
Sementara Itu dalam ruang UGD, Docter Vian segera mendekat kearah pembaringan di mana Arthur sedang berbaring lemah dengan wajah pucat seolah olah sudah tak bernyawa lagi.
Tubuh anak muda itu sudah di penuhi dengan Alat medis, Mulai ventilator yang terpasang di daerah hidung, Infus dan beberapa kabel monitoring terpasang di bagian dadanya untuk melihat detak jantungnya.
"Astaga ! kenapa kendisi kesehatannya semakin menurun" ucap Docter Vian pada salah satu asisten pribadinya yang ada dalam ruangan itu.
"Mungkin pengaruh benturan dan pukulan yang begitu dasyat hingga melukai sebagian besar alat vital dalam tubuhnya docter!" Balas seorang wanita cantik yang berpakaian putih putih.
Tiba tiba alat monitoring berbunyi. Semua pandangan terarah kesana.
"Docter bagamimana ini?" ucap Asisten Doctee Vian.
"Cepat menyingkir " ucap Docter Vian mendekat kearah Arthur yang sedang berbaring lemah.
Docter Vian menekan alat pemicu jantung ke dada Arthur. Beberapa kali tubuh Arthur berguncang akibat alat pemicu jantung yang di letakkan Docter Vian ke dadanya.
Bulir bulir keringan keluar dari dahi Docter muda itu. sudah beberapa kali Docter Vian meletakkan alat pemicu jantung itu ke dada Arthur tetapi tetap saja tidak ada perubahan.
Monitoring berbunyi kencang dan gelombang hijau pada layar monitoring mulai menurun.
Mata Docter Vian membelalak seketika melihat penurunan gelombang pada layar yang seakan akan ingin membentuk garis lurus.
Kembali Docter Vian meletakkan Alat pemicu jantung ke dada Arhur dan Kebali tubuh Artur berguncang tetapi lebih kuat dari pada guncangan yang pertama, karena Docter Vian menambah tekanan getar pada benda itu sehingga goncangan pada tubuh Arthur juga bertambah.
__ADS_1
Suara Moniter pada mesin pendetiksi jantung tersebut semakin nyaring kedengaran dalam ruangan itu.
"Ini yang terakhir"ucap Docter Vian menyatukan ke dua telapak pada benda pemicu jangtung itu.
Doctor Vian kembali mengarahkan benda itu kearah dada Arthur ...
Dan....................
Docter Vian membuka pintu ruang UGD dan menghapus keringat yang bercucuran di dahinya menggunakan sapu tangan.
Maya, Naomi dan Leon kembali berlari mendekat kearah Docter Vian.
"Docter bagaimana keadaan Anak saya?" ucap Maya yang sudah sedari tadi merasa panik memikirkan kondisi putranya.
Lama Docter Vian terdiam hingga.....
"Alhamdulillah ......." ucap mereka bersamaan.
"Jadi kapan Saya bisa menjeguk anak Saya Doc" ucap Maya sambil menatap kearah Docter Vian.
"Setelah Tuan muda sudah di pindahkan ke ruang inap jadi kami harap Nyonya Maya mau bersabar dan mengikuti prosedur rumah sakit! Kalau begitu Saya permisi dulu masih ada pasien yang harus Saya periksa" ucap Docter Vian meminta pamit kepada mereka bertiga.
"Sekali lagi trimah kasih banyak doc" ucap Maya .
__ADS_1
"Sama sama Nyonya" ucap Docter Vian dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Tidak lama kemudian kini Arthur dan Ryo sudah berapada pada bilik rawat kelas 1 tapi beda ruangan.
Maya dan Naomi berada di bilik Arthur sedangkan Leon berada di bilik Ryo.
Leon yang berada di bilik Ryo saat itu sedang menata buah buahan diatas nakas, tiba tiba handpone milik Ryo yang sedari tadi Ia simpan di saku celananya bergetar.
Leon merogoh sakunya dan mengeluarkan handpone milik Ryo.
Sebuah panggilan dari Bi Ina, asisten rumah tangga di kediaman Ryo.
"Hallo Bi Ina ada apa ?" ucap Leon setelah sambung dengan Bi Ina.
"Tuan Leon! Lo kok bisa handpone Tuan Ryo ada bersama Anda" ucap Bi Ina heran karna handpone milik Tuanya ada bersama Leon.
"Kebetulan tadi Tuan Ryo lagi sibuk jadi, Saya di beri kepercayaan untuk menyimpan handponenya! Terus ada apa Bi Ina menelpon Tuan Ryo " ucap Leon berbohong kepada Bi Ina.
"Ooo..! Tidak kenapa kenapa Tuan Leon, Bibi heran sajak kok jam segini Tuan Ryo belum datang kerumah sakit. Biasanyakan Beliau sudah membawa Nyonya Rita jalan jalan kalau sudah jam segini" balas Bi Ina.
"Tuan Ryo tidak ada apa apa kok! Kebetulan saat ini beliau lagi sibuk ngurus kerjaan jadi mungkin sedikit terlamat ke rumah sakit"ucap Leon berbohong karna tidak ingin Bi Ina memberi tau Rita kalau Ryo sedang berada di rumah sakit dengan luka yang teramat parah yang bisa membuat kesehatan Rita kembali drop.
Leon mematikan sambunganya dengan Bi ina dan duduk di kursi di pinggir pembaringan Ryo.
__ADS_1
"Cepat sembuh Tuan! Nyonya Rita masih sangat membutuhkan Anda dan Semoga dengan peristiwa ini kehidupan Anda dan Tuan Muda menjadi Akur" ucap Leon menggenggam tangan Ryo yang masih belum sadarkan diri.
👉like, coment dan Votenya masih author tunggu ...trimah kasih.