DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
29.PROTECTIF .


__ADS_3

Langkah kaki kedua pria tampan itu ..memasuki gedung rumah sakit . para mata karyawan pertuju ke arah mereka ..karisma ketampanan mereka tak pudar di makan usia ..


" pria yang sempurna " ucap karyawan wanita yang sedari tadi mengarakan pandanganya ke abraham


"kupaska ayah " wanita di sampingnya ikut menyaut dengan nada centil.


Abraham yang mendengar samar samar hanya berdecis, sifat dinginnya tidak perna beruba pada orang yang tidak dikenalnya .


Langkah mereka kini menuju ruang VIP dilantai 5 bangunan itu .


Tidak memerlukan waktu yang lama mereka kini berada pas depan ruang inap dimana Arthur sedang dirawat ..


tock ......tock.....tock....


"Assalamu Alaikum ..." ucap Abrahsm memberi salam sambil mengucap salam .


Dari dalam ruangan tampak Maya bergegas membukakan pintu sembari membalas salam.


"Waalaikum salam "ucap Maya .


Abraham dan Maya saling bertatapan


" Maya .....Bram.! " ucap Abraham dan Maya bersamaan


Maya memperhatika Abraham dengan seksama kenapa tiba tiba Abraham berkunjung tanpa memberi tahunya terlebih dulu .


"Pak ada apa ke mari " ucap Maya heran .


" Saya mau jenguk anak saya ! Maya sendiri kenapa ada ruangan ini? tanya Abraham balik.


Mendengar kata anak sontak Maya kaget

__ADS_1


" Anak ? pak Abraham salah kamar ini kamar anak saya " Ucap Maya merasa heran


"Sudah sudah kalian ini seperti suami istri yang 30 tahun berpisah dan saling memperebutkan anak ! Maya.. izinkan kami masuk dulu entar soal anak kalian kita bahas di dalam oke " Thomas yang ikut ikutan bingung .


Maaf Tuan saya lupa ! silahkan masuk" ucap Maya malu malu .


Abraham langsung ke arah pembaringan dan mendudukkan bagian tubuhnya diatas kursi yang terletak di samping tempat tidur


Tidak beda dengan apa yang di lakukan Naomi sebelumnya.


Abraham mengusap usap kepala arthur wajahnya yang tampan memancarkan kesedihan yang amat dalam .


Sekilas bila orang tak mengenal mereka berdua pasti berkata hubungan mereka memang benar benar anak dan ayah kandung sesungguhnya.


" Seberat inikah beban yang kau tanggung Nak ? jika Ayah berada di posisimu sekarang mungkin ini mungkin Ayah tak akan sanggup.." ucap Abraham mengelus pucuk kepala Arthur


Sesekali Abraham membuang sekilas pandangannya kesamping untuk mencegah air matanya terjatuh


Tiga puluh menit berlalu ..Abraham beranjak dari tempat duduknya, Abraham dan Thomas menuju sofa yang berada tidak jauh dari tempat pembaringan Arthur.


Semantara itu Maya yang sedari tadi bertanya tanya dalam hati tentang hubungan Abraham dan Arthur


" kenapa Abraham bisa meyebut arthur anaknya ? Atau jangan jangan arthur punya kembaran ? Ah apaan si mana mungkin ada kembaran Arthur di dunia ini " ucap Maya dalam hati sambil mengigit jarinya .


Beda halnya dengan tiga pasukan centil itu mereka hanya tertunduk dan sesekali mencuri pandang kepada Abraham dan Thomas.


Maya berdiri ketika kedua pria itu mendekati mereka


" Pak Abrahan dan Tuan Thomas silahkan duduk "ucap Maya mempersilahkan mereka untuk duduk .


" Trimah kasih nona cantik dan jangan terlalu formal panggi saja kakek sama seperti Abraham memanggilku " ucap Thomas sambil duduk di sofa .

__ADS_1


"Baiklah kek ! Dan kenalin ini Ibu saya Naomi , tante Eky dan juga Tante Novi " ucap maya sambil memperkenalkan ke tiga wanita parubaya itu.


Theo segera berdiri dan mengulurkan tanganya


" Kenalin saya ..." ucap Thomas tergantung karna Naomi segera memotong ucapanya .


Dia thomas kakek dari pria tampan itu dan dia sahabat saya Eky dan Novi " ucap Naomi ketika Eky dan Novi ingin berdiri memperkenalkan diri.


Maya dan Abraham merasa geli sendiri apa yang di lakukan Naomi .


"protectif bangat " ucap Eky nan Novi bersamaan .


" kalau begitu kami balik dulu ya karna masih ada urusan dikit kata naomi karna sudah melihat kawan kawsnnya sudah mulai gelisah


dan kabarin ibu ya bila ada apa apa lanjutnya untuk mengingatkan maya.


" Maya saya mau tanya apa Arthur anakmu ! ucap Abraham memecah kesunyian .


" Benar pak Arthur anak saya ! kok bapak bisa mengenalnya? Balas Maya yang ingin Tau kenapa Abraham bisa mengenal Arthur .


" Kebetulan sekali Ya! saya sudah menganggap Arthur seperti anak sendiri jauh sebelum kita bertemu ! kapan kapan saya ceritain " ucap Abraham .


Hening...........


"Maya dan para Tuan Tuan kami bertiga pamit duluan ya " ucap Naomi bangkit diiringi kedua sahabatnya .


" Kalau begitu biarkan kakek yang mengantar kalian " Ucap Abraham sambil mendorong dorong pundak Thomas.


Thoman yang pendapat perlakuan seperti itu langsung mengerti maksud dari Abraham .


" Iya Braham kakek akan menghantar mereka " ujar Thomas agak kesal ke Abrahan tapi hatinya berbunga bunga .

__ADS_1


👉like vote masih ditunggu makasih .


__ADS_2