DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
161. MAYA PINGSAN.


__ADS_3

Jonathan terus saja menyesal hingga matanya tertujuh pada Mia yang sedang duduk tertunduk lesu di hadapannya.


"Mia ini semua gara gara Kamu! sudah Kubilang dari kemarin kemarin Kalau Aku tak ingin bertemu denganMu lagi tetapi, Kau tetap saja memaksaKu dan menangis. Ingat Aku sudah tidak menyukaiMu lagi maka dari itu lupakan semua rasaMu kepadaKu karna sampai kapan pun perasaanKu ke pada Nyonya Naomi tidak perna akan pudar" ucap Jonathan berlalu meninggalkan Mia.


"Jo...." ucap Mia sambil menangis memanggil nama Jonathan.


*******************


Sementara itu di kediaman Maya. Nampak Maya, Arthur dan Naomi sedang duduk di ruang tamu.


"Bu kenapa Leon lama sekali menjemput Tiara" ucap Maya sedikit gelisah menunggu kedatangan Tiara.


"Tiara siapa si Bu" ucap Arthur sedikit penasaran dengan nama itu.


"Tiara itu anak teman Nenek! Dia datang dari sulawesi karna Ibu dan Suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.Hanya Neneklah satu satunya yang Ia punya sekarang ini' ucap Naomi menerangkan kepada Arthur siapa sebenarnya itu Tiara.


"Astaga tragis juga hidupnya ya Nek" ucap Arthur prihatin atas apa yang menimpah Tiara.


"Makanya itu kita harus tegar dengan apa yang kita alami sekarang ini, karna di luaran sana masih banyak yang lebih menderita di banding kita" ucap Naomi sambil mengusap usap rambut Arthur.


Tidak lama kemudian sebuah ketukan terdengar dari arah daun pintu.


Maya segera berdiri dan melangkah menuju kearah pintu .


"Ee Dek Tiara dan Leon !Silahkan Masuk" ucap Maya mempersilahkan mereka masuk.


Maya mengandeng tangan Tiara sementara Leon mengikuti mereka dari belakang sambil menyeret koper milik Tiara.


"Nyonya dan Tuan Muda! kalau begitu saya permisi dulu" ucap Leon setelah meletakkan barang barang Tiara di samping sofa.


"Trimah kasih Leon atas bantuanya" ucap Maya memandang kearah Leon.

__ADS_1


"Sama sama Nyonya "Balas Leon dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Nak Tiara kenalin ini cucu Ibu namanya Arthur" ucap Naomi memperkenalkan Arthur kepada Tiara.


Arhur menyodorkan tanganya kearah Tiara dan disambut baik oleh Tiara.


"Baiklah mari Kakak tunjukkan bilik kamu" ucap Maya mengajak Tiara.


Keduanya melangkah menuju bilik yang sudah lama tidak terpake oleh mereka.


Bilik itu memang di peruntukkan khusus untuk tamu.


"Ayo masuklah " ucap Maya mengajak Tiara untuk masuk dalam bilik yang lumayan besar untuk 1 orang.


"Trimah kasih Nyonya" ucap Tiara sambil matanya memandang ke setiap penjuru kamar itu.


"Kau panggil kak Maya saja, supaya lebih enak ngobrolnya" ucap Maya sambil tersenyum kepada Tiara.


"Kau ini! Sudalah Kau istirahatlah sebentar setelah itu kita makan malam bersama" ucap Maya sambil melangkah ke luar kamar tapi tiba tiba kepalanya pusing dan Ia terjatuh diatas lantai.


"Kak Maya......." Teriak Tiara sedikit berlari sambil memegangi perutnya .


Naomi dan Arthur segera berlari ketika mendengar teriakan Tiara menyebut nama Maya.


"Ibu kenapa Bi" ucap Arthur memangku tubuh ibunya.


"Saya tidak tau Nak ! Tiba tiba saja ibuMu terjatuh dan tidak sadarkan diri" ucap Tiara menangis.


"Sudah Kau jangan menangis! Mari kita angkat Dia ke pembaringan" ucap Naomi.


Setelah Arthur, Naomi dan Tiara meletakkan Maya datas pembaringan dengan cekatan Naomi menghubungi Eky sahabat genknya yang dulu.

__ADS_1


"Hallo! ada apa Kau menghubungiKu nenek sombong! Teriak Ibu Eky dalam handpone milik Naomi, membuat Naomi sedikit menjauhkan handpone tersebut dari daun telinganya.


"Santai aja kalie!" ucap Naomi mengosok gosok daun telinganya.


"Iya terus ada apa Kau menghubungiKu?ucap Ibu Eky masih sedikit cuek pada Naomi.


"Bisa tidak Kau suruh docter Any anakMu itu kerumahku" balas Naomi.


"Siapa yang Hamil" ucap Ibu Eky sedikit heran


"Bukanya hamil Eky...! Maya Akhir akhir ini dia sering pusing dan Mual Mual dan barusan Ia pinsan jadi Aku harap Kau bisa menyuruh anakMu kemari sebentar" balas Naomi.


"Baiklah Tunggu sebentar Aku akan menyuruhnya kerumahMu" ucap Ibu Eky.


"Baiklah trimah kasih banyak" ucap Naomi sambil mematikan panggilanya.


Tidak lama kemudia dari arah luar pintu nampak docter Any sedang mengetuk pintu dan tak lupa memberi salam.


Naomi bergegas membukakan pintu.


"Silahkan masuk Docter" ucap Naomi mempersilahkan Docter Any masuk.


"Trimah kasih Bu" balas Docter Eny.


Keduanya melangkah menuju kamar dimana Maya sedang berbaring disana.


"Baiklah ! sebaiknya kalian menunggu diluar " ucap Docter any kepada mereka bertiga.


Ketiganya langsung mengangguk dan keluar dari bilik itu.


Lama mereka berdiri di luar kamar hingga Docter Any muncul dari balik pintu.

__ADS_1


👉tetap beri like , coment dan vote ya makasih....


__ADS_2