
Ada lima mobil keluar dari dalam Mension. Rita sebagai penunjuk arah berada bersama dengan Leon di depan. Sedangkan Jonathan, Abraham dan Maya berada di belang mobil mereka.
Lain halnya dengan Ryo dan Arthu mereka dalam satu mobil yang sama. Sementara dua mobil lainya berisi anak buah Abraham.
Mobil mereka melaju menjauh dari kota menuju dimana Teos di perkirakan menyembunyikan Raymond putra abraham.
Butuh waktu lima puluh menit lamanya, kini mobil yang mereka tumpangi berhenti pada sebuah hutan kecil yang agak jauh dari pusat kota.
"Kita simpan mobil disini. Aku sangat yakin penjagaan mereka pasti sangat ketat.Jo dan Leon kerahkan semua anggota Kita untuk mengepung wilayah ini jangan sampai ada seorang pun dari mereka yang meloloskan diri," ucap Abraham memerintahkan Leon dan Jonathan mengepung area itu.
"Baik! Kalian semua berpencar. senjata, bom dan alat perang kalian segera ambil jangan sampai ada yang ketinggalan. Sementara kawan kawan yang lain belum tiba jangan dulu lakukan susuatu yang menimbulkan kecurigaan sebelum kita benar benar mengepung markas mereka, Kalian paham,!" ucap Jonathan kepada bawahanya.
"Siap," ucap mereka secara serentak dan berlari mengambil peralatan perang mereka masing masing.
Tidak lama kemudian beberapa mobil pun tiba dan bergabung dengan pasukan lain.
__ADS_1
Dengan aba aba yang di beri Jonathan dan Leon, kini para pasukan itu mulai berpencar mengelilingi hutan kecil tersebut.
"Sayang ! Kamu, Arthur dan Ibu tinggal disini,soalnya di dalam sangat berbahaya, Mereka menggunakan senjata serta bom yang bisa melukai tubuh kalian" ucap Abraham pada Maya.
Mereka bertiga mengangguk pelan tanda setuju.
"Ryo, Leon dan Jo ! ayo kita mulai" ucap Abraham sambil memasang baju anti peluruh ke tubuhnya.
"Baik" ucap mereka bertiga yang ikut memasangkan baju anti peluruh pada tubuh mereka masing masing.
Setelah dirasa puas mereka pun maju memasuki hutan dengan cara berpencar.
Ledakan dan bunyi tembakanpun terdengar di dalam sana. Kini pasukan Abraham mulai masuk menyerang kedalam markas persembunyian Teos dan anak buahnya.
Tiga puluh menit sudah gencatan senjata itu terjadi. pasukan khusus Abraham yang sudah terlati bertahun tahun dengan modal cukup besar setiap bulanya dengan mudah menguasai markas itu.
__ADS_1
Hampir tidak ada anak buah teos yang hidup, tapi tidak sedikit juga anak buah Abraham terlukah bahkan ada beberapa orang yang meninggal.
"Tuan tinggal orang dalam gedung itu yang kami belum lumpuhkan.Selebihnya sudah kami bereskan." ucap seorang anak buah melapor kepada Abraham.
"Baik ! Kalian terus tekan mereka hingga benar benar tersudut dan tidak bisa lagi melakukan perlawanan" ucap Abraham kepada bawahanya itu.
"Baik Tuan Kami akan melakukan sesuai perintah" ucapnya sembari kembali lagi ke medan perang.
"Ryo, Leon dan Jo Ayo masuk" ucap Abraham berlari mendekati pintu gedung.
Abraham langsung mendobrak pintu bangunan itu hingga loboh ke lantai. Dua penjaga dalam gedung itu tiba tiba kaget dan menyodorkan senjatanya ke arah tubuh Abraham, tapi belum juga mereka menembakan peluruhnya ke tubuh Abraham. Pukulan Ryo sudah mendarat di bagian perut dan wajah mereka secara bergantian hingga terjatuh dan terkapar diatas lantai.
"Ayo masuk!" ucap Abraham lagi untuk lebih masuk kedalam sana mencari keberadaan Teos.
đŸ‘‰terus bagi like, coment , vote dan rate bintang limanya ya trimah kasih.
__ADS_1