
Semuanya terdiam dengan pikiran mereka masing masing. Selang beberapa waktu kemudian Jonathan mulai angkat bicara.
"Terus apa yang akan kita lakukan sekarang Bram! mustahilkan kalau kita hanya duduk disini menunggu keajaiban tanpa harus berbuat apa apa?" ucap Jonathan kepada Abraham.
"Kita tunggu barang satu jam! Semua suruhanKu sudah ku kerahkan menyusuri semua kota dan tempat tempat yang patut di curigai dimana mereka menyembunyikan putraKu" balas Abraham.
Tak lama kemudian muncul Leon dari arah pintu.
"Leon apa Kamu sudah menyelesaikan semua yang kusuruhkan padaMu tadi" ucap Abraham setelah Leon berdiri di sampingnya.
"Sudah Tuan! Semuanya sudah beres tunggulah barang sejam, maka kita akan mendapatkan informasi dari mereka" balas Leon.
Semuanya kembali terdiam. Tidak lama kemudian dari arah bilik si kembar Maya dan Naomi melangkah mendekati mereka.
"Bram apa sudah ada kabar tetang putra kita! ucap Maya sembari duduk di samping Abraham.
"Belum ada sayang! Babang sudah mengerahkan semua pasukan untuk mencari Raymond kita, jadi kita kena bersabar ya! ucap Abraham memegangi kedua tangan Istrinya.
__ADS_1
Maya cuma mengangguk pelan dengan air mata yang tak henti hentinya keluar dari kedua kelopak matanya.
Detik demi detik berganti menit hingga tidak terasa kini sudah sejam mereka berada di sana.
Tiba tiba handponen milik Leon bergetar dalam saku celananya.
Semua mata memandang kearah Leon dan berdoa semoga ada kabar baik yang akan di sampaikan oleh sang penelpon tentang keberadaan bayi Raymond saat ini.
Leon merogoh saku celananya dan mengeluarkan handpone miliknya.
"Hallo apa ada kabar mengenai Tuan Muda?" balas Leon sedikit membentak Sang penelpon.
"Apa ! belum juga kalian meneMukanya! cepat cari atau Tuan Abraham akan membubarkan Team yang Kamu pimpin saat ini.Untuk apa membentuk dan membayar kalian mahal mahal kalau hal begini saja kalian tidak becus megerjakanya" ucap Leon membentaki sang penelpon.
"Baik Tuan! Kami akan melanjutkan pencarian
" ucap Sang penelpon sambil menutup panggilanya.
__ADS_1
"Bagaimana Leon! Apa sudah ada kabar mengenai keberadaan putraKu" ucap Abraham berdiri dari tempat duduknya sembari mendekat kearah Leon.
"Belum ada Tuan " ucap Leon sambil menundukkan kepalanya.
"Apa...! Kenapa mereka begitu lambat menemukan putraKu, apa saja yang mereka kerjakan selama ini! Aku membiayai ke butuhan dan pelatihan mereka dengan biaya yang tak sedikit tapi kenapa kerjaan mereka tidak ada yang becus satu pun ..Ah" Abraham menarik kerah baju Leon sehingga tubuh pria parubaya sedikit terangkat naik.
"Tenangkan diriMu Bram, Tuhan pasti punya cara untuk menunjukkan ke beradaan dede Raymond" ucap Ryo menepuk punggung Abraham supaya tenangkan diri.
"Tapi sampai kapan Ryo! apa Kamu mengerti perasaanKu saat ini. Anakku di culik oleh para penjahat itu dan tak tahu bagaimana keadaannya saat ini. Apa mereka memberinya makan saat Ia kelaparan dan apa mereka menyelimuti tubuh mungilnya saat Ia kedinginan" ucap Abraham sembari mendudukkan tubuhnya diatas sofa dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Pria itu benar benar terlihat frustasi. Abraham benar benar dalam level terendah sejak kehilangan putra kecilnya.
Kembali suasana hening terulang lagi seperti tadi, hingan Ryo bangkit dari tempat duduknya.
"Aku tahu siapa orang yang bisa memberi Kita petunjuk dimana bajing4n itu menyembunyikan bayi Raymond" ucap Ryo menatap kearah mereka.
"Siapa....!"ucap mereka secara bersamaan.
__ADS_1
👉tetap beri like, coment, rate bintang lima serta vote ya makasih.