DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
102. KEMBALI KE RUMAH


__ADS_3

Setelah melakukan ritual mandinya Maya dan Abraham kini keluar dari bilik kamar mandi hanya di balut oleh handuk.


Mereka berdua tidak membawa pakaian ganti karna Abraham sudah menyutuh Leon untuk menyiapkan.


Tapi sudah pukul 08 pagi Leon belum juga menampakkan batang hidungnya .


"Bram bagai mana dengan pakaian ganti kita" ucap Maya sambil duduk di depat cermin dan mengerikankan rambutnya memakai handuk


Abraham yang sedari tadi di belakangnya hanya terdiam tidak menjawa ia asyik mencium pundak milik istrinya.


Ulah Abraham membuat Maya sangat geli dan memukulnya dengan handuk yang tadi di pakenya untuk mengeringkan rambutnya.


"Bram sudah geli tau " ucap Maya sambil memekul Abraham memakai handuk kecil .


"Satu kali lagi ya sayang" ucap Abraham sambil memandangi tubuh mereka di dalam cermin.


"Bram ucap Maya sambil membulatkan matanya.


"Iya galak amat!Cup " ucap Abraham sambil memberikan ciuman ke arah pipi kiri Maya.


Maya hanya tersenyum tipis melihat Abraham sedikit ngambek gara gara keinginannya Ia tolok.


Abraham melangkah megambil handponenya dan menghidupkanya terlebih dulu , semalam Abraham sengaja mematikan handponenya karna Ia tak mau malam pertamanya di ganggu.

__ADS_1


Beberapa pesan Masuk tapi ia tidak memperdulikanya.Abraham memainkan layar handpone tipis itu dengan jarinya dan mencari nama secretaris Leon .


"Hallo Leon! Apa yang kusuruhkan kemarin sudah kamu siapkan ? ucap Abraham setelah tersambung dengan Leon.


"Iya Tuan Apa saya hantar sekarang?" ucap Leon dari ujung telpon .


"Iya cepat ! soalnya istri saya sudah sangat kedinginan! ucap Abraham dan mematikan sambungan tanpa menunggu balasan dari Leon .


Abraham melangkah kembali mendekati Maya berharap Maya masih mau memberinya jatah satu kali lagi sebelum mereka benar banar pulang kerumah .


"Sayang satu kali lagi ya " ucap Abraham sambil memeluk Maya dari belakang dan mencium pindaknya .


Maya merotasikan bola matanya, Abraham benar benar kuat dalam urusan ranjang .


Maya menyentuh lembut wajah Abraham yang dipenuhi dengan bulu bulu halus .


"Tapi janji ya? Kita harus sering sering melakukanya sayang supaya cepat tumbuh benih leleh di dalam sini" ucap Abraham sambil mengusap usap perut Maya.


Maya hanya tersenyum melihat ulah Abraham yang senang sekali menjailinya .


Tidak lama kemudian pintu mereka di ketuk oleh seseorang dari luar kamar


"Sayang masuklah dulu kekamar mandi babang tidak mau ada orang lain membandangi tubuhmu selain Babang " ucap Abraham sambil membelai wajah Maya dengan kedua tanganya .

__ADS_1


Maya mengangguk dan bergegas masuk ke kamar mandi . Setelah dirasa benar benar aman Abraham melangkah kearah pintu dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya.


Abraham membuka pintu dan mendapati Leon berdiri disana dengan menenteng sebuah tas berisi pakaian.


Leon ingin melangkah masuk tapi tiba tiba di cekal oleh Abraham .


"Mau apa kamu? ujak Abraham membentangkan satu tanganya menghalau Leon untuk masuk .


"Mau menyimpan tas Tuan! ucap Leon menunjukkan tas yang ada di tanganya .


"Tidak usah ! kau pasti ingin melihat tubuh istriku yang cantik itu bukan?" ucap Abraham ketus sambil merebut tas yang ada di genggaman Leon.


Leon hanya menggaruk gatuk kepalanya


Lama Leon berdiri disana memikirkan perkataan konyol dari seorang Abraham .


"Kenapa kau masih disini" ucap Abraham mematakah lamunan Leon .


"Baik tuan saya undur diri dulu " ucap Leon dengan langkah cepat seakan akan tidak menyentuh lantai.


Setelah semuanya dirasa cukup.


Abraham dan Maya kini meninggalkan Hotel senyuman indah terpancar dari kedua insan itu .

__ADS_1


Mobil yang mereka tumpangi melaju sedang menuju ke kediaman Maya.


👉like,vote, coment masih author butuhkan makasih sebelumnya


__ADS_2