
Ryo mengusap bibirnya menggunakan pergelangan tanganya , wajah dan matanya memerah, sebuah senyum kebencian terpancar di sana .
Ryo kembali memegangi kerah baju arthur dan melayangkan pukulan keras di wajah anak itu ..
puck .....
" Beraninya kau memukulku"ucap ryo dengan geram .
arthur yang mendapat pukulan dari ryo mengaduh kesakitan " aduh " hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya .
Para karyawaan yang sedang berada disana hanya bisa diam membisu . mereka tak berani berbuat apa apa . apalagi yang menyangkut dengan ryo bisa bisa mereka sendiri yang jadi mangsanya untuk cari aman ya diam dan menonton adegan disana .
" tolong tuan ampuni saya , saya bersumpah saya akan menghindar bila tuan ada di tempat yang sama dengan anda nantinya " ujar arthur memohon pengampunan dari ryo .
" ampuni katamu setelah apa yang kau lakukan pada tadi HAH ! ucap ryo dengan nada tinggi membentak arthur.
" Terus apa yang harus saya lakukan supaya tuan melepaskan saya " ujar arthur yang kini sudah sangat gemetar dan matanya mengeluar cairan bening .
Mendengar ucapan dari arthur sesaat ryo terdiam . kemudian senyumnya mengembang, entah apa rencananya untuk arthur kali ini .
"Baiklah kalau kau memaksa sekarang tunduklah dan jilat sepatuku pakai lidahmu dan berjalanlah mengeluarkan lidahmu seperti seekor anjing keluar dari gedung ini " ucap ryo dengan senyum kepuasan .
Mendengar hal itu arthur mendongakkan kepala kini majah ketakutannya berubah menjadi merah padam . tangan ryo yang sedari tadi mencengramnya ditepis dengan kasar sehingga terlepas dari tubuhnya .
" ha ha ha menjilat sepatumu ! berjalan seperti anjing katamu bagai mana kalau kau saja melakukan itu untukku tuan ryo yang terhormat " ucap arthur yang kini mengumpulkan keberanianya untuk melawan ryo .
__ADS_1
Mendengar hal itu kemarahan ryo tidak bisa dibendungnya lagi buah tendangan keras mengarah ke arah perut arthur .
tubuh arthur terpental jauh dan sujud di atas lantai.
Arthur memegangi perutnya , rasa sakit membuatnya terdiam disana hanya kata " oh dan aduh " saja yang masih bisa terdengar dari mulutnya .
Merasa sakitnya berkurang arthur mencoba untuk merangkak keluar karna hanya cuman cara itulah yang bisa dia lakukan untuk meloloskan diri dari ryo , perutnya yang sakit membuatnya sudah tak sanggup untuk berdiri .
Tapi naas ryo membaca pergerakanya, ryo berlari mendekatinya dan menarik satu kaki milik arthur .
ryo menyeret tubuh arthur seolah oleh menyeret binatang yang sudah mati.
Melihat arthur yang sudah tidak berdaya kemarahan ryo belum juga surut , ryo mengambil meja yang ada di aula itu dan mengangkatnya tinggi tinggi untuk merajam tubuh arthur yang sudah tidak berdaya.
" jangan Ryo....dia darah dagingmu " ucap maya yang berderai air mata berlari memeluk anaknya .
Ryo yang mendengar ucapan maya diam membisu tubuhnya kaku tulang tulangnya seakan remuk , meja yang diangkatnya tadi terlepas dan mengenai tubuhnya sendiri .
Ryo bersujud , kaki dan lutudnya di gunakan untuk membopong tubuh besarnya , kedua telapak tangannya di pake untuk menutupi wajahnya .
Bagai petir sedang menyambar nyambar tubuhnya , batu sebesar gunung merajam dadanya begitulah keadaan ryo saat ini .
ia hanya diam terpaku tanpa berani menatap kedua orang yang ada di hadapannya itu .
maya terus mengusap bahu arthur dan membantu berdiri dan berjalan mendekati sofa
__ADS_1
" nak apa kau baik baik saja " ucap maya yang masih berlinang air mata .
Arthur cuman mengangguk tanpa mengeluarkan suara .
maya kemudian bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati ryo
" puaskan kamu sekarang wahai iblis yang menyerupai manusia " ucap maya yang berdiri di hadapan ryo
Ryo hanya tertunduk dunianya kini seakan akan gelap gulita .
Maya meraih dan menjambak serta menendang ryo berkali kali tapi tetap saja tubuh ryo hanya diam terpaku tanpa ada perlawanan sama sekali .
" binatang saja tak akan berbuat seperti ini kepada anaknya tapi kau tanpa melihatnya tumbuh besar tanpa memberinya kasih sayang semudah itu kau mau merenggut nyawanya, entalah manusia jenis apa kau ini sebenarnya ryo ...kalau kau mau membuhnunya bunuh dia sekarang ! kenapa kamu diam saja " ucap maya sambil memukul mukul tubuh ryo yang hanya bisa terdiam membisu .
Setelah puas memukuli ryo maya beranjak mendekati arthur dan membantunya untuk berdiri .
" Ayo nak kita kembali biarkan manusia laknat ini meratapi nasibnya " ucap maya sambil memapa arthur .
Belum beberapa langkah ryo mengangkat wajahnya dan berusaha mendekati mereka .
" nak maafkan ayah " ucap ryo yang sudah berlinang air mata .
👉***budayakan like , coment, vote , favorite dan rate bintang lima ya ...makasih 👈
@bersambung*** @.
__ADS_1