DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
146.KEJUTAN.


__ADS_3

Setelah pemotretan selesai kini Abraham, Arthur dan Maya kembali ke mension sedangkan Jonathan dan Diana kembali ke rumah mereka dengan mengendarai mobil yang berbeda tentunya dengan keluarga Abraham.


Abraham kembali memarkirkan mobilnya dalam garasi dan mengikuti langkah Maya dan Arthur masuk kedalam mension.


Mereka bertiga menuju kearah ruang tamu dimana Noami sedang duduk santai disana ditemani secangkir teh hangan dan beberapa cemilan diatas meja.


"Hay ..kalian sudah kembali!" ucap Naomi menyambut kedatangan mereka bertiga.


"Iya tapi Arthur cape bangat Nek! ucap Arthur menjatuhkan bokongnya di samping Naomi.


"Iya Sayang namanya juga kerja! Kau itu harus lebih semangat supaya bisa membuktikan kalau kau itu bisa dan mampu menjalankan perusahaan itu dengan baik" ujar Naomi mengucak ucak lembut ubunn kepala Arthur.


"Iya Nek ...! Ucap Arthur singkat sambil menyandarkan badanya di punggung sofa.


Abraha dan Maya hanya hanya semagai pendengan saja saat itu.


Hening .................


Tak lama kemudian Arthur mencondongkan badanya sedikit yang tadinya Ia sandarkan ke punggung Sofa.


"Ayah ! syarat yang tadi Ayah minta kepada Arthur boleh bagi tau sekarang tak? ucap Arthur memandang kearah Abraham yang sedari tadi membolak balik isi majalah.


Abraham sedikit mendongakkan kepalanya dan meletakkan majalah yang ada di tanganya kempali ke posisi semula yaitu diatas meja.


Abraham menarik napas dalam dalam dan tak lupa membuangnya dengan sangat halus.


"Tapi janji kau tidak akan marah" ucap Arthur memandang lekat kearah Arthur.

__ADS_1


Sontan membuat Maya, Naomi dan Arthur saling berpandangan dengan apa yang diucapkan Abraham barusan ya itu ,"janji jangan marah" .


Arthur kemudian mengangguk pelan.


"Kalau bisa berilah maaf kepada Ryo! sudah terlalu banyak beban yang Ia tanggung sekarang ini ! mulai penghianatan Ayah dan istrinya, kedudukannya sebagai CEO, ditambah lagi ibunya kini sedang sakit parah. Ayah harap dengan kamu memafkannya bisa memberinya semangat untuk bangkit seperti sediakala" ucap Abraham yang menatap kearah Arthur.


Arthur sontak mendongak dan memandang balik kearah Abraham dengan mata memerah.


"Apa Ayah bilang! Memaafkanya? Astaga secepat itukah Ayah membela pria itu tanpa mempedulikan perasaan Arthur! Apa Ayah perna berpikir bagaimana perasaan Arthur selama ini? Ayah masih ingat bukan, bagai mana Dia memukul Arthur tanpa ampun di depan mata Ayah sendiri, seakan akan Ia ingin membunuhku dan melenyampan nyawa saat itu. Dan coba Ayah lihat ini, ini dan ini? Itu semua karna siapa! Karna pria itu? Apa secepat itu Arthur bisa memaafkanya? oh tidak semudah itu! pertanyaan berbalik kepada Ayah, Apa ayah akan secepat itu memaafkan Dia kalau Ayah di posisi Arthur saat ini! ucap Arthur sambil memperlihatkan semua bekas luka di wajahnya serta bekas patah pada kaki kirinya yang Ryo patah saat di cafe Andy.


Mereka semua terdiam! Ada benarnya juga kata Arthur bila kita menelusuru kembali bagaimana Ryo memukulnya secara sadis tanpa mengenal Ampun, mengatainya anak iblis dan lebih parahnya mengusir Ibunya pada saat Ia mengandung dirinya, semua itu membekas dan mungkin sudah mendarah dagin dalam tubuhnya.


"Bram kau harus lebih sabar menghadapi Dia! anak seumuran Arthur itu masih sangat labil! Ia masih mementingkan ego dan emosinya di banding akal sehatnya jadi ibu harap kau harus ekstra sabar menghadapinya" ucap Naomi yang melihat kesedihan di wajah Abraham.


Semenjak kejadian di tuang tamu itu! Abraham, Maya dan Naomi tidak pernah lagi menyinggung soal Ryo di hadapan Arthur.


*****************


Hari ini Maya, Naomi, dan Diana berencana berkunjung ke AMANDA grup kebetulan hari ini Arthur memiliki sedikit waktu luang jadi Ia menyempatkan diri ikut dengan mereka.


Mereka berencana memberi kejutan kepada Abraham yang hari ini genap sudah berumur 43 tahun.


"Bu Ayo cepat! keburu siang nich " ucap Maya yang sedari tadi sudah tidak sabaran untuk memberikan suaminya kejutan.


"Iya sabar dong Maya! Ibu juga harus dandan yang cantik soalnya Jo ada juga disana" ucap Naomi dalam kamar .


Arthur dan Diana hanya tersenyum mendengar kedua wanita itu ingin memamerkan kecantikanya kepada pria idamanya.

__ADS_1


Sementara itu Leon sedari tadi menunggui mereka dari luar mension.


Tidak lama kemudian mereka berlima sudah ada di dalam mobil, Leon yang mengendarai mobil membawa mereka ke AMANDA grup dengan kecepatan sedang.


Tidak butuh waktu lama kini mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir di halaman milik AMANDA grup.


Maya, Naomi, Arthur dan Diana melangkah memasuki gedung besar itu. Sedangkan Leon tidak ikut mereka ke ruang Abraham karna ada hal yang harus Dia selesaikan dulu di bilik kerjanya.


Mereka berempat memasuki lift dan meluncur ke atas menuju ke arah ruang Abraham berada.


Pintu lift terbuka kembali mereka berempat keluar dari lift dan menuju kearah bilik kerja Abraham.


Setelah berada pas di depan pintu kerja Abraham tiba tiba Maya menghentikan langkah mereka dengan membentangkan tangan kirinya dan menegakkan jari telunjuknya di dekat bibirnya. Maya memberi tanda supaya mereka diam di tempat dan melarang mereka untuk bersuara.


"Tuan Abraham! Apa rencana Tuan menguasai AMANDA grup akan Tuan lanjutkan, mengingat tinggal Nyonya Maya yang harus Anda singkirkan kali ini sehingga sepenuhnya perusahaan AMANDA grup akan menjadi perusahaan Anda sepenuhnya seperti impian Anda saat itu !ucap Jonathan yang ada dalam ruangan itu.


"Betul sekali Jo sebentar lagi perusahaan raksasa ini akan menjadi milikku seperti impian Ku dan impian ke keluargaku...ha ha ha" ucap Abraham sambil tertawa lepas.


Hening seketika......dalam ruangan itu.


"Bu, Nak Ayo pulang" ucap Maya dengan bola mata berkaca kaca.


Mereka berempat melangkah menuju lift tanpa mengeluarkan satu katapun.


Ketika keluar dari dalam lift mereka berpapasan dengan Leon.


"Nyonya, Tuan kenapa Anda kembali begitu cepat" ucap Leon kepada Maya dan Arthur

__ADS_1


Maya dan lainya tak satupun yang memberi jawaban, mereka berempat terus saja melangkah meninggalkan Leon masih terdiam di tempatnya.


👉Tetep like, Coment , Vote dan fovorite ya makasih .


__ADS_2