DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
55. MANTAN


__ADS_3

Kaki arthur dengan yakin dan pasti menuju meja 7 yang di infokan susi padanya .


"Permisi nona nona pesanan anda sudah siap " Ucap arthur sambil meletakkan pesanan azura dan diana.


" Humm " ucap azurah tampa membuka mulutnya dan tak menegok kearah yang empunya suara .


beda halnya dengan diana , matanya tak berkedip melihat sosok terpampan di hadapanya .


"Mahluk TUHAN paling seksi " ucapnya dengan pelang tapi masih bisa kedengaran .


"Maksud nona apa ya !?" ucap arthur sambil melihat kearah diana.


" Anu..ee ..trimah kasih banyak " ucap diana dengan gugup atas pertanyaan arthur.


Mendengar perdepatan arthur dan diana , sontak azura mengangkat wajahnya , tapi belum sempat menormal kesadarannya matanya terbelalak melihat siapa yang berdiri tepat di hadapanya .


" Kalau begitu nona nona silahkan menikmati " ucap arthur membalikkan tubuhnya ingin beranjak pergi tapi belum sempat mengayun langkah seorang dari belakang terdengar sedang memanggilnya.


"hay ...babu " ucap azura sambil berdiri dari tempat duduknya .


Mendengat suara dari azura , arthur sontak berhenti dan membalik ulang tubuhnya kearah semula.


" Kau masih mengingat Hah !?" ucap azura dengan nada tinggi .

__ADS_1


mendengar perkataan itu arthur cuma menyerigitkan dahinya , tanda dia belum pengerti apa yang azura katakan .


"Maaf nona saya tidak paham apa yang nona maksud " ucap arthur sambil mengelus leher bagian belakanya .


"Oke saya ingatkan lagi " kau perna bekerja di AMANDA grup sebagai babukan !?" ucap azura masih dalam nada ketusnya .


" Maaf nona clening cervice bukanlah seoarang babu dan saya sangat bangga dengan itu " ucap arthur mulai memanas .


" Terserah apa namanya tapi kau tetaplah pegawai rendaha di perusahaan milik keluargaku " ucap azurah dengan bangganya .


" Oh ingat " nona yang waktu itu kena air comberan pas di kepala khan!?" ucap arthur geli mengingat peristiwa itu .


mendengan perkataan arthur sontak diana yang sedari tadi diam perpaku kini mengeluarkan suaranya .


Mendengar itu kemarahan azura kini memuncak jus yang tadi di pesanya diambil dari atas meja kemudian menyiram tepat diatas kepala arthur .


"Nich ...rasakan babu sialan " ucap azura dengan senyum kemenangan .


"Azuta ..tidak seperti itu juga kali " ucap diana sambil telak menutup mulutnya.


" kau diam saja ..kau itu temanku atau teman babu ini "ucap azura sambil memandang kearah diana.


Diana hanya diam apa yang di lakukan azura benar benar membuatnya shock .

__ADS_1


"Chiii ..anak sama bapak sama sama saja beraninya sama yang kalangan bawah saja " ucap arthur sambil melap wajahnya dengan telapak tanganya .


Seluruh pengunjung saat itu hanya diam , mungkin mereka sudah tau dengan siapa mereka kini berhadapan seorang azuran anak pengusaha yang tak segan segan menghancurkan lawan lawanya tanpa ampun , jadi untuk cari aman ya diam.


mendengar ucapan arthur makin menambah level kemarahan azura tanganya kini diangkat untuk menampar wajah arthur tapi sayang belum sampai mengenai wajah artur menangkap dan menghempaskanya .


" Dengar baik baik nona sombong aku tidak takut sama kamu apalagi ayahmu itu . jangan karna melihatku hina maka seenaknya kalian menyentuhku " ucap arthur kini sudah melai emosi.


" Ha..ha ..ha ..orang rendahan sepertimu mau berperang melawan keluarga kami ..sungguh nyalimu bisa di acungi jempol , kau tau bukan ayahku itu siapa!?" ucap azura yang melototi arthur .


"Iya saya tau bahkan mungkin bukan cuma saya saja yang tau seluruh duniapun tau siapa TUAN RYO, dia adalah CEO dari AMANDA grup ..UPzz ..maaf saya memfitnanya ....Dia adalah mantan CEO dari AMANDA gurup..dengar nona M.A.N.T.A.N ..dibaca *b**ekas*." ucap arthur denga senyum kepuasan .


Mendengar ucapan arthur itu semua pengunjung tertawa terbahak bahak ada yang memegangi perutnya , ada pula yang mengebrak gebrak meja .


Azura kini merasa sangat malu baru kali ini seorang berani menghinanya di depan umum .


"KAU ........tunggu pembalasanku " ucap azura sambil berlari keluar .


Melihat azura pergi kini diana pun berdiri membuka dompet dan meletakkan uang merah diatas meja .


" ini ambillah buat lap wajahmu dan tolong maafkan temanku " ucap diana sambil memberikan sebuah saputangan berwarna merah ke arthur .


👉 Hallo silessurang ogiku ..dan kawan kawan semua like , coment , vote , favorite rate bintang limanya masih sangat author butuhkan....silahkan memainkan jari jari kalian gratis kok 👈

__ADS_1


@bersambung@.


__ADS_2