
Sementara itu di rumah Ry, Ia nampak melotot ke arah tivi! apa yang Ia lihat disana membuatnya shock.
kejadian 19 tahun silam yang coba iya lupakan kini kembali lagi ke ingatanya.
"Berani sekali stasion tv itu memutar rekaman ku! apa mereka sudah tidak takut denganku lagi! Oh TUHAN jagan sampai anakku Arthur melihat adegan penyiksaan ibunya! bisa bisa Arthur tidak akan memaafkanku sampai akhir hidupnya" ucap Ryo frustasi sambil berdiri mengambi jasnya diatas punggung sofa dan memakainya begitu saja.
Sementara dari atas lantai 2 tampak Rita sedang keluar dari biliknya setelah menguncinya kembali Ia melangkah hendak menuruni lantai kamar itu, tapi tiba tiba menghentikan langkahnya ketika melihat Ryo di bawah sana sedang mengucak ucak rambutnya sambil berjalan mondar mandir.
Lama Rita terus memandangi Anaknya itu dan memutuskan untuk menghampirinya.
"Ryo kenapa lagi kamu ini! sejak kamu mengetahui kalau Arthur itu anakmu, kehidupanmu seperti tidak karu karuan lagi! lihatlah Mom! biar permasalahan keluarga menimpa bergitu dasyat tapi mom tetaplah enjoy seperti tidak ada masalah sedikit pun. asal jangan masalah keuangan itu mom takkan sanggut" ucap Rita sambil memper baiki gelang mahal yang ada di tanganya .
Ryo seketika itu berhenti dari aktifitasnya kepalanya menggeleng mendengar ucapan ibunya itu
"Apa di pikira Mommy itu harta dan harta saja! ingat mom kehidupan ini akan terus berjalan, kita perlu suatu keluarga yang akan menjaga kita di hari tua kita nanti! jadi Ryo akan berusaha mendapatkan maaf dari anak Ryo walau harus mengorbankan segalanya"ucap Ryo menatap ibunya.
"Biarpun tidak ada keluarga kalau ada uang semuanya bisa diatur, kita bisa menyewa orang nantinya di saat umur kita sudah usang! tapi bila tidak ada uang bahkan keluarga sendiri tidak akan mengakui kita sebagai keluarganya"balas Rita sambil mendudukkan tubuhnya diatas sofa.
"Sudahlah Mom! berdebat dengan Mommy tidak akan ada habisnya Ryo keluar dulu ada hal penting yang harus Ryo selesaikan" ucap Ryo sambil berlalu pergi.
"Kau ini tidak pernah bisa berubah selalu saja egomu kau turuti " ucap Rita memandangi Ryo hingga menghilang dari arah balik pintu.
__ADS_1
Ryo menjalankan mobilnya lumayan kencang menuju stasion televisi yang baru saja menyiarkan adegan penyiksaan keluarga mereka kepada Maya 19 tahun silam.
Tidak butuh waktu lama kini mobilnya sudah berada di halaman gedung pencakar langit itu .
Para karyawan yang melihat kedatangan Ryo segera tertunduk memberi hormat.
Tidak sedikit pula yang mencibirnya secara diam diam.
"Manusia setengah iblis datang" ucap Nindy yang berada di meja resepsionis kepada Wina .
"Ia..... ganteng si ganteng tapi siluman! amit amit dhe punya suami macam itu" balas Wina sangat pelan yang hampir hampir tidak kedengaran.
Plack........ bunyi meja yang ada di hadapan mereka berdua.
"Dimana meneger kalian? cepak latakan" ucap Ryo sambil memukul meja di hadapan dua karyawan itu.
"Be....liau ada di ruanganya Tuan "ucap Nindy terbata bata karna ketakutan.
Ryo segera melangkahkan kakinya menuju kearah lift. Setelah tiba di lantai paling atas kembali Ryo melangkahkan kakinya agak cepat menuju ruangan Maneger tersebut.
Setelah tiba di depan pintu Ryo langsung membukanya membukanya tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
__ADS_1
Rico yang duduk di meja kerjanya terbelalak matanya setelah mengetahui siapa yang sedang berdiri di hadapanya sekarang ini.
"Ee....e Tuan Ryo silahkan duduk Tuan" ucap Rico terbata bata dengan sedikit keringat di dahinya sakit kagetnya melihat Ryo.
Ryo mendekati Rico dan menarik kedua ujung kera bajunya dengan kedua tanganya.
"Siapa yang menyuruhmu menyiarkan adegan kekerasa keluargaku Ah!" ucap Ryo sambil menatap mata Rico dengan kemarahan.
"Ma..maksud Tuan apa? ucap Rico ketakutan
"Maksud apa...maksud apa?Cepat katakan atau perusahaan ini akan kuhancurkan dan kucabut izin penyiaranya" ucap Ryo kembali membentak kearah Ryo.
"Ampun Tuan! Tolong jangan lakukan itu kasihani karyawan karya kami, mau kerja apa mereka nantinya kalau Tuan mencabut izin perusahaan kami"ucap Rico sambil tertunduk lesu di hadapan Ryo.
"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu berbuat seperti ini Ah!" ucap Ryo sambil membentak kearah Rico.
Lama sekali Rico berpikir hingga Ia berani mengeluarkan suara tanpa berani memandang kearah Ryo.
"Tuan Ab........" ucap Rico menggantung perkataanya.
đŸ‘‰bantu vote , like , coment ya teman teman gratis kok...makasih.
__ADS_1