
Siang itu Arthur melangkah menuju tempat kerjanya semula , rasa bosan berleha leha di rumahnya membuat sekujur tibuhnya terasa remuk tak bertulang .
Hanya butuh waktu 30 menit Arthur sudah berdiri di depat cafe . langkahnya diayun menuju gerbang pintu bangunan tersebut .
"Assalamu Alaikum " sapa arthur sebelum memasuki ruang cafe .
Susi yang dari tadi sibuk dengan aktifitasnya berbalik badan melihat ke arah datangnya suara .
"Waalakum salam " hay hay hay pria tampan kau datang " kata susi sambil mendekati arthur .
"Kak susi lebay dhe " ucap sambil geli geli sendiri mendengar ucapan susi .
" Kau ini di puji malah mengatai ..he he he " ucap susi senyum senyum sendiri .
"Iya maaf kak cantik ..he ..he ..makasih sanjungan ya arthur sungguh terharu!?" balas arthur dengan senyum.
"gimana keadaanmu !" apa kakimu sudah membaik !?" ucap susi masih mengingat kejadian wantu itu.
"Seperti yang kakak lihat sekarang ini!" Arthur sudah lebih baik kak walau rasa nyeri saat berjalan masih terasa " ucap arthur sambil memegangi kakinya .
"Oh kalau begitu kerja yang ringan ringan aja dulu " ucap susi merasa kasihan ke arthur.
Setelah percakapan singkat itu kini mereka berdua melakukan kegiatan seperti sediakala.
__ADS_1
Pengunjung saat itu belum terlalu ramai masih ada sebagian kursi yang menganggur tak bertuan .
Dari arah pintu muncul dua gadis belia. mereka masuk sambil sesekali cengengesan dan bercanda ria .
kedua gadis itu menuju kursi kosong yang masih tersedia di pojok bagian kiri bangunan itu
" beb gimana kabar america sekarang " ucap diana sambil mendudukan tubuhnya di kursi .
" masih sama yang dulu patung liberty masih tetap melakukan kegiatan yang sama, berdiri dengan mahkota kawat besinya dan memegangi obor apinya " ucap azura dengan asal.
Susi yang sedari tadi di belakang mereka hanya cengar cengir mendengarkan dua bocah labil yang saling melemparkan pertanyaan konyol masing masing .
"Humm" ..permisi , maaf saya menggangu kegiatan mba mba sebentar kalau boleh tau mba mba yang manis ini mau pesan apa !?" ucap susi dengan sopan .
"Mba Mba ...emanya kita mba mu !?" ucap azurah dengan ketus .
"ussstt......." ucap diana menenangkan azurah yang tak terimah di katai mba mba
"Maafkan saya nona manis saya hilaf " ucap susi memalas.
"gak apa kok mba santai aja " ucap diana dengan senyum manis .
"kalau begitu nona nona ini mau pesan apa !?" ucap susi yang kini sudah sangat hati hati mengeluarkan perkataan basa basinya .
__ADS_1
" untuk nona manis ini jus nenas tapi esnya di banyakin dikit ya !' kalau saya jus alpokat saja tapinya gak usah terlalu dingin ditambah 2 buah Roti maros " ucap diana dengan sopan .
"baiklah nona nona manis harap menunggu sebentar kami akan segera menghantarkan pesanan nona nona " ucap susi sambil berlalu meninggalkan mereka.
Lain halnya dengan azura sejak dirinya di panggil mba mba , wajahnya saat itu berubah masam , ia hanya diam sambil melipat kedua tangannya di depan dada .
Diruang lain susi nampak gelisah , susi hanya mondar mandir dan sesekali menarik napas dengan kasar . melihat susi bertingkah tak seperti biasanya arthur melangkah mendekatinya .
"kak kok gelisah amat " ucap arthur menghentikan langkah kaki susi .
" iya thur ..pesanan dari meja 7 sudah siap tapi kakak enggan membawanya kesana" ucap susi sambil memandangi arthur .
" kenapa emangnya kak " balas arthur penasaran .
" pokoknya salah satu penghuni meja 7 tu ya memiliki aura menyeramkan beda dengan temanya satu " ucap susi .
"baiklah kalah kakak gak bisa biar arthur aja mumpun arthur lagi kosong nich " ucap arthur sambil mengambil nanpan di tangan susi .
"cius nich ..apa kamu tidak takut kena terkam " ucap susi meyakinkan arthur .
"cius bangat ..malah " ucap arthur sambil berlalu meninggalkan susi yang masih dalam keadaan begong .
👉hay ..silessurang ogiku ..dan teman teman di seluruh indonesia gencarkan like , coment, vote ,favorite , serta rate bintang 5 ya ..makasih 👈
__ADS_1
@bersambung@