
Ryo dan Arthur memasuki Hotel mewah dimana mereka berdua sebelumnya sudah menyimpan barang barang mereka sebelum mengikuti rapat.
Ryo dan Arthur cuman mengambil 1 kamar yang terbilang luas untuk 3 sampai 4 orang bisa menghuninya.
"Nak...Ayah mau mandi, Tubuh Ayah sudah sangat lengket rasanya" ucap Ryo sambil meletakkan tas diatas meja yang ada dalam bilik itu.
"Ia Ayah! Arthur juga mau video call Ibu dulu! Arthur mau lihat adik adik Arthur yang kyut kyut yang sama kyutnya dengan abanya ini hi hi hi"ucap Arthur cengegesan sendiri denga ucapanya.
"Ayah juga mau lihat! Seperti apa Kyutnya Kamu dulu" ucap Ryo mendekat dan duduk di sudut pembaringan berdampingan dengan Arthur.
Tidak lama kemudian panggilan video call antara Maya dan Arthur pun tersambungkan.
Nampak Maya sedang duduk di atas pembaringan sambil menyandarkan tubuhnya di punggung tempat tidur.
Abraham sedang duduk di dekatnya sambil menyuapinya dengan bubur yang ada di tanganya.
"assalamualakum Bu!bagaimana kabar ibu! apa kabar dengan adik adik Arthur bu! Apa mereka sama Kyutnya dengan abangnya ini" ucap Arthur dengan beberapa jenis pertanyaan yang membuat Maya mengerutkan dahinya.
"waalakikumsalam Nak! Ibu sehat, Ibu harap Kau dan AyahMu juga sehat disana. Adik adikMu sehat tapi kalau kyutnya adik adikMu lebih kyut di bandingkan diriMu hi hi hi" ucap Maya sambil tertawa kecil membuat Arthur memanyun manyunkan bibirnya seolah tidak terimah kalau ibunya lebih membanggakan adik adiknya dibanding dirinya.
"Ah Ibu....! Apa arthur boleh melihat adik adik Arthur" ucap Arthur yang penasaran sekali ingin melihat wajah adik adiknya.
"Tentu sayang boleh" tunggu sebentar biar AyahMu yang menunjukkanya di hadapanMu.
"Sayang! Arthur ingin melihat adik adiknya, Apa boleh kau menunjukkan padanya"ucap Maya pada Abraham.
"Tentu Sayang! Balas Abraham didalam sana sambil meletakkan mangkok bubur diatas nakas dan membawah handpone milik Maya ke arah Inkubator.
"Nak.., ini Dia adik adikMu! Yang laki laki hampir mirip denganMu tapi mirip sekali dengan Ayah, dari segi wajah hi hi hi! Sedangkan dede ceweknya mirip IbuMu dan tak ada miripnya dengan wajah kita berdua" ucap Abraham yang mengarahkan kamerah handponenya kearah dua bayi mungil tersebut secara bergantian.
"Iiiii...gemesnya" ucap Arthur yang seakan akan ingin mencubit kedua adik mungilnya itu andai dirinya berada disana.
__ADS_1
"Apa Ayah sudah memberi nama buat mereka berdua?" ucap Arthur yang terus memperhatikan kedua saudaranya dalam layar handpone.
"Ayah dan IbuMu masih memikirkanya. Apa Kau punya nama yang bagus untuk mereka berdua? ucap Abraham meminta Ide kepada Arthur.
Lama Arthur terdiam, Ia meletakkan jarinya di sudut pelipis seakan akan berpikir keras untuk memberi nama untuk kedua adiknya.
"Bagai mana kala bejo dan juminten...
Bejo artinya pintar
juminten artinya pekerja keras" ucap Arthur dengan wajah serius.
"Ah tidak.... tidak! anakMu saja sama Diana kau beri nama itu nanti! Kalau kedua adikMu ibu sudah ada" ucap Maya protes dengan usulan Arthur dari arah pembaringan.
Arthur hanya sengegesan mendegar Ibunya ngomel ngomel dalam handponen.
