
Arthur memasuki bilik kerjanya diikuti oleh Leon dan Diana dibelakangnya.
Arthur duduk di kursi kebesaranya sambil membuka map yang ada di depanya.
Arthur membaca dengan seksama setelah merasa yakin Arthur membubukan tanda tanganya diatas kertas tersebut.
Sementara itu di pihak Diana, gadis manis itu sangat merasa canggung di hadapan Arthur dan Leon. Andai Ia tidak magan disana mungkin Ia tidak akan datang ke kantor itu karena malu oleh kelakuan Ayahnya.
Arthur melihat kecanggungan di diri Diana, terlihat dari gerak geriknya yang tidak seperti biasanya! Gadis periang kini menjadi gadis pendiam dan serba salah.
"Kau tak perlu canggung Diana! Aku tau kau tidak tau menahu tentang semua ini jadi santailah seperti dipantai oke" ucap Arthur tanpa melihat kearah Diana dan menutup map setelah Ia menandatangani kertas di dalamnya.
Diana yang mendengar namanya disebut langsung mendongak dan mengangguk pelan.
Leon tersenyum mendengar ucapan Arthur.
"syukurlah sifat Nyonya Amanda tertular kepada Tuan Muda"ucap Leon dalam hati sambil tersenyum melihat majikanya itu.
__ADS_1
"Paman Leon semua poto si ular berbisa itu tolong singkirkan dari kantor ini dan kita akan cari Icon baru untuk menggantikannya! Paman mengerti bukan" ucap Arthur menghadapkan wajahnya kearah Leon.
"Baik Tuan! Saya akan melaksanakannya"ucap Leon sambil berbalik dan pergi dari tempat itu.
Setelah kepergian Leon kini tinggal Arthur dan Diana. Rasa canggung diantara mereka sangat terlihat.
Lama mereka cuman terdiam sampai akhirnya Diana memberanikan diri untuk membuka bicara.
"Tuan Muda! Tolong maafkan perbuatan Ayahku" ucap Diana yang saat itu berdiri sambil menundukkan kepada.
"Apa memaafkannya! Astaga Diana kau pikir tidak, apa yang AyahMu lakukan dengan si Abraham itu. Bukan cuman satu orang yang AyahMu telah lukai hatinya melainkan tiga" ucap Arthur kepada Diana sambil menaikkan ke tiga jarinya.
"Betul Tuan Muda! Bukanya Aku membelah Ayahku Akan Tapi tidakkah lebih baik kalau Tuan Muda mendengarkan dulu alasan mengapa Ayahku melakukan itu semua" ucap Diana sedikit membelah Ayahnya di depan Arthur.
"Apa lagi Alasanya kalau bukan harta! Ah Sudalah, Aku harap gadis polos seperti Kamu ini tidak akan menuruni sifat tamak AyahMu itu" Ucap Arthur sambil berdiri memandang ke luar gedung melalui jendela yang terbuat dari kaca trasfaran.
Diana cuman terdiam, ada sedikit sakit hati ketika Arthur menyebut Ayahnya tamak tapi itulah kenyataan Dia dengar sendiri percakapan Ayahnya dengan Abraham kala itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian Leon mengetuk pintu yang sedari tadi terbuka, setelah Arthur berbalik Leon segera masuk dan langsung menghadapnya.
"Tuan Muda! semua poto Tuan Abraham yang ada di kantor ini serta di situs resmi kita sudah saya hapus semua" ucap Leon setelah sampai di hadapan Arthur.
"Bagus paman, Tidak salah Nenek Amanda mempercayai keluarga kalian sebagai orang kepercayaanya" Balas Arthur sambil menepuk punggung Leon.
Sementara itu di kediaman Abraham, pria tampan itu sedang duduk diruang tamu sambil menikmati acara tivi.
Tanganya lincah memainkan remot control yang ada di tanganya.
Tiba tiba tanganya berhenti di acara yang disiarkan oleh stasion AMANDA tivi.
Matanya terbelalak ketika melihat kearah layar tivi, Semua poto potonya diturunkan dan di ganti dengan produk makanan yang lagi trend saat ini.
"Ternyata tebakanKu benar Anak itu telah memukul genderang perang untukKu! Arthur telah membeciKu seperti Ia membenci Ryo bahkan lebih. Ini baru Arthur, belum lagi Maya. Oh Tuhan kesalahan apa yang telah kuperbuat ini! Aku telah menorekan luka baru diatas luka lama mereka berdua" ucap Abraham sambil mengusap kasar wajahnya dengan kedua tanganya.
👉sudah puas bukan teman teman ..na sekarang giliran kalian memperpanjang like,comen dan vote kalian ...GRATIS kenapa gratis tulisanya besar supaya kalian tau bawah baca novel ini gak perlu bayar he he jangan kikir kikir ya.....trimah kasih buaanyak.
__ADS_1