DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
35 .KESEDIHAN ARTHUR POV AYAH .


__ADS_3

Sudah seminggu Arthur dirumah sakit , hari ini docter Vian mengizikannya untuk pulang.


Maya yang di temani oleh Naomi mengemasi seluruh barang barang selama mereka ada di rumah sakit.


Abraham saat itu sudah memberi kabar kalau dia tidak sempat datang karna ada rapat darurat di kantor.


Akan tapi Ia tetap menyuruh Jonathan untuk menjemput mereka dirumah sakit dan Pastinya Abraham tidak lupa juga menyuruh Ryan sahabatnya datang tiap seminggu sekali untuk mengontrol terus kondisi kaki Arthur yang patah


Waktu terus berlalu hingga tiba waktu untuknya mereka mengemasi barang barang mereka dan kembali kerumah.


Jonathan yang sedari tadi sudah berada di rumah sakit membatu mereka membawahkan


tas menuju ke arah mobil.


Setelah dianggap benar benar rampung kini mereka mereka berempat masuk dalam mobil.


Jonathan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hanya perlu waktu tiga puluh lima menit kini mereka sudah tiba di kediaman mereka.


"Akhirnya ........" ucap Arthur legah.


Arthur menghempaksan tubuhnya diatas pembaringan yang selama ini sangat Ia dirindukan ...


Arthur yang kini terus memandangi langit langit kamarnya dan tak hentinya mengingat kejadian di cafe itu.

__ADS_1


bayangan bayangan Ryo bak hantu yang selalu bergentayangan kesemua sudut kamar .


"Seandainya TUHAN menjawaban satu dari seribuh doa doaku! Aku hanya meminta kepadaNyA memberiku kesempatan untuk membalas dendamKu terhadap TUAN angkuh itu" ucap Arthur dengan mata berkaca kaca.


"Ah....menyebut namanya saja aku sangat jijik .....oh TUHANKU sesakit inikah hatiku sehingga mengalahkan sakit raga yang kurasa" Lanjut Arthur sambil menyekah buliran Air mata di pipinya.


Tidak berapa lama pintu kamar Arthur di ketuk dari luar, Seketika itu membuyarkan lamunanya tentang Ryo


" Iyaa .....masuklah pintunya tidak dikunci"ucap Arthur dari dalam kamar sambil memperbaiki posisi tidurnya .


Maya masuk membawa nampan yang berisi minuman dingin .


"Nak minum dulu kau pasti haus kan?"ujar


"Baik bu dan trimah kasih "balas


Arthur sambil mengambil gelas berisi minuman dan meminumnya hingga mentok.


Maya cuman memperhatikan dengan seksama selama di rumah sakit Arthur jarang sekali bicara mungkin troma pemukulan itu masih sangat membekas di ingatannya .


"Nak selama dirumah sakit sampai sekarang kenapa kamu sagat berubah! jangalah sampai gara gara peristiwa itu membuatmu berlarut larut dalam kesedihan" ucap Maya sambil membelai pucuk kepala anaknya itu


Arthur tidak menggubris ia hanya menarik nafas dalam dalam dan membuangnya secara kasar.


matanya menatap lurus ke arah dinding bagai lazer ingin merobohkan seisi dinding kamar itu .

__ADS_1


"Tapi kenapa bu.....? kenapa TUAN itu sering sekali menyiksaku secara bertubih tubih tanpa ampun! meneteskan titik demi titik darah yang ada dalam tubuhku !...kenapa harus aku bu ...kenapa !?"ucap Arthur .


Tanganya yang terkepal memukuli bantal yang berada di sebelahnya dan tidak bisa terbendung lagi airmatanya membentuk bulir bulir kecil kristal menetes di atas pipinya


Maya yang melihat itu langsung meranggkulnya dan sesekali mengelus pundaknya dengan rasa kasih sayang.


Baru kali ini Maya melihat Arthur sedemikian hancur! anak yang selama ini periang dan tanpa rasa putus asah kini rapuh bagai ranting kering di dahan pohon.


"Sudah Nak....! Arthur harus kuat TUHAN mencobaiMu karna DIA tau kau sanggup melewati semua ini " ucap Maya sambil memeluk tubuh anaknya itu.


Pelukan yang di berikan Maya seakan akan menjadi obat penenang bagi Arthur . Tubuhnya yang tadi bergetar meluapkan apa yang ada di hatinya kini berangsur angsur normal kembali.


"Andai Ayah tak meninggalkan kita pasti kini


Ibu dan Arthur ada yang melindungi?Tapi sungguh nasib Arthur kurang mujur punya Ayah tapi breksek! membuang Ibu saat mengandung Arthur Ayah macam Apa itu ? ucap Arthur dengan wajah muram .


Maya yang mendengarkan semua ucapan langsung dari bibir Arthur mulai mengeluarkan air mata.


Wajah cantiknya kini sudah tak berbentuk lagi


dulu setiap kali Arthur bertanya tentang Ayahnya ..Maya pasti menjawabnya kalau Ayahnya meninggalkanya di saat sedang mengandungnya ..


Tanpa sadar dengan ucapanya itu Maya telah menanamkan kebencian kedalam hati Arthur.


👉budaya like ,vote ,coment , favorite dan follow ya makasih ..

__ADS_1


__ADS_2