DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
63. PENDERITAAN NAOMI.


__ADS_3

Air mata Naomi tidak henti hentinya mengalir keluar dari kedua sudut matanya.


Melihat hal itu Jonathan merogo kantong celana bagian belakangnya dan mengeluarkan sebuah kain berbentuk persegi empat .


"Nyonya pakelah ini " ucap Jonathan memberikan sebuah saputangan kepada Naomi .


"Trimah kasih jo! aku jadi malu menangis di hadapanmu " ucap Naomi sambil mengambil saputangan dari tangan Jonathan.


Naomi sibuk menyeka air matanya yang tak henti hentinya keluar dari kedua sudut matanya.


"Terus apa yang sebenarnya terjadi nyonya ! setau saya keluarga anda dan mia itu termaksud keluarga terpandang dan di segani di luar sana " ucap jo yang sangat penasaran dengan hubungan naomi dan keluarganya .


Lama sekali naomi terdiam dan Ia mulai mengangkat bicara .


 


"Sore itu ibuku menyuruh membersihkan seisi rumah karna dua hari lagi adalah hari ulang tahun Mia yang ke 18 tahun.


Anak dari buah pernikahan ayahku dan ibu tiriku. semua aku kerjakan dengan iklas walau ku tau mereka bisa mempekerjakan pelayan yang saat itu ekonomi keluarga kami di bilang sangat cukup.

__ADS_1


Tapi karna ibu tiriku tidak ingin membuang uang untuk mempekerjakan pelayan, akulah yang menjadi korbannya, ayahku cuman diam seolah oleh dia mengiyakan apa yang ibu tiriku perbuat kepadaku selama ini .


 


"Naomi ......" teriak ibu tiriku yang duduk di sebelah Ayahku yang sedang membaca koran.


Saat itu aku sedang mencuci piring, Ku matikan kerang air dan berlari kecil menghampiri mereka di ruang tamu bagai babu yang sangat takut pada Tuanya .


"Iya bu ...." ucapku sambil melap tangaku yang basah di baju daster milik ibu kandungku yang tetap aku simpan untuk mengenang beliau .


"Hari ulang tahun Mia nanti kuharap kau hanya diam di dapur bersama para koki mempersiapkan kebutuhan tamu undangan, jangan sampai Aku melihatmu berbaur dengan tamu undangan kami, kau mengerti !?" ucap ibu tiriku yang saat itu sedang duduk disamping Ayahku sambil merias wajahnya.


" kau ini selalu saja membantah apa yang di ucapkan ibumu " ucap ayahku tanpa melepaskan pandanganya melihat koran yang sedang di bacanya.


Ibu tiriku menyunggingka bibirnya, Ia sangat senang apa yang diucapkan Ayahku barusan.


"Kau itu kampungan dari cara berpakaianmu saja kami jijik melihatmu apa lagi mereka, Naomi Naomi ..kau itu harus nyadar diri dong" ucap ibu tiriku yang menghentikan aktivitasnya saat itu dan memandangiku .


" Baiklah kalau begitu keinginan kalian , Aku memang tak layak untuk bergaul dengan keluarga kaya seperti kalian dan siapalah aku ini, kalau orang melihat mungkin anggapan mereka adalah aku ini adalah anak seorang babu yang bekerja di rumah ini" ucapku sambil melangkah pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Naomi ....."ucap ayahku yang ingin berdiri menamparku tapi di tarik oleh ibu tiriku untuk duduk kembali seperti semula


" Memang anak itu sangat kurang ajar " ucap ibuku mengelus bahu Ayaku.


Aku berlari memasuki kamarku yang berada di pojok bagian belakang, milik bi ina pengasuhku dulu, sewaktu ibuku masih hidup.


Ibu tiriku yang menempatkanku disana sejak umurku 8 tahun sampai Aku meninggalkan neraka itu .


Ibuku meninggal sejak aku berumur 2 tahun


tujuh bulan.


Sepeninggalan ibuku Ayahku menikah dengan sekretarisnya yang menjadi ibu tiriku saat itu.


Aku menangis terseduh seduh air mataku sudah membasahi seprai yang melapisi kasur tidurku .


"Ibu kenapa tak sekalian mengajakku pergi saat itu! Aku sudah tidak sanggup lagi ibu " tangisku sambil memeluk pakaian ibuku yang kurawat sampai sekarang ini.


👉***hay kawan kawan up lagi jangan lupa like ,coment , favorite, rite bintang lima yang banyak dong ....trimah kasih 👈

__ADS_1


__ADS_2