
Setelah berpamitan dengan Rita. Kedua pria tampan itu melangkah keluar dari Mension dan masuk kedalam mobil mewah milik Ryo.
Arthur yang kali ini mengendarai mobil itu. Sedangkan Ryo duduk di sampingnya.
Tidak lama kemudian Mobil mewah itu keluar dari Mension dan melaju memasuki pusat kota menuju Rumah Sakit, dimana Maya dan anak anaknya sedang dirawat di sana.
Haya butuh waktu 20 menit saja kini mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki area rumah sakit.
Arthur menarkirkan mobilnya terlebih dulu sebelum mereka berdua memasuki gedung rumah sakit.
"Ayah cepatan jalanya" ucap Arthur yang sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan Ibu, Ayah serta kedua adik kembarnya.
"Kau ini tidak sabaran sekali!mungkin hanya itu sifat Ayah yang menurun kepadaMu, sedangkan yang lainya semua sifat ibuMu" ucap Ryo yang terpaksa harus berjalan cepat mengikuti langkah Arthur.
Arthur tak peduli dengan ocehan Ayahnya, Ia terus melangkah sambil menarik pergelangan tangan Ryo yang dianggapnya lelet dalam berjalan.
Tidak lama kemudian, mereka kini sudah berada di depan bilik dimana Maya dan kedua anaknya sedangan mengalami perawatan.
Tok..tok...tok....
Arthur mengetok dan pintu dan tak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu.
Tiba tiba pintu terbuka dan seorang wanita parubaya sedang berdiri disana.
"Ee..Tuan Arthu dan Tuan Ryo" ucap Bi mini menyambut mereka.
"Ayah dan Ibu ada di dalam Bi?" ucap Arthur pada Bi Mini.
"Mereka berdua ada di dalam Tuan! Ee.. lupa silahkan masuk dulu Tuan"ucap Bi Mini sambil melebarkan daun pintu.
"Trimah kasih Bi" ucap Ryo dan Arthur secara bersamaan.
__ADS_1
Melihat Ayah dan Ibunya sedang berada di depan inkubator memandangi kedua adik adiknya. Arthur berlari kecil menghampiri mereka.
"Ayah ...Ibu" ucap Arthur sambil merentangkan kedua tanganya.
Abraham dan Maya sontak berbalik dan tersenyum seketika, melihat Arthur yang sudah ada di depan mereka.
"Akhirnya Kamu datang juga"ucap Maya mengelus elus pucuk kepala Arthur.
"Sebenarnya dari semalam Arthur mau datang tapi berhubung Arthur dan Ayah kecapean terpaksa de kami tunda" ucap Arthur melepaskan pelukanya kepada Maya.
"Tidak apa apa Nak yang penting kamu kesini, Ibu dan Ayah serta adik adikMu sudah sangat senang!" balas Maya.
"Apa Kau tidak mau memeluk AyahMu ini, atau Kau sudah lupa dengan Ayah setelah Kau memiliki Ayah baru" ucap Abraham yang ada di belakang Maya saat itu.
"Ah Ayah ini cemburuan sekali" ucap Arthur sambil memanyun mayunkan bibirnya.
"Kemarilah Ayah juga sangat rindu padaMu" ucap Abraham sambil membentangkan tanganya supaya Arthur memeluknya.
"Aku juga rindu Ayah" ucap Arthur dalam pelukan Abraham.
"Ayah kemarilah! Coba Ayah lihat mereka, Imut dan menggemaskan bukan" ucap Arthur memanggil Ryo untuk mendekat.
Ryo yang sedari tadi terdiam segera melangkah ke arah Inkubatar dimana Arthur sedang berdiri menatapi kedua adik adiknya.
"Ayah lihat bukan! yang cowok mirip sekali dengan Arthur sedangkan yang cewek mirip Ibu" ucap Arthur dengan antusias kepada Ryo.
"Iya benar Nak! Ia mirip sekali denganMu tapi matanya dan hidungnya mirip dengan Ayahmu" ucap Ryo ikut tersenyum melihat kedua bayi dalam Inkubator itu.
Keduanya tertawa lepas sehingga membuat Abraham, Maya dan Bi Mini ikut juga tertawa.
Setelah puas melihat si kembar, Abraham dan Ryo menuju kearah sofa yang ada dalam ruangan itu.
__ADS_1
Sementara Arthur menemani Ibunya yang berbaring diatas pembaringan.
"Bram ada yang ingin Aku bicarakan padaMu" ucap Ryo sedikit berbisik kepada Abraham
Abraham mengeryitkan dahinya karna samar samar mendengar suara Ryo.
"Apa itu sangat penting hingga membuatMu berbisik kepadaKu" balas Ryo.
"Benar sekali bram! Ini menyangkut Tuan bangka Itu" ucap Ryo lagi.
"Tua bangka siapa msksudMu" ucap Abraham semakin penasaran.
"Teos, Aku melihatnya Di Hotel " ucap Ryo
"Apa....?"ucap Abraham dengan nada kaget hingga membuat Maya, Arthur dan Bi Mini yang berada di pembaringan sontak berbalik memandangi mereka berdua.
"Kecilkan suaraMu! mereka tak perlu tau tentang hal ini, Aku takut mereka cemas mendengar berita ini"ucap Ryo mendekatkan wajahnya ke telinga Abraham.
"Tapi mana mungkin Ia masih hidup. Aku sudah menenggelamkanya bersama semen berbatu di dasar laut. Atau jangan jangan AyahMu itu punya kembaran" ucap Abraham tanpa memandang Ryo karna takut Arthur dan Maya mencurigai pembicaraan mereka.
"Ciii..! Ia bukan AyahKu mana mungkin Ada Ayah mau membunuh cucu dan anakNya sendiri. Aku juga curiga sepertiMu jangan jangan tua bangka itu punya kembaran" balas Ryo.
"Lalu kenapa Kau tak menangkapnya saat itu? untuk memastikan siapa Dia sebenarnya?" ucap Abrahan
"Aku kehilangan jejaknya. Dia begitu cepat menghilang dari kerumunan orang dalam Hotel itu" balas Ryo.
Lama mereka terdiam sampai Bi Mini mendekat kearah mereka sambil membawa nampan berisi dua gelas teh panas dan beberapa toples berisi cemilan ringan.
catatan" mampir yuck di novel Author yang satu, yang judulnya"ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN" di jamin mewek dan ngakak oleh ulah Aldo yang suka jailin Gisel....trimah kasih sebelumnya.
"tetap pake masker dan jaga kesehatan.
__ADS_1
semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga
kita semua bisa beraktifitas seperti sediakala...Aamin.