DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
103. INGIN BEKERJA DI PERUSAHAAN.


__ADS_3

Tidak lama kemudia mobil yang di kendari Abraham dan Maya sudah tiba di halaman rumah sederhana milik Naomi.


Belum juga sampai di pintu rumah Arthur dan Naomi menyambut mereka dengan suka cita .


"Ibu....." ucap Arthur berlari kecil ingin memeluk ibunya .


Tapi lagi lagi di halau Abraham .


"Nak kau sudah besar malu sama tetangga" ucap Abraham yang tak mau istrinya di peluk orang lain walaupun itu anak kandung istrinya sendiri .


Maya mencubit lengan Abraham membuat Abraham berpaling ke padanya .


"Sayang sakit" ucap Abraham sedikit protes.


" Kau kayak anak anak saja Arthur itu anak aku dan anak kamu juga ! kenapa sifatmu posesif sekali! Mari Nak ibu kangen " ucap Maya sambil memeluk tubuh Anaknya .


" Cemburuan Amat! ucap Arthur saat berada di pelukan Ibunya .


Naomi hanya nyengegesan melihat tingkalah laku Abraham.


"Ayo masuk " ucap Naomi cepat mengajak mereka beetiga untuk masuk .

__ADS_1


Mereka berempat memasuki ruang tamu di selingi candaan candaan ringan dari Naomi.


"Gimana malam pertamanya "ucap Naomi cengengesan.


Maya dan Abraham hanya saling tatap tak berani memberi jawaban karna Arthur sedang berada di tengah tengah mereka.


Naomi mengerti keadaan tersebut hingga tidak berani lagi melontarkan pertanyaan konyolnya itu.


"Nak bagai mana kalau bulan ini kau melanjutkan pendidikanmu ke jenjang yang lebih tinggi" ucap Abraham memecah hening saat itu .


"Iya Nak benar kata ayah kau harus sekolah lebih tinggi biar nanti kau bisa mambantu Ayahmu di perusahaan" ucap Maya menyambung ucapan suaminya.


"Menurut Arthur baiknya Arthur terjun langsung di perusahaan biar tidak membuang buang masa di bangku kuliah, Lagiankan Arthur bisa belajar langsung dari Ayah atau secrestaris Jo bukan?ucap Arthur .


"Tapi jangan coba coba merebut posisiku sebagai CEO" ucap Abraham di selingi dengan tawaan .


"Kecuali kalau Ayah jahat Arthur dengan senang hati melenser posisi Ayah menjadi CEO" ucap Arthur ikut tertawa.


Seketika mereka bertiga ikut tertawa mendengar ocehan Arthur.


"Kalian berdua istirahan dulu gi di kamar, kalian pasti capek" ucap Naomi kepada Abraham dan Maya.

__ADS_1


Abraham dan Maya pun mengangguk tanda setuju ...


Tapi belum juga mereka melangkah Arthur meminta izin untuk pergi bekarja ke cafe Milik Andy.


"Ayah , ibu , ne Arthur izin kerja dulu sekalian minta izin untuk berhenti di cafe Andy" ucap Arthur .


"Ibu izi tapi cukup hari ini saja, hari hari berikutnya kau mulai bekerja di perusahaan Ayahmu" ucap Maya .


"Baik bu " ucap Arthur mencium pundak tangan mereka


"Hati hati " ucap Abraham lagi


"Beres........" ucap Arthur yang sudah menghilang di balik pintu.


"Kalian istirahatlah biar ibu memasak buat kalian! sebagai gantinya kalian berdua harus bikin telinganya dulu , ibu pengen sekali menggendung cucu" ucap Naomi kepada mereka berdua .


"Ibu ini ada ada saja " ucap Maya dengan nada malu malu sedangkan Abraham cuman cengengesan mendengar tutur kata Naomi.


Kini Abraham dan Maya memasuki bilik kamarnya sementara Naomi berjalan menuju ke arah dapur.


Sementara itu Arthur menuju cafe dengan berjalan kaki bukan karna tak punya cukup uang akan tetapi baginya berjalan kaki membuatnya terasa segar dan bugar saat melakukan Aktifitas, apalagi jarak antara cafe dan kediamannya tidalah terlalu jauh hanya butuh waktu 20 menit saja untuk bisa tiba disana.

__ADS_1


👉budayakan vote ,like ,coment ya teman teman ..trimah kasih.


__ADS_2