DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
124. MAKAN MALAM BERSAMA.


__ADS_3

Leon menjalankan mobil dengan kecepatan sedang kenuju ke Mension.


Abraham yang duduk di kursi penumpang membuka sedikit jendela mobil dan menikmati pemandangan malam kota itu.


Tidak lama kemudian hendpone di dalam saku celananya berbunyi hingga membuyarkan lamunanya.


Abraham sedikit menyandarkan tubuhnya di punggung kursi dan merogoh kantong sebelah kirinya dan mengambil handpone di dalam sana.


Abraham menatap layar LCD mininya itu sambil tersenyum melihat nama sang pemanggil.


"Hallo sayang ...Ada apa gerangan Kau menelpon BabangMu ini?" ucap Abraham basa basi telahlah menekan tombol hijau pada layar handponenya.


"Kenapa sudah jam begini kau belum juga pulang ! Apa pekerjaanMu lebih penting dari pada kesehatanMu " ucap Maya sedikit menasehati suaminya.


"Tidak ada yang penting Sayang dibanding dirimu di dunia ini he he he! Tadi ada hal sedikit yang harus Babang selesain dulu di perusahaan! ini juga Babang sudah menuju pulang kemension kok" balas Abraham sambil sedikit tertawa


"Baiklah kau hati hati di jalan jangan singah lagi ke tempat lain! Aku sudah memasak makana kesukaanMu jadi segerahlah pulang" ucap Maya dari ujung sana.


"Iya sayangku Tunggulah Babang sebentar lagi tiba di sana! kalau begitu Babang matiin ya! " ucap Abraham menghentikan panggilanya setelah mendengar kata Iya dari istrinya.


Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah membelok masuk kedalam mension.


Abraham keluar dari dalam mobil setelah di bukakan pintu oleh Leon .

__ADS_1


"Trimah kasih Leon..masuklah dulu Istriku sudah masak makanan kesukaanku jadi kau juga harus ikut makan bersama kami sebelum kau pulang rumahMu " ucap Abraham kepada Leon.


"Baiklah Tuan.... Tapi apa Aku tidak mengganggu Acara makan Malam keluarga Tuan ? Ucap leon sedikit canggung karna baru pertama kali semenjak bekerjadi di AMANDA grup Bosnya mengajak makan bersama di mansion.


"Mana ada ! malah keluargaKu pasti senang bila kau ikut makan bersama kami. Ah sudahlah ayo masuk mereka pasti sudah sedari tadi menunggu kita di dalam sana" ucap Abraham menepuk pinggung Leon dan melangkah masuk kedalam.


Leon mengangguk dan mengikutinya dari belakang.


Abraham langsung menuju kearah dapur karna Dia yakin keluarganya sudah dari tadi menunggunya di sana .


Melihat Abraham sudah tiba Maya bangkit dari tempat duduknya dan mengambil tangan kanan suaminya kemudian menciumnya .


Sama halnya dengan Maya, Arthurpun melakukan hal yang sama.


"Iya Ayah minta maaf .. lain kali Ayah akan tepat waktu " ucap Abraham sambil mengelus pucuk kepala milik Arthur.


Sementara Itu Jonathan dan Diana berdiri dari tempat duduknya.


"Selamat malam Tuan " ucap Jonathan dan Diana bersamaan.


Mereka berdua juga diajak oleh Maya dan Arthur untuk ikut makan malam bersama mereka, walau sedikit menolak tapi Maya tetap memaksanya hingga mereka berdua pasrah dan ikut makan malam bersama mereka.


"Malam ... Silahkan duduk" balas Abraham sambil mempersilahkan mereka berdua untuk duduk kemnali.

__ADS_1


Kini Mereka semua menikmati makan malam tanpa bersuara hanya suara sendok dan garpu saja sesekali terdengar disana.


Sementara itu Leon terus memperhstikan Naomi yang duduk pas di depanya saat itu.


"Apa dia Mertua Tuan Abraham .


kenapa Ia tampak masih muda ! ucap Leon dalam hati sambil sesekali mencuri pandang kearah Naomi.


Bedah halnya dengan Jonathan Ia mrngkerutkan dahinya memperhatikan gerak gerik Leon yang terus mencuri pandang kepada Naomi.


"Huum....." ucap Jonathan sedikit berdehem sehingga semua pandangan tertuju padanya hingga membuatnya menjadi gugup.


"Ada Apa Jo...." ucap Naomi sambil memandang kearah Jonathan.


"An...u Nyonya tadi itu saya kesendak nasi


jadi saya mengeluarkan suara" ucap Jonatan gugup dan asal jawab.


"Oh......minumlah ini" ucap Naomi sambil memberikan segelas Air kepada Jonathan yang berada tidak jauh darinya.


"Trimah kasih Nyonya" ucap Jonathan sedikit kikuk tapi dalam hatinya merasa senang mendapat perlakuan seperti itu dari Naomi.


Arthur dan Diana saling memandang sambil mengedikkan bahunya ...menandakan mereka tidak mengerti ada apa sebenarnya .

__ADS_1


đŸ‘‰hallo para readers ....panjang umur dan sehat selalu ya... jangan lupa vote, like ,coment dan follownya masih Author tunggu makasih....


__ADS_2