
Semua terdiam seketika hanya Rita yang
saat itu menyunggingkan bibirnya dan merasa sangat puas bisa menekan Abrahan, Maya dan para pemegang saham lainya.
"Ryo kenapa Kau diam saja disitu! Apa Kau sudah budek" ucap Rita membentak kearah Ryo yang cuman tertunduk saat ini.
Lama Ryo berpikir kemudian menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan sangat kasar. Sungguh pilihan kali ini membuatnya dilema.
"Baiklah Mom! Ryo akan melakukan semua keinginan tamak dari Mommy itu! Bram sebagai CEO kau pasti mengeri bukan kata dari Mommyku itu, Aku mohon kepadaMu berilahkanlah semua saham miliKu itu kepadanya " ucap Ryo mencoba tegar walau hatinya tidak mau berucap seperti itu.
Dengan senyum lebar Abraham mengangguk pelan setelah mendengar ucapan dari Ryo.
"Akhirnya kalian menyingkir juga dari perusahan milik buyutKu ini" ucap Abraham senang dalam hati.
"Leon kau tau bukan Apa yang harus Kau lakukan! Usahakan hari ini juga semua saham Ryo cabut dari perusahan AMANDA grup tanpa sisa! Aku tidak mau ada lagi pengacau yang menanam sahamnya di perusahan ini" ucap Abraham dengan tegas sambil menekan kata pengacau untuk menakuti pemegang saham lain yang akan berulah seperti Rita .
"Baik Tuan Abraham Aku akan laksanakan sesuai perintah Tuan" ucap Leon dan segera berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Mata Rita membelalak! Ternyata Ancamanya menyerang balik dirinya. Abraham ternyata tidak gentar sama sekali dengan Ancamanya itu.
"Hay Kau Abraham sekarang Kau senang bukan, bisa memiliki sepenuhnya perusahaan ini yang sejak dulu keluargaMu impi impikan! Kau sekarang bisa berlenggak lenggok mewujudkan mimpiMu karna bantuan perempuan sial itu" ucap Rita dengan geram sambil menunjuk bergantian antara Abraham dan Maya.
__ADS_1
Abraham mengeryitkan dahinya dan tiba tiba senyumnya terbias seketika.
"Ha ha ha Nyonya Rita Nyonya Rita terkadang kalau bercanda kadang ada benarnya juga! Kau masih ingat juga ya keinginan Ayahku sebelum beliau meninggal! Tapi tentunya ada yang Anda lupa ! Kau masih ingat bukan kejadian 20 tahun silam.
Kau dan suamiMu menfitnah Ayahku saat menjadi CEO disini, Segala macam cara kalian berdua lakukan supaya Ayahku bisa lengser dari kursi CEO agar suamiMu bisa menggantikan posisi Ayahku saat itu" ucap Abraham menyunggingkan bibirnya menatap kearah Rita.
"Ha ha ha ..Abraham Abraham Kau itu bocah kemarin sore yang tidak tau masalah perusahan saat itu jadi kau jangan banyak bicara! Dan kau ingat baik baik keluargaMu itu pecundang Mau menguasai seluruh harta milik Ibuku, untung ibuKu bisa menyadari dan mempercayaiku serta menunjuk Teos sebagai CEO saat itu" ucap Rita lebih sinis lagi dari Abraham.
"Mempercayai Nyonya? kalau Nenek Amanda mempercayai Anda kenapa beliau menyerahkan sahamnya 50 % kepada Maya dan Arthur bukannya kepada Anda. Coba pikir secara logika Apa orang mempercayai kita akan memberikan hartanya kepada orang yang mereka tidak percayai! Nyonya nyonya jangan jangan otok Anda sudah ada yang mulai bergeser" ucap Abraham dengan nada mengejek kepada Rita.
Semua orang di tempat itu seketika tertawa mendengar ucapan Abraham sehingga membuat Rita tambah geram kepadanya.
Tidak lama kemudian Leon datang membawah map berisi berkas dan surat surat penting kemudian mendekat kearah Abraham.
"Tuan ini yang Anda butuhkan, semuanya sudah lengkap disitu tinggal dibubuhi tanda tangan Tuan Ryo atau Nyonya Rita saja, maka saham mereka sudah sah mereka cabut dari perusahaan ini" ucap Leon sambil memberi map warnah hijau kepada Abraham.
"Bagus Leon kau memang bisa di andalkan! Nah Ryo ambillah dan tanda tanganlah bersama IbuMu di kertas ini maka semua saham keluarga kalian di perusahaan ini sudah tidak ada lagi" Ucap Abraham menyodorkan map Itu kepada Ryo.
Ryo melangkah tapi kakinya begitu berat! Rasanya berat sekali baginya melepas diri dari perusahaan yang sudah membesarkan namanya itu.
Ryo mengambil map dari tangan Abraham dan melangkah mendekati ibunya.
__ADS_1
"Mom Ambillah! semua kuserahkan kepadaMu! Bagi Ryo semua harta yang kita miliki selama ini sudah tidak ada artinya lagi bagi Ryo! Jadi mulai saat ini semua milik mommy! Maafkan Ryo mom bungkin ini yang terakhir kalinya mom bisa melihat Ryo, Ryo mohon jaga diri Mom baik baik" ucap Ryo sambil mencium tangan Ibunya.
Sebelum melangkah Ryo memandang seisi Ruangan itu bayangan bayangan masa lalunya di perusahaan itu bagaikan film yang sesekali bisa mucul dan bisa ia putar kapanpun Ia mau.
Ryo menghapus Air matanya dengan kedua telapak tanganya dan mencoba sekuat hati untuk melangkah pergi dari tempat itu.
"Ryo.... Jangan pergi Nak" ucap Rita sambil memegangi dadanya yang terasa sakit.
Ryo terus melangkah tanpa berpaling lagi kearah ibunya yang sedang memanggilnya.
"Ryo ....." ucap Rita dan tiba tiba terjatuh di lantai sambil memegangi dadanya dan Ia sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Ryo.... ibumu pingsan" Teriak Abraham sambil berlari mengangkat tubuh Rita.
Ryo segera berbalik dan berlari mendekati Ibunya..
"Mommy......." Teriak Ryo mengendong ibunya dan melarikanya ke luar gedung menuju rumah sakit terdekat.
ummm kira kira apa yang akan terjadi ya??
đŸ‘‰Author minta like, coment ,vote nya ya gratis kok trimah kssih .
__ADS_1