
Viona hanya tersenyum getir mendengar ucapan dari Ryo, Urat malu dalam dirinya mungkin sudah putus.
"Dengarkan semua yang ada di dalam ruangan ini! Pria yang berdiri di hadapan Aku sekarang ini adalah pria sepotong iblis sepotong manusia, Ia relah membuang istrinya yang sedang mengandung demi menguasai harta milik Nyonya Amanda" ucap Viona dengan lantang.
Semua tamu undangan dan karyaman kembali saling berbisik satu dengan yang lain.
"Oh ternyata benar ya, berita yang sempat viral kemarin di media sosial! Saya kira cuman isu untuk mencemarkan nama baik keluarga Nyonya Amanda. " ucap Seorang pria kepada temanya yang di ketahui bernama nino.
"Iya saya juga beranggapan seperti itu, Tetapi setelah mendengar sendiri langsung dari mulut mantan Istri Tuan Ryo saya baru benar benar percaya kalau kelurga mereka itu benar benar kejam memperlakukan Nyonya Maya srperti itu" Balas Nino kepada temsnya.
"Kau benar benar perempuan tak tau diuntung! dengarkan semua kalau bukan hasutan dari perempuan ini dan selingkuhanya itu tidak mungkin Aku setegah itu dulu kepada IstriKu! walau kuakui Aku juga salah dalam hal ini, Akan tetapi kalau bukan perempuan ini yang sering merayuku dan menjelek jelekkan istriKu di hadapanku semua itu takkan mungkin terjadi" ucap Ryo mencoba membelah diri di hadapan para tamu undangan.
Maya yang sedari tadi terdiam mulai membuka mulut.
"Apa sudah cukup derama kalian berdua? Kalau begitu segeralah tingalkan tempat ini! Kami mau melanjutkan acara kami selanjutnya! dan pastinya kalian tau bukan arah pintu keluar dari gedung ini" ucap Maya menghentikan perdebatan diantara Ryo dan Viona.
Ryo cuman tertunduk membisu Ia sungguh sungguh masih ingin merada di tempat itu untuk menyaksikan kegembiraan putranya.
Lain halnya dengan Viona, Ia berjalan mendekat kearah Maya.
"Beraninya Kau mengusir Kami! Kau ingat siapa diriMu, kau itu cuman anak Babu yang hina di kediaman Nyonya Amanda! Entah guna guna apa yang kau beri padaNya sehingga Ia dengan mudah menyerahkan sebagian besar dari hartaNya itu kepadaMu dulu" ucap Viona sedikit menekan kata Babu untuk menjatuhkan harga diri Maya di depan umum.
"Viona ...Viona Kau benar benar wanita tidak tau malu berucap! Apa Kau tidak ingat Asal muasal keluargaMu dulu ah! Keluarga kalian itu cuman Jamur yang hidup subur di keluarga Amanda! Keluarga Kalian relah menyingkirkan orang lain demi mendapatkan apa yang keluarga kalian inginkan! Ya bisa dikata keluarga kalian penjilat berkepala dua di depan manis tapi di belakang menikam mengertikan maksudKu?" ucap Maya dengan nada sinis kembali menyerang balik ke Viona.
__ADS_1
"Berani sekali Kau menghina keluargaaku perempuan Sial " ucap Viona sambil mengayunkan tanganya kearah wajah Maya tetapi segera di tangkap oleh Maya dan memutarnya ke belakang serta menguncinya.
"Jangan berani berani Kau menyentuhKu lagi! Apa kau belum sadar tentang kekuatanKu Viona dan apa Kau belum paham dengan apa yang telah terjadi kepada perekonomian keluargaMu saat ini sehingga Kau menjual Dir! untuk memenuhi kebutuhan Mu! Sebenarnya Aku melakukan itu untuk memberiMu efek jerah dan Kau mau memperbaiki kesalahanMu selama ini tapi Nyatanya Kau masih saja tidak mau berubah jadi jangan salahkan Aku kalau Aku bisa lebih tega dari itu." ucap Maya sambil mendorong tubuh Viona ke depan hingga hampir terjatuh.
