
Setelah kepergian Bi mini. Kembali Abraham dan Ryo melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda tadi Karna kehadiran Bi Mini yang datang untuk menyuguhkan mereka berdua minuman.
"Jadi bagaimana tindakan kita selanjutnya" ucap Ryo masih sedikit memelankan suaranya seperti tadi.
"Kita harus ketatkan penjagaan dengan orang orang yang kita sayangi. Kau harus menjaga Arthur dan Aku yang menjaga Maya. Mereka berdualah yang jadi sasaran utama b4jingan itu"ucap Abraham sambil menyeruput kopinya.
"Kau benar Bram! Aku tak akan biarkan bangs4t itu menyakiti putraKu lagi. Aku akan melindunginya walapun nyawaKu nantinya akan jadi taruhanya" ucap Ryo yang mengingat kembali kejadian waktu dimana Teos menculik Arthur.
"Bagus kalau begitu! mulai sekarang kalau ada hal mencurigakan segera beri kabar padaKu begitupun sebaliknya" balas Abraham sembari meletakkan kembali gelas kooinya diatas meja.
Lama mereka terdiam hingga Abraham kembali memulai pembicaraan mereka.
"Ryo kenapa Kau tidak menikah lagi! Dan sampai kapan Kau mau hidup sendiri seperti ini" ucap Abraham memandang Ke arah Ryo.
Ryo menarik nafas dalam dalam. Sudah dua kali pertanyaan itu di lontarkan padanya.
"Aku sudah bahagia dengan KehidupanKu saat ini. Aku sudah troma dengan kegagalan demi kegagalan dalam membina biduk rumah tanggaKu...kecuali Aku mendapatkan wanita seperti Maya" ucap Ryo memandang kearah Maya.
Abraham memplototkan matanya memandang kearah Ryo...
"Awas saja Kau kau sampai merebut IstriKu, Akan Ku patahkan leherMu itu" ucap Abraham sedikit geram mendengar ucapan Ryo.
__ADS_1
Bukannya takut Ryo malah cengegesan mendengar ucapan Abraham.
"Siapa yang bertanya! Eh di jawab Kau malah marah marah. Tenang bro Aku ini bukan laki laki PEBINOR yang suka merebut hak milik orang lain he he he" ucap Ryo cengegesan melihat raut wajah Abraham yang terlihat memerah.
Tidak lama kemudian Ryo dan Arthur berpamitan. Arthur ingin ke rumah Naomi karna sudah beberapa hari ini Ia tidak perna mengunjungi Nenek kesayanganya itu.
Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya Arthur dan Ryo meninggalkan tempat itu dan menuju mobil dimana mereka memarkirnya sebelum memasuki kerumah sakit tadi.
"Tadi Ayah dan Ayah Abraham bicara apaan si kok Arthur lihat kalian serius sekali" ucap Arthur setelah mereka berada dalam mobil.
Ryo yang asyik mengendarai Mobil sedikit menegok kearah Arthur dan kembali fokus mengendarai mobilnya.
"Kami hanya membicarakan perusahaan AMANDA grup ke depanya" ucap Ryo berbohong.
Kini mobil mereka melaju menuju ke kediaman Jonathan dimana Naomi sedang menunggui mereka disana.
Tidak berapa lama kemudian mobil mereka sudah berada di depan pintu gerbang milik Jonathan.
Setelah di bukakan pintu oleh satpam.Ryo kembali menjalankan mobilnya masuk ke dalam halaman rumah yang terbilang mewah di kawasan itu.
Tampak Naomi dan Diana sedang berdiri di depan pintu menyambut kedatangan mereka.
__ADS_1
"Nenek! ucap Arthur berlari kecil sembari membentangkan tanganya.
Tapi tiba tiba langkahnya terhenti seketika melihat Diana yang berdiri di depan Naomi sambil mengepalkan tanganya kedepan.
" Jangan coba coba menyentuh IbuKu" ucap Diana sambil memperlihatkan kepalanya kepada Arthur.
"Dia itu Nenekku! Cepatlah menyingkir atau nilai maganMu akan ku beri nilai merah semua" ancam Arthur pada Diana.
"Dasar ...selalunya menggunakan kekuasaan untuk menekan orang" ucap Diana sambil menyingkir dari hadapan Naomi.
"Makanya jangan coba coba melawanKu, atau nasibMu menjadi bubur ha ha ha" ucap Arthur menertawai Diana.
"Ayo masuklah ....Tak baik berdiri depan rumah. Disangkanya nanti orang kita lagi demo massal!" ucap Naomi mempersilahkan kedua tamunya untuk masuk.
Setelah melakukan perbincangan yang panjang kini Ryo dan Arthur kembali pamit karna ada suatu perkerjaan yang mereka harus selesaikan.
********************************
Enam bulan kemudian..................
"Nyonya .......Tuan..........Raymond hilang" ucap Seorang babysitter menggedor gedor daun pintu bilik Abraham.
__ADS_1
👉tetep beri like, coment, vote serta rate bintang lima ya trimah kasih.