DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
105. SEBENCI INIKAH KAU PADAKU.


__ADS_3

Arthur terus memegangi jari kelingkingnya, tiba tiba matanya menjadi buram, kepalanya terasa pusing dan jatuh tergeletak diatas lantai.


"Arthur.........." teriak Ryo dan menghampiri tubuh Arthur.


Ryo mengangkat tubuh Arthur dan membawahnya keluar cafe menuju rumah sakit .


Ryo mondar mandir di depan IGD wajahnya pucat rambutnya acak acakan.


Sementara itu Rita duduk di kursi dan terus menerus memperhatikan gerak gerik Ryo.


"Ryo kemarilah ..." ucap Rita memanggil Ryo .


Ryo berjalan mendekati ibunya dan duduk di dekatnya .


"Ryo ...tenanglah Anakmu itu tidak akan Mati" ucap Rita sambil memandangi wajahnya di cermin kecil yang segaja di bawahnya.


Ryo mengkerutkan dahinya ucapan ibunya benar benar membuatnya bertambah panik.


"kenapa mom berkata begitu ! harusnya mommy mendoakan Arthur bukan menyumpahinya seolah oleh mom menginginkanya dia mati" ucap Arthur memandangi Rita yang masih asyik memandangi wajahnya dalam cermin kecil itu.


"Siapa yang menyumpahinya, Mom hanya kuatir melihatmu saja dari tadi hanya mondar mandir seperti strikaan" ucap Rita melipat dan memasukkan cermin kecil itu ke dalam tasnya.

__ADS_1


Ryo terdiam sambil menundukkan kepalanya


"Ryo ini kesempatan kita ....! ucap Rita menepuk bahu Ryo .


Ryo mendongak dan menatap kearah ibunya .


"Maksud mommy apa ? ucap Ryo yang masih memandangi Rita cukup lekat .


"Iya ini kesempatan kita mengambil hati Arthur, setelah ini kau rawat dia baik baik berikan dia perhatian lebih setelah itu kau bujuk dia dengan berbagai cara untuk ikut denganmu na disitulah kita mulai rencana kita menguasai harta milik nenekmu"ucap Rita penuh antusias.


Ryo menggeleng gelengkan kepalanya dalam keadaan Arthur terlukaseperti ini ibunya masih memikirkan untuk memperdayainya.


"Mom sudah sudahlah dengan semua ini! Ryo tidak mau menambahkan lagi dendam Arthur dan ibunya kepadaku" ucap Ryo dengan datar .


"Mom..........." ucap Ryo meneriaki ibunya.


Ryo termenung sesekali air matanya menetes mengigat anaknya yang begitu membencinya, memotong satu jarinya hanya untuk memutuskan jalinan darah dengannya .


"Arthur sebenci ini kah kau terhadap Ayahmu ini! Apa tidak ada ruangan kosong buat ayah berteduh di dalam sana! Ayah capek nak ! ayah leleh dengan semuanya ini tolong bukalah pintu hatimu untuk Ayah walau sekecil biji sawi" ucap Ryo mengusap kasar wajahnya.


Tidak lama kemudian pintu ruang IGD terbuka

__ADS_1


Ryo segera berlari dan menghampiri orang tersebut .


"Bagaimana keadaan Anakku docter! ucap Ryo sedikit panik .


"Anak anda baik baik saja Tuan, dia hanya kecapean di tambah dengan luka di jarinya membuatnya tidak sadarkan diri " ujar Docter tersebut .


"Trimah kasih docter apa boleh saya menegoknya "ucap Ryo lagi .


"Boleh tapi setelah di pindahka ke ruang inap" ucap docter itu.


Arthur di pindahkan dari ruang IGD menuju ke ruang VIP.


"Semoga kau nyaman di sana Nak! ucap Ryo setelah menyelesaikan biaya adimistrasi rumah sakit.


Ryo melangkah menuju ruang VIP yang sengajah dia pesan ke pihak rumah sakit agar memberi kenyamanan kepada anaknya itu.


Dengan sangat pelan Ryo menarik gagang daun pintu dan mendorongnya agar terbuka.


Ryo masuk dan mendapati Arthur tertidur pulas diatas pembaringan.


Ryo duduk di kursi samping tempat tidur dan memegang menciumi tangan Arthur

__ADS_1


"Nak tolong maafin Ayah ..." ucap Ryo dengan lirih sambil terus mencium punggung tangan anaknya itu .


👉Ayo kawan kawan beri vote,like ,coment dong agar authort tambah semangat menulis ...gratis kok trimah kasih.


__ADS_2