
Sementara itu Rita dan Leon yang sedari tadi bersembunyi di balik pintu segera keluar dari tempat persembunyianya.
Leon mendorong kursi roda Rita masuk kedalam bilik inap.
"Selamat pagi Arthur" ucap Rita dan Leon secara bersamaan.
Seketika Maya, Naomi dan Arthur berbalik dan memandang kearah Rita dan Leon yang sedang menuju kearah mereka.
"Pagi paman ...." balas Arthur membalas sapaan Leon dan nama Rita tidak sama sekali Arthur tidak sebut.
Ada kekecewaan dalam hati wanita parubaya itu tapi, Ia sadar mungkin Arthur belum bisa melupakan apa yang selama ini Ia dan keluarganya lakukan kepada Maya dan Arthur.
"Bagai mana keadaanMu hari ini Nak! Ucap Rita di pingginggir tempat tidur.
"Seperti yang Anda lihat Nyonya" ucap Arthur rada rada ketus.
"Sepertinya kau sudah lebih baik! Nenek ikut senang melihatnya" ucap Rita sembari tersenyum kepada Arthur.
"Nyonya kenapa Tuan Abraham dan Jonathan tidak perna Saya lihat kemari menjeguk Arthur. semenjak peristiwa penyelamatan Tuan Muda keduanya bak hilang di telan bumi." ucap Leon memandang kearah Maya yang saat itu sedang duduk di pinggir tempat duduk di sebelah kiri Arthur.
"Untuk apa Kau mencari laki laki penghianat itu, Kami sudah melupakan.... mereka! Sejak kejadian di perusahaan AMANDA grup waktu itu! Jangan jangan kau juga sudah berada dalam pengaruhnya Leon?" Balas Maya sedikit ketus tapi hatinya terasa tidak menentu ketika menggucapkan kata melupakan.
Walau berapapun bencinya Ia kepada Abraham tapi, bila Ia ingat ingat kembali kejadian sebelum sebelumnya ... Abrahamlah yang membantunya bangkit dari keterpurukan. Abraham selalu ada di saat Ia sedih dan memberinya kasih sayang bersama putranya.
"Saya tidak mungkin berani Nyonya untuk berhianat dengan keturunan dari Nyonya Amanda! Tentang yang Nyonya Nyonya dan Tuan muda dengar saat di perusahaan kala itu Saya rasa, Nyonya Nyonya dan Tuan muda salah paham dengan Tuan Abraham dan Jonathan" ucap Leon memandangi Maya, Naomi dan Artur secara bersamaan.
__ADS_1
"Apa maksudMu Leon mengatakan kami salah paham dengan mereka? " ucap Naomi bangkit dari tempat duduknya.
" Untuk lebih jelasnya Nyonya dapat melihat ini" ucap Leon sambil memberikan handponenya dan memutar Video dalam benda pipi itu .
Naomi memangambil handpone milik Leon dan memandang kearah Lcd mini itu.
Nampak di dalam sana Abraham duduk di kursi CEO sedangkan Jonathan berdiri di depan meja kerja.
"Tuan Abraham! Apa rencana Tuan menguasai AMANDA grup akan Tuan lanjutkan. Mengingat tinggal Nyonya Maya yang harus Anda singkirkan kali ini. hingga sepenuhnya perusahaan AMANDA grup akan menjadi perusahaan Anda seutuhnya seperti impian Anda kala itu !ucap Jonathan kepada Abraham
"Betul sekali Jo sebentar lagi perusahaan raksasa ini akan menjadi milikku seperti impian Ku dan impian ke keluargaku...ha ha ha" ucap Abraham sambil tertawa lepas.
Hening *********************************
"Tapi itu dulu sebelum aku mengenal Anak dan istriKu. Sejak Aku mengenal mereka berdua dan hidup bersama dalam satu atap semua keinginanKu menguasai perusahaan AMANDA grup berangsur angsur hilang. Aku hanya ingin hidup dengan damai dan membina keluarga kecilKu tanpa ada lagi dendam yang selalu menghantui kehidupanKu" Ucap Abraham sambil memegangi kaca jendela.
"Syukurlah Tuan! Saya turut legah mendengarnya! Andai saja Tuan masih ingin melanjutkan menguasai perusahaan ini maka, Saya akan mengundurkan diri. Saya tak ingin menyakiti Nyonya Maya dan Tuan Arthur yang sudah begitu sangat baik kepada Saya dan Anak Saya Diana" ucap Jonatan tersenyum seolah olah beban yang Dia tanggung selama ini terlepas begitu saja
"Kau tidak Enak pada IstriKu, AnakKu atau kha pada IbuKu.....? ucap Abraham kembali duduk di kursinya.
"Tiga tiganya Tuan..." ucap Jonathan malu malu sambil menggaruk garuk kepalanya.
Abraham tertawa lepas mendengar ucapan dari Jonathan.
"Astaga......Apa yang telah kita lakukan kepada kedua pria baik itu! ucap Naomi memandang Maya dan Arthur secara bergantian.
__ADS_1
"Iya Bu ....Maya sudah sangat berdosa dengan suami Maya bu" ucap Maya memeluk tubuh Naomi.
"Aku mau cari Ayah ....!" ucap Arthur sambil turun dari tempat tidur.
"Tuan jangan pergi kemana mana dulu! Kondisi Tuan masih kurang stabil jadi biar saya yang akan mencarikan Tuan Abraham untuk Tuan muda" ucap Leon mencegah Arthur untuk pergi dari situ.
"Betul kata Leon kau tenangkan diriMu dulu! Ibu dan Leon akan mencari Ayah dan meminta maaf kepadanya.ucap Maya.
Tidak lama kemudian Docter Vian masuk dan menyapa mereka dengan ucapan selamat pagi.
"Tuan Muda! Bagai mana keadaan Anda sekarang" ucap Docter Vian kepada Arthur.
"Saya sudah baikan Doc! Jadi kapan kira kira Arthur bisa keluar dari rumah tahanan ini! Arthur rindu Ayah Doc" balas Arthur.
Docter Vian dan lainya tersenyum mendengar Arthur menyebut Rumah sakit itu sebagai rumah tahanan baginya.
"Bersabarlah Tuan muda! 3 hari kedepannya mungkin Tuan muda bisa kembali ke rumah asal Anda rajin meminum obatnya" balas Docter Vian tersenyum.
"Alhamdulillah akhirnya kau keluar juga dari tempat ini bocah tegik" ucap Naomi kembali mengucak ucak rambut Arthur.
Tidak lama kemudian kembali mereka di kagetkan dengan suara wanita yang muncul dari balik pintu.
"Docter Docter Tuan Ryo ......" ucap Seorang perawat berlari kecil masuk kedalam ruangan itu mendekat kearah Docter Vian.
👉Tetap beri like, coment, vote dan rate bintang lima jangan pelit dong gratis kok.
__ADS_1