DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
207. MENGUNGKAP PENCULIKAN RAYMOND.


__ADS_3

Setelah ke empatnya tiba di ruang yang khusus untuk mengontrol suasana Mension melalui CCTV.


Jonathan segera menyalakan monitor besar yang ada di hadapan mereka saat itu.


Jonathan langsung mengontrol CCTV yang ada di bilik si kembar dan memutar kembali kejadian dua puluh menit yang lalu.


Nampak di dalam sana Bi Darmi sedang keluar dari dalam bilik Si kembar dan tak lupa Ia menutup kembali pintu tersebut sebelum melangkah kearah dapur.


Tak lama kemudian tampak seorang pelayan wanita masuk kedalam ruangan itu dan bergegas mengambil tubuh mungil Raymond yang sedang tertidur pulas dalam pembaringan dan membawahnya keluar dari dalam bilik.


"Apa Tuan mengenal pelayan Itu!" ucap Leon kepada Abraham.


"Aku baru baru kali ini melihat Dia! Kamu panggilkan Bi Darmi kesini siapa tahu Ia mengenalnya" ucap Abraham memerintahkan Leon untuk memanggil Bi Darmi.


Leon mengangguk dan berputar Arah menuju pintu keluar.


Tidak lama kemudian, muncul Leon yang diikuti Bi Darmi di belakangnya.


"Bi coba lihat perempuan di dalam sana! Apa bibi mengenalnya?" Ucap Abraham kepada Bi Darmi.


Bi Darmi mendekatkan wajahnya keara monitor dan memandang secara seksama perempuan yang sedang mengambil tubuh Raymond dari dalam pembaringanya


"Dia Yeyen Tuan pelayan baru, yang baru dua minggu ini bekerja di sini" ucap Bi Darsi yang terus memperhatikan pergerakan perempuan yang ada dalam monitor.


"Kau tau dimana Dia tinggal" ucap Abraham lagi yang terus memandang lekat kearah Bi Darmi.


"Saya tahu Tuan!" ucap Bi Darmi.

__ADS_1


"Kalau begitu! Leon Kamu antar Bi Darmi ke sana, Siapa tahu ada informasi yang bisa kita dapatkan, dimana Ia membawah putraKu pergi" ucap Abraham kepada Leon.


"Baik Tuan! Ayo Bi kita ke rumah penculik itu" ucap Leon mengajak Bi Darmi untuk pergi kerumah Yeyen.


Leon dan Bi Darmi melangkah keluar dan segera memasuki mobil.


Leon mengendarai kendaraannya dengan kecepatan penuh hingga Bi Darmi sangat ketakutan. Wanita parubaya itu cuma menutup wajahnya menggunakan tas kecil miliknya.


Butuh waktu 15 menit, kini mereka sudah tiba di sebuah rumah terbilang sangat sederhana dengan halaman lumayan luas.


Leon dan Bi Darmi keluar dari dalam mobil dan segera melangkah ke arah pintu rumah tersebut.


Terlihat dari jauh tampak pintu itu terbuka, berarti sudah di pastikan penghuni rumah pasti ada di dalam sana.


Leon dan Bi Darmi tiba di depan pintu tapi belum juga Leon mengetuk pintu, tiba tiba matanya terbelalak melihat beberapa tubuh tergeletak penuh darah di dalam sana salah satunya adalah Yeyen.


Leon segera berlari dan memeriksa denyut nadi mereka satu persatu, tapi naas sudah tak bernyawa lagi.


Bi Darmi hanya menutup mata, tubuhnya bergetar dan mengeluarkan keringat dingin sakin takutnya.


Leon merogo isi kantongnya dan mengeluarkan handponenya dari dalam sana.


"Hallo Tuan Abraham! Semua keluarga Yeyen sudah mereka habisi termaksud Yeyen! terus apa tindakan kita selanjutnya" ucap Leon setelah tersambung dengan Abraham.


"Apa? sungguh manusia sadis! Kamu urus pemakaman mereka terlebih dulu, setelah selesai kamu kemari lagi kita susun rencana selanjutnya" ucap Abrahan dari dalam handpone.


"Baik Tuan! Ucap Leon memutuskan hubungan telpon diantara mereka.

__ADS_1


Sementara Itu di kediaman Abraham. Semua orang dalam ruangan tamu sedang terdiam memikirkan siapa dalam di balik semua ini.


Tidak lama kemudin tampak Ryo berdiri dan melangkah bolak balik sambil memegangi dagunya.


Ada sesuatu hal yang mengganjal dipikirkan pria itu.


"Ryo ada apa? Kenapa Kamu segelisah itu! apa ada orang yang Kamu curigai selama ini yang mengancam keselamatan keluarga kami" ucap Abraham memandang kearah Ryo.


Ryo kemudian mengankat wajahnya dan memandang kearah Abraham.


"Aku yakin Dia orangnya!" balas Ryo.


"Siapa cepat katakan!" ucap Abraham mendekat kearah Ryo.


"Siapa lagi kalau bukan Si tua bangka itu!" ucap Ryo.


"Apa .." ucap semua orang dalam ruangan itu secara bersamaan.


"Bagaimana bisa Dia masih hidup? Kita tahu sendiri Abraham sudah membuangnya ke dasar laut dan mengikatnya dengan balok semen. Sangat mustahil kalau Dia bisa bertahan hidup" ucap Jonathan di ujung sofa.


"Aku rasa, Kita semuanya ditipu olehnya! tua bangka itu sudah mempersiapkan semuanya sebelum melancarkan aksinya." balas Ryo kembali mendudukkan tubuhnya diatas sofa.


"Apa maksud Ryo!Aku benar tidak mengerti maksud dari ucapanMu itu." ucap Jonathan yang masih melum yakin kalau Teos masih hidup.


Ryo menarik nafas dalam dalam dan menghempasnya dengan pelan.


"Kita tahu bersama bahwa waktu itu, Dia memiliki ilmu kebal. Nah, pasti Dia sudah memikirkan satu satunya jalan yang akan kita lakukan saat dirinya tertangkap yaitu membuang atau menenggelamkanya ke dasar laut. Apa lagi saat itu kita memang berada di tengah laut bukan!. Tanpa kita sadari semua, Dia sudah menyuruh anak buahnya munungguinya di dalam sana dan Salahnya kita saat itu, kenapa kita tidak turun memastikan apa Ia sudah bangkai atau belum" ucap Ryo mengutarakan pendapatnya.

__ADS_1


Semuanya mengangguk. Apa yang di ucapkan Ryo ada benarnya dan mungkin begitulah kejadian sesungguhnya.


👉ayo terus beri like, coment , vote dan rate bintang limanya ya trimah kasih.


__ADS_2