DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
136. MULAI BEKERJA DI AMANDA TV.


__ADS_3

Hari berganti hari kini kehidup keluarga Abraham mulai normar seperti biasa.


Naomi sudah satu minggu keluar dari rumah sakit, kondisinya kini sudah membaik seperti sediakala.


Pagi itu Arthur bersiap siap berangkat ke perusahaan barunya dengan setelan jas ditubuhnya membuat pria berumur 19 tahun itu nampak begitu tampan dipandang mata.



Arthur keluar dari dalam bilik kamarnya dilangkahkanya kakinya menujuh ruang Makan dimana Neneknya dan kedua orang tuanya sedang menunggunya disana.


"Nenek, Ayah, Ibu, Arthur berangkat dulu paman Jonathan dan Diana sudah menunggui Aku sedari tadi"ucap Arthur sambil mencium ketiga punggung tangan orang orang di cintainya itu.


"Apa Kau tidak sarapan dulu?" ujar Naomi ketika Arthur mencium punggung tanganya.


"Tidak My darling! ....Diana membawah bekal yang banyak buat kami" balas Arhur sambil berdiri tepat di samping kiri Naomi.

__ADS_1


Ketiganya saling menatap dan pecalah tawa diantara mereka bertiga...


"Ciee yang lagi di bawahkan bekal oleh pacarnya" ucap Naomi coplos membuat wajah tampan Arthur memerah jadinya.


Arthur merotasikan kedua matanya mendengar ucapan Naomi.


"Apaan sih Nek! Diana itu secretaris Arthur kali, tak ada pacar pacaran seperti yang ada dipikiran Nenek itu" ucap Arthur sedikit kesal lalu memekul lembut bahu Naomi


Kembali tawa ketiga pecah karena kejailan Naomi mengerjai Arthur.


Setelah selesai berpamitan Arthur melangkah keluar Mension. Disana Jonathan sedang merapikan rambutnya di depan kaca spion diluar mobil, sedangkan disana sedang duduk di dalam mobil sambil membolak balik kertas yang ada di tanganya.


"Maaf Tuan muda! saya tidak menyadari ke datangan Anda" ucap Jonathan sedikit gugup dan malu karna ucapan Arthur.


"Ayo berangkat paman... nanti lagi rapi rapinya" ujar Arthur sambil membuka pintu mobil bagian depan.

__ADS_1


"Kenapa tidak di belakang saja Tuan muda biar Diana yang duduk di depan" ucap Jonathan mencegah Arthur untuk duduk bagian depan karna merasa tidak enak majikanya duduk bersanding denganya majikanya.


"Iya Tuan Arthur biar saya dan Ayah yang duduk di bagian depan! Soalnya tidak etislah kalau majikan duduk didepan sedangkan bawahan duduk di kursi penumpang selayaknya bos" lanjut Diana menyambung ucapan Ayahnya dan berniat keluar dari dalam mobil tapi langsung dicegah oleh Arthur.


"Kalian berdua ini Apaan sih! keluarga kami sudah menganggap kalian berdua itu layaknya sebagai keluarga, jadi tidak usah terlalu sungkan begitu denganKu! lagian sebentar lagi kita semua akan jadi satu keluarga, Paman Jo akan menjadi kakekKu dan Kau Diana akan menjadi tante kecilKu " ucap Arthur lalu memasuki mobil dan duduk dengan manis disana.


Jo dan Diana hanya terdiam mendengar bualan dari Arthur, Sungguh bahagia rasanya dalam hati mereka berdua memiliki majikan seperti keluarga Abraham, mereka baik dan tidak memandang kasta seseorang.


Jonathan menghidupkan mesin mobil setelah itu menjalankan dengan kecepatan sedang menuju stasion televisi AMANDA.


"Diana apa saja jadwa Saya hari ini? ucap Arthur memecah keheningan di dalam mobil sambil berpaling ke belakang menatap kearah Diana.


"Hari ini Tuan Muda ada meeting membahas beberapa Iklan yang harus kita luncurkan dan permilihan model yang cocok dengan karakter Iklan yang mau kita pasarkan itu" balas Diana sambil membuka berkas dalam map merah yang sedari tadi di genggamnya .


"Baiklah kau atur saja semuanya" ucap Arthur sambil menatap kembali kearah depan.

__ADS_1


"Baiklah Tuan muda" balas Diana sambil menutup kembali mapnya.


👉maaf upnya mungkin pendeknya ...sekali lagi author minta maaf sebesar besarnya karna author lagi membagi otak untuk novel ANAK TERBUANG DAN CEO DINGING....kalau kawan kawan ada waktu mampir ya tapi sebelumnya itu jangan lupa ninggalin jejaknya ya like, coment, vote, favorite ..gratis kok ...makasih banyak.


__ADS_2