"Ternyata Kau yang membuat hidup keluargaKu bangkrut dasar iblis kau Maya" ucap Viona sambil membuka tasnya dan mengeluarkan sebilah pisau dari dalam tas kecilnya itu .
Viona mencoba mengarahkan pisau yang ada di tanganya ke arah perut Maya, Maya yang belum terkesiap dengan hal itu hanya pasrah dan tidak sempat menghindar.
Tapi tiba tiba tubuhnya terdorang jauh dan terjatuh di ke lantai. Ternyata seseorang mendorangnya dengan keras dan menyerahkan tubuhnya sebagai tameng untuk melindunginya.
"Ibu ....."teriak Maya sambil merangkak mendekati tubuh Naomi yang sudah berkelimangan darah.
" Sayang ....bertahanlah" ucap Jonathan yang sigap menangkap Tubuh Noami yang hampir terjatuh.
Leon segera menangkap tangan Viona dan merampas pisau yang ada di tanganya saat itu.
"Ibu ,Nenek ....." Ucap Maya dan Arthur secara bersaaman setelah mendekati tubuh Naomi yang terkulai lemas di pelukan Jonathan .
"Jo segera bawah ibuKu kerumah sakit dan berikan perawatan terbaik baginya! Aku akan membereskan wanita siluman ini dulu nanti saya akan menyusul kalian" ucap Maya kepada Jonathan sambil memberi tatapan membunuh untuk Viona.
"Ayo cepat JO kasihan Ibu kehabisan darah" ucap Abraham ingin menggendong Naomi tapi Jo tidak memberikanya.
"Iya Tuan ayo..." ucap Jonathan sambil membawah pergi Naomi kearah pintu .
__ADS_1
Setelah kepergian Abrahan dan Jonathan .
Maya menedekati Viona dengan mata memerah
Plack ...plack ...dua tamparan keras mendarat di wajahnya .
Viona hanya meringis kesakitan tanpa bisa berbuat sesuatu karena tubuhnya di peluk erat oleh Leon.
"Puas Kau perempuan sund4la...." ucap Maya menarik rambut Viona.
"Itu belum seberapa Aku akan menyiksa keluarga kalian satu persatu supaya kalian merasakan juga apa yang di rasakan oleh keluargaKu" balas Viona yang meringis kesakitan karna rambutnya di jambak oleh Maya.
"Oh kalau begitu ...sebelum Kau melakukanya Aku akan menyiksaMu terlebih dulu supaya kau mengerti apa Artinya di siksa! Leon bawah dia ke penjara bawah tanah perlakukan perempuan ini sama dengan para musuh dan penghianat besar dari Amanda grup" Ucap Maya sembari meninggalkan Leon dan Viona.
Leon mengedipkan bahunya Ia merasa ngeri perempuan seperti Viona akan merasakan penyiksaan yang begitu tragis di penjara bawah tanah milik Amanda grup. Leon kemudian mengangguk dan Menyeret Viona keluar dari Gedung itu.
Maya melangkah keluar diikuti oleh Arthur di belakangnya sebelum melewati Ryo, Arthur berhenti sejenak dan menatap Kearah Ryo.
"Apa Tuan belum puas dengan apa yang Tuan lakukan kepada keluarga kami! Lihatlah akibat dari istri Tuan itu Nenekku yang tidak tau apa apa harus berjuang hidup karna perbuatan dari keluarga Tuan " ucap Arthur tersenyum getir dan melanjutkan langkahnya mengejar ibunya.
Ryo tak bisa berkata apa apa Ia hanya menatap Arthur dengan mata berkaca kaca.
"Maafkan Ayah Nak ! Tapi sungguh Ayah tidak tau sama sekali kalau hal ini akan terjadi pada Nenek kesayanganMu " ucap Ryo dengan pilu.
__ADS_1
đŸ‘‰terus like ,coment dan Vote ya ....trimah kasih .