh sesuatu kau tinggal hibungi Ayah! ucap Abraham mendekati Arthur dan mengusap pucuk kepalanya.
"Iya Ayah ...trimahkasih! Ayah hati hati di jalan ya " Balas Arthur sambil memeluk Ayahnya.
Abraham cuma mengangguk dan membalas balik memelukanya.
Setelah mencium tangan Naomi Abraham keluar diantar oleh Maya sampai depan pintu.
"Sayang Babang berangkat ya! kau istirahatlah dan tunggu Babang pulang " ucap Abraham sambil mencium kening Maya.
"Iya Bram ..kau hati hati ya jangan ngubut" Balas Maya sambil mencium tangan suaminya itu .
Tidak beberapa lama kemudian Mobil Abraham sudah meninggalkan kediaman mereka.
Abraham melajukan kendaraanya dengan sedikit kencang Ia mengarahkan mobil itu menuju tempat dimana Jonathan sudah menungguinya di sebuah tempat bersama seseorang.
Butuh 20 menit saja kini Mobil mewah miliknya sudah berbelok memasuki sebuah Cafe di pinggiran kota .
Cafe itu terasa sunyi karena Jonathan sudah membokingnya sejak 3 jam lalu atas perintah Abraham ...
Abraham melangkah masuk menuju ruang VIP dimana Jonathan sedang berada disana bersama seseorang.
👉Vote ...ya kawan kawan trimah kasih .
__ADS_1