
Naomi berjalan menyusuri lorong cafe menuju bilik kecil khusus wanita.
Naomi masuk dadalam nampak perempuan itu tidak berbuat apa apa di dalam sana, Ia hanya melamun sambil memandangi wajahnya di dalam cermin.
"Ya TuanKu! Kenapa masalah silih berganti Engkau tumpahkan kepada Maya dan Arthur? Jika sekenannya biarlah penderitaan mereka Engkau berikan saja kepadaKu. Aku ridho Tuhan asalkan mereka berdua mendapatkan ke bahagian" ucap Naomi sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya.
Tidak lama kemudian wanita parubaya itu keluar dari bilik kecil itu dan melangkah menyusuri lorong yang tadinya Ia lewati.
Tapi belum juga Ia sampai ke mejanya semula matanya tiba tiba tertuju pada kedua orang yang sudah tidak asing lagi baginya.
"Jo maafkan Aku, Aku benar benar khilaf saat itu. Ayah dan Ibuku memaksaKu menikah karna Naomi tidak bisa mereka andalkan sebab orang orang sudah tau kalau perempuan itu sudah ternodai oleh beberapa pria"ucap Mita sambil memegang kedua tangan Jonathan.
plack...plack..plack......
"cie cie.... ! Ular jantan dan ular betina sedang reunian. Way perempuan gila kau berani beraninya berkata yang bukan bukan di depan kekasihMu ini ...sungguh Kau pintar sekali berbohong. Aku akui memang Aku sudah tidak suci lagi tapi, Kau tau sendiri bukan! apa yang kedua orang tuamu lakukan padaKu, Mereka menjualKu demi bisnis mereka, Ingat Mia seandainya mereka tidak menjualKu kala itu mungkin kalian sudah menjadi gembel karna terlilit utang" ucap Naomi sangat emosi mendengar ucapan Mia kepada Jonathan.
Mia dan Jonathan segera menghadap siapa yang sedang berdiri di samping meja mereka saat itu.
__ADS_1
Kedua mata mereka terbelalak melihat Naomi sedang melipat tangan di depan dada.
Jonathan segera menarik tanganya dari genggaman Mia dan segera berdiri mendekati Naomi.
"Sayang ini tidak sesuai dengan apa yang Kau lihat" ucap Jonathan sambil memegang tangan Naomi tapi segera di tepis kasar oleh Naomi.
"Ternyata Kau masih hidup! Aku menyesal hanya menyuruh anak buahKu memporak porandakan rumahMu kala itu, tidak sekalian membunuhMu saja" ucap Mia sinis kepada Naomi.
Jonathan dan Naomi terbelalak mendengar ucapan dari Mia ....
Emosi Naomi kini memuncak dilayangkanya tamparan keras mengenai wajah Mia yang sedang duduk dihadapannya saat itu.
"Awo....." ucap Mia meringis kesakitan.
"Rasakan itu! Itu belum seberapa, sejak dulu Aku ingin sekali melakukan ini padaMu tapi Aku takut kepada orang tuaMu ! Tapi sekarang kalau Kau macam macam denganKu lagi maka bukan cuman tamparan yang akan Kau dapatkan dariKu melaikan patahan setiap tulang yang ada dalam tubuhMu itu" ucap Naomi menunjuk wajah Mia.
"Ternyata perempuan ini sudah sangat berubah Ia tidak seperti dulu yang mudah Aku perdaya" ucap Mia dalam hati sambil gemetaran melihat wajah Naomi yang seakan akan ingin menelannya hidup hidup.
__ADS_1
Semua pengunjung terdiam tidak ada yang berani ikut campur dalam pertengkaran kedua wanita itu...
Maya dan yang lain segera berdiri ketika mendengar suara Naomi sedang mencaci maki seseorang disana.
Maya melangkah kearah Naomi disusul oleh Arthur, Leon dan Diana di belakangnya.
"Ku ingatkan lagi padaMu! Kalau kau berani sekali lagi menyentuhKu atau menyentuh keluargaKu maka, aku tidak akan segan saga untuk melenyapkanMu dari muka bumi ini kau paham itu? ucap Naomi dengan nada emosi.
Mia hanya terdiam dan tertunduk tanpa mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya. ancaman Naomi benar benar menbuat nyalinya menciut.
"Sudah Bu! Tahan Emosi Ibu" ucap Maya membelai belai pundak Naomi.
"Dan Kau jangan sekali kali kau memanggilku sayang karna Aku tidak sudih di panggil seperti itu dengan pria penghianat dan perselingKu seperti Kau dan bosMu itu! Ayo kita pulang" ucap Noami mengajak teman teman semejanya tadi untuk pulang.
Johanya terdiam hatinya begitu hancur mendengar ucapan Naomi ..sejak dulu Ia tidak perna merasa sakit seperti ini karna seorang wanita. Sungguh, Naomi sudah membawah separuh dari jiwanya pergi.
"Sekarang Ayah puas! Diana tidak perna minta sesuatu dari Ayah sejak Diana kecil sampai dewasa seperti ini! Tapi setelah Diana ingin meminta seorang Ibu yang sedari dulu Diana inginkan malah Ayah membuangnya dan berpaling dengan wanita lain! Ayah puas sekarang menyakiti Dua wanita yang sejujurnya mencintai dan menyayangi Ayah." ucap Diana berpaling sambil mengusap Air matanya dan melangkah menjauhui Jonathan.
__ADS_1
"Ah Sial! Kenapa semua ini harus terjadi.Aku benar benar telah menyakiti dua wanita yang benar benar aku sayang" ucap Jonathan mengacak acak rambutnya dengan kasar.
👉 Ayo bagi like, coment dan votenya ya ...trimah kasih.