DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
42. KARTU MATI .


__ADS_3

Masih dalam ruang rapat , sebagian pemegang saham sudah meninggalkan ruang tersebut , hanya tersisa , Maya, Abraham , Ryo , Viona , Jonathan , Naomi dan Leon .


Api kemarahan Ryo kini semakin memuncak semua benda diatas meja rapat dia amburkan Viona yang sedari tadi sebagai pengontrol emosinya kini tak bisa bergeming , dia hanya diam terpaku .


" Abraham puaskan kau sekarang merebut apa yang menjadi hak ku selama ini " ucap Ryo yang mengertak Abraham dengan nada membentak


Abraham yang di gertak hanya bisa senyum tak sedikit pun rasa gentar dalam hatinya.


"Apa kau bilang ? Apa kau tidak ingat kejadian 20 tahun silam ?


Saat kau dan Teos ayahmu ,menyingkirkan ayahku sebagai CEO di perusahaan ini dan memporak porandakan perusahaan kekekku hingga tidak bisa bangkit seperti sedia kalah " ucap Abraham dengan nada membentak balik.


Ingatan Ryo tergiang 20 tahun silam dimana dia dan ayahnya menindas dan menfitnah Musa yang tak lain ayah dari Abraham

__ADS_1


"Itu memang wajar karena perusahaan ini adalah perusahan dari buyutku " ucap Ryo membela diri.


Abraham menyergitkan dahinya dan tersenyum sinis mendengar ucapan dari Abraham.


"Ryo ...Ryo...Sebaliknya kamu tu berak saja di kaleng kaleng lalu buang kelaut ! Apa Kau Amnesia ? Nich saya ingatkan lagi buyutmu itu adalah buyutku juga jadi kita sama sama punya hak untuk duduk di kursi CEO dan ingat baru 5 menit yang lalu aku sudah menjadi CEO apa itu kau lupa juga ? ucapan Abraham dengan nada mengejek


Ryo begitu marah kursi yang terletak di samping kirinya diangkat dan di lemparkan kearah Abrahan tapi dengan sigap Abraham menghindar kursi mengenai dinding dan hancur berkeping keping.


"Sudah Tuan tenangkan dirimu " ucap Leon sambil mengelus pundak Ryo .


"Sudalah Bram jangan menambah keruh suasana " ucap Maya sangat lembut membuat Abraham terdiam dan mengangguk.


Mendengar suara Maya emosi Viona memuncak rasa geramnya kini sudah di ubung ubung kepalanya.

__ADS_1


"Hay perempuan hina sudah puaskah kamu menghancurkan perusahaan suamiku ?


oh aku tau kau mau jadi pahlawan kesiangan kepada Abraham kan supaya kau muda merayunya " ucapan Viona yang ingin mempermalukan Maya .


Maya mendongakkan kepalayanya kedua tanganya sudah di kepalkan di bawah meja .


"Perusahaan suamimu ?Viona kau ini cuman orang luar kenapa kau terlalu sibuk mengurusi perusahaan ini ! Oh jangan jangan kau mulai takut ya kalau AMANDA grup tidak memberikan impus dana ke perusahan orang Tuamu lagi ! Tentang merayu Abraham karna Dia CEO jangan kwatir kekayaanku melebihi darinnya apa kau lupa saya yang memiliki 50 % saham di perusahaan terbesar di Eropa dan Asia" ucap Maya membalas balik Viona .


"Kau betul betul wanita iblis kau menghina dan memandang remeh perusahaan milik keluargaku , kau tau perusahan keluargaku bergerak di dunia mafia yang sangat di takuti oleh dunia " ucap Viona yang coba menakuti Maya .


"Viona kujelaskan sekali lagi kepadamu Aku ini kartu matimu perusahaan keluargamu itu hanya sebatas ujung kukuku sekali ku sentil maka akan menjadi pasir di lautan lepas , dan apa kamu mau , nama perusahaanmu itu kulenyapkap sehingga orang orang tak akan pernah mengingat bahwa perusahan kalian itu perna ada di muka bumi ini. ucap maya begitu geramnya.kepada Viona .


Viona diam tidak bisa berkutik apa yang di katakan maya benar benar menakutkanya , Maya kali ini bagai malaikat pencabut nyawa baginya .

__ADS_1


👉 tetap like , coment , favorite , dan rate bintang limanya ya ..yang banyak


trimah kasih banyak


__ADS_2