
Pagi itu Arthur berencana berangkat ke AMANDA tv, Sudah sedari ta di Ia menunggui Ibu dan Neneknya di ruang Makan.
Tidak lama kemudian kedua wananita yang ditunggunya itu muncul dari balik pintu kamar Maya.
Kedua wanita itu menuruni tangga secara bersamaan dan mendekat ke arahnya.
"Pagi Bu, Pagi Nek" Ucap.Arthur menyapa mereka berdua dan berdiri menyaliminya.
"Pagi juga ..." balas Mereka bersamaan.
Ketiganya kemudian duduk di kursi meja makan.
"Bu..! Hari ini Arthur mau ke kantor, Ada hal penting yang harus Arthur tandatangan" ucap Arthur sambil mengisi piringnya dengan nasi dan lauk.
"Terus Kamu naik apa? Tak mungkinkan penghianat itu datang menjemputMu?" ucap Naomi langsung memotong.
Arthur yang tau maksud dari ucapan Naomi itu langsung menatap kepadanya.
"Arthur Naik taksi online Nek! Arthur sudah pesan kok tadi! jadi kalian berdua jangan terlalu kuatir perihal Arthur ya" ucap Arthur tersenum kepada mereka berdua.
Maya dan Naomi menangguk pelan dan kini mereka menyantap makana tanpa mengeluarkan satu kata pun disana.
Tidak lama kemudian Arthur berpamitan kepada mereka berdua.
Arthur melangkah menuju kearah pintu dan menunggu taxi yang di pesanya tadi di depan pagar rumah.
Sebuah mobil tak asing banginya singgah di depan pas dia berdiri.
Dari arah pintuk mobil terbuka nampak Leon sedang keluar dari sana.
__ADS_1
"Pagi Tuan Muda " ucap Leon sambil menundukkan kepalanya.
"Untuk apa Kau kemari" ucap Arthur sedikit sinis memandang kearah Leon.
"Saya datang untuk menjemput Tuan menggantikan secretaris Jo" Balas Leon.
"Tidak usah ! Aku tidak mau ada hubungan lagi dengan manusia bertopeng Dewa seperti kalian itu" ucap aarthur masih radah sinis memandang kearah Leon.
"Maksud Tuan Muda apa? Saya betul betul tidak menerti Tuan" ucap Leon sedikit bingung dengan ucapan Arthur.
Kalau dilihat dari susunan kejadian memang Leon tidak tau menahu tentang masalah mereka, Leon tidak ada sewaktu kejadian itu bukan?.
"Kau jangan pura puralah kedok kalian itu sudah terbongkar jadi menyingkirlah dari keluargaku " ucapnya sambil berjalan meninggalkan Leon.
Leon terus mengejar Arthur menjauh dari mobilnya.
Arthur menghentikan langkahnya dan menatap kearah Leon yang sedang memasang wajah kebingungan.
"Kau, Jonathan dan Abraham punya Niat mengusai perusahaan AMANDA grup bukan? ucap Abraham menatap lekat pada Leon.
Leon seketika mengeryitkan dahinya lantaran ucapan Arthur barusan.
"Apa Tuan Abraham dan secretaris Jo ada niat menguasai AMANDA grup?Rasanya mustahil Tuan Muda kalau mereka sampai sebejat itu! bukanya sok tau, tapi kalau saya lihat gerak gerik mereka berdua itu tak ada sekalipun gerak gerik mereka yang mencurigakan untuk melakukan Akuisisi terhadap AMANDA grup.Jikalaupun Ada sayalah orang pertama akan menentang mereka, Anda tau sendiri bukan! keluarga kami sudah berjanji untuk melindungi keturunan nyonya Amanda jadi untuk apa saya ikut ikutan membantu mereka untuk menguasai perusahaan Nyonya Amanda yang sudah sangat berjasa pada keluarga kami"ucap Leon panjang kali lebar.
Arthur menatap kearah Leon rasanya pria parubaya tidak menyimpan dusta sedikitpun dimatanya.
"Baiklah Aku mempercayaiMu paman Leon! Maka dari itu pulanglah Aku mau berangkat kerja" ucap Arthur sambil menyuruh Leon untuk pulang.
"Aku yang akan mengantar Tuan Muda kemanapun Tuan pergi! jadi isinkan Saya menggantikan jonathan" ucap Leon sedikit memelas kepada Arthur.
__ADS_1
"Heem baiklah Tapi kita beli mobil baru! Saya tidak mau memakai mobil milik ular berkepala dua itu" ucap Arthur menunjuk kearah mobil yang di tumpangi Leon tadi.
"Itu bukan mobil milik Tuan Abraham! tapi Mobil itu adalah milik Nyonya Amanda jadi Tuan Muda tidak perlu risau"ucap Leon sedikit menjelaskan masalah mobil.
Tidak lama kemudian taxi online yang dipesan Arthur sudah tiba. Jonathan segera mendekat dan memberi beberapa uang merah kepada supir taxu tersebut.
"Tuan Muda, Mari kita berangkat berangkat" ajak Leon kepada Arthur.
Arthur mengangguk pelan dan masuk kedalam mobil.
Di dalam perjalanan keduanya tidak mengeluarkan satu katapun.mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing.
Hanya butuh waktu 25 menit saja kini mereka tiba di perusahan pertelevisian milik AMANDA grup.
Tapi belum juga mereka memasuki gedung itu tiba tiba langkah mereka di hadang oleh Jonathan dan Diana.
"Untuk apa kau datang kesini Jonathan! Apa kau juga ingin menguasai perusahaan ini! sungguh manusia tamak" ucap Arthur sinis memandang kearah Jonathan.
"Tuan Muda maafkan Aku tapi...." ucap Jonathan tapi langsung dipotong oleh Arthur .
"Ayo Paman Leon tinggalkan pecudang ini" ucap Arthur sambil melangkah masuk kedalam gedung.
Leon menatap kearah Jonathan dengan pandangan yang lebih sinis lagi dari pandangan Arthur.
"Ayah puaskan kan sekarang?" ucap Diana sambil mengejar Arthur dan Leon masuk kedalam gedung.
"Ah sial ....kenapa sampai serunyam ini" ucap Jonathan mengacak ajak rambutnya.
👉jangan pelit pelit dong bagi like, coment dan votenya ya Gratis kok ....makasih.
__ADS_1