
Selepas Leon pergi kecanggungan antara Abraham dan Ryo terlihat disana.
Abraham sibuk dengan laptop kerjanya sedangkan Ryo sibuk memainkan jarinya pada layar handponenya.
"Hem...." gemam Ryo
Abraham yang sedari memandangi layar laptopnya mengankat kepalanya dan menatap ke arah Ryo.
"Hem apa ?" ucap Abraham singkat.
"Bagai mana keadaan anak Aku sekarang! sudah lama sekali Aku tidak melihatnya" ucap Ryo sedikit murung .
"Maksud Kau Arthur?"jawab Abraham.
"Iya ..! Siapa lagi Anakku selain Dia!" balas Ryo sambil mengetuk ngetuk punggung meja menggunakan jarinya.
"Aku kira kau punya Anak perempuan! yang sering kau bangga bangakan dulu!" ucap Abraham sambil menutup layar laptopnya.
Lama Ryo terdiam, benar kata Abraham dulu Ryo sangat membanggakan Azura segala keinginannya pasti di penuhi olehnya walau terkadang itu mustahil bagi orang lain tapi bagi Ryo, Ia akan menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan apa yang diinginkan Azura walau harus mengancam atau membunuh orang lain.
"Dia bukan anakku!" ucap Ryo sambil menopang dagunya menggunakan tanganya.
Abraham melotot mendegar ucapa Ryo.
__ADS_1
"Terus Dia anak siapa?" ucap Abraham sedikit santai karna Ia sudah tau kalau Ryo itu mandul.
"Harus nya kau bilang Apa...?Tapi kenapa reaksiMu biasa biasa saja! Apa kau sudah tau semuanya tentangku ?" ucap Ryo memandangi Abraham.
Abraham tidak langsung menjawab Ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah jendela yang sedikit tertutupi gorden putih untuk menghalau cahaya masuk dalam ruangan itu.
Abraham.
"Aku sudah tau semuanya dari docter Ryan kalau kau sudah tidak bisa lagi mempunyai keturunan! kau masih beruntung sebelum kecelakaan itu Maya sudah mengandung Arthur! tapi sayang kau membuangnya kau lebih memilih batu daripada berlian" ucap Abraham memandang kearah Ryo yang masih duduk di depan meja kerjanya.
Ryo diam terpaku mendengar ucapan Abraham matanya mulai berkaca kaca mengingat kejadian 19 tahun lalu.
"Kau belum jawab pertanyaanKu tadi? Siapa Ayah dari Azura? ucap Abraham mengulang pertanyaanya.
"Dia anak dari....." ucap Ryo menggantung ucapanya .
Ryo menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya sangat pelan.
"Dia anak dari Teos dan Viona" ucap Ryo sedikit menundukkan kepala.
__ADS_1
Ryo
Abraham membelalakkan matanya mendengar ucapan Ryo
"Apa yang Kau maksud Teos AyahMu? " ucap Abraham sedikit membelalakkan matanya kearah Ryo.
Ryo hanya mengangguk pelan.
"Sungguh kasihan diriMu Ryo! Darah dagingMu membenciMu, Ayah dan istriMu menghianatimu! Mungkin kalau orang lain di posisiMu sekarang ini mungkin Ia tidak akan sekuat Dirimu" ucap Abraham sambil duduk kembali di kursinya.
"Sebenarnya Aku juga rapuh dengan semua ini! Orang mungkin melihatKu baik baik saja tapi mereka tidak tau kalau hatiku hancur berkeping keping mungkin inilah cara TUHAN menegurku dengan apa yang Ku perbuat selama ini" ucap Ryo tertunduk sedih.
Tidak Lama kemudian dari Arah pintu tampak seseorang sedang mengetuk pintu dari luar.
Tock ...tock...tock..
"Masuklah....." ucap Abraham .
Pintu terbuka nampak Leon dan Rico muncul dari arah pintu
"Masuk cepat .." ucap Leon menarik kasar kerah baju milik Rico.
Mereka berdua Melangkah memasuki Ruangan itu dan mendekat kearah Abraham dan Ryo.
__ADS_1
👉maaf up cuman dikit karena Author lagi sibuk ..mudah mudahan nanti malam bisa up lagi jangan lupa vote,coment,like dan follow yang banyak ya ..makasih.