Tidak lama kemudian panggilan video call pun terputus. Arthur meletakkan handponenya di atas tempat tidur begitu saja.
"Ayah ...Kenapa Ayah melamun!" ucap Arthur menepuk pundak Ryo yang sedang melamun saat itu.
"Ayahkan punya Arthur! Dan Ayah boleh kok menganggap Adik adik Arthur sebagai anak Ayah juga. Kurasa Ayah Abraham dan ibu tidak akan keberatan" ucap Arthur menghibur Ayahnya.
"Betulkah! Ayah bisa jadi Ayah angkat mereka" ucap Ryo berseri seri.
"Tentu saja! Ayah..., kenapa Ayah tidak mencari pasangan hidup saja! Agar keluarga kita lengkap seperti Ayah Abraham dan Ibu" ucap Arthur yang masih memegangi pundak Ryo.
Ryo menarik nafas panjang dan menghempaskanya lumayan kasar.
"Ayah sudah berjanji pada diri Ayah kalau Ayah tidak akan menikah lagi, kecuali Ayah menemukan sosok perempuan yang mirip dengan IbuMu" ucap Ryo dengan mata hampa mengarah arah kedepan.
"Arthur doain Semoga Ayah cepat dapat jodoh, hingga Arthur punya 2 ibu dan dua Ayah hi hi hi" ucap Arthur tersenyum lebar hinggan Ryo menepuk punggungnya.
"Kau ini....! Nak Kau mandilah duluan Ayah mau keluar sebentar, mengambil berkas yang ketinggalan dalam mobil" ucap Ryo berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari dalam bilik.
__ADS_1
Arthur cuman mengangguk dan melangkah kearah bilik kamar mandi.
Ryo terus melangka menuju arah lift dan turun ke lantai paling dasar dari Hotel tersebut.
Kakinya yang jenjang Ia langkahkan menuju kearah parkiran mobil. Tak lama kemudian Ia sudah tiba di depan mobil yang tadi Ia pake bersama Arthur untuk mengikuti rapat.
Ryo menarik gagang pintu mobil dan mengambil beberapa map didalam sana.
Setelah dirasa cukup Ia menutup kembali pintu mobil dan tak lupa menguncinya.
Ryo kembali melangkah kearah pintu masuk tetapi, tiba tiba matanya terbelalak melihat seseorang yang benar benar Ia kenal masuk kedalam Hotel yang sama dengan Ia tempati saat ini.
Ryo berlari kencang kearah pintu dan mencari orang tersebut.
Keramaian Hotel dan luasnya bangunan Hotel itu membuatnya kehilangan target.
Matanya mencari keseluruh area gedung Hotel tapi Ia tak menemukan apa yang Ia cari.
"Kemana Dia! Kenapa cepat sekali Ia menghilang" ucap Ryo sambil memutar mutar badanya dan mencari orang misterius itu.
"Aku harus kembali kebilik Aku takut Arthur ada apa apa" ucap Ryo sambil berlari kencang menuju Arah Lift.
Benturan demi benturan Ia tak pedulikan lagi agar supaya Ia cepat tiba di bilik dimana Arthur sedang berada.
Ryo segera membuka gagang pintu kamar mereka dan menemukan Arthur yang baru saja keluar dari dalam bilik kamar mandi.
"Syukurlah..." ucap Ryo sambil mendudukkan tubuhnya diatas sudut tempat tidur.
"Syukur kenapa Ayah! apa yang terjadi di luar sana kenapa wajah Ayah begitu pucat dan di penuhi dengan keringat dingin" ucap Arthur melihat kepanikan diwajah Ryo.
"Tidak ada apa apa Nak! cepat kemasi barangMu kita harus segera pergi dari tempat ini" ucap Ryo sambil memasukkan semua barang barang mereka kedalam tas.
Arthur hanya mengangguk tanpa bertanya lebih banyak lagi.
__ADS_1
👉beri like, coment, vote dan rate bintang limanya ya trimah kasih.