DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
193. RENCANA KE SINGAPURA


__ADS_3

Dua bulan kemudian!


Pagi itu di kediaman Abraham, nampak pria itu begitu gelisah setelah menerima telpon dari Jonathan.


Maya yang kini terlihat hamil besar sedang merapikan baju Abraham dan menyimpanya kedalam koper.


"Sayang Babang tak usah berangkat ya! Aku takut Kau melahirkan tanpa ada Babang di sisiMu"ucap Abraham memelas kepada Maya sambil memeluknya dari belakang.


"Sayang Kau harus berangkat, ini rapat penting loh! Lagian kata dokter 2 minggu lagi baru anak kita lahir! Di singapura khan Kau cuman satu hari jadi, jangan banyak alasan deh"ucap Maya sembari menutup koper milik Abraham.


Abraham menghembuskan nafasnya dengan kasar, Sungguh gelisah Ia meninggalkan Istrinya yang sudah dekat dekat ini melahirkan buah hati mereka.


"Baiklah kalau begitu! Babang berangkat tapi ingat kabari Babang kalau ada apa apa"ucap Abraham mengelus elus perut Maya.


"iya pasti SayangKu" ucap Maya sambil membelai wajah tampan milik suaminya.


Tidak lama kemudian Abraham sudah bersiap siap untuk berangkat.

__ADS_1


Sementara itu Jonathan sedari tadi menungguinya di dalam mobil sembari menelpon Istri.


"Sayang ! Apa kepalamu masih pusing " ucap Jonathan pada Naomi dalam handpone.


"Iya Jo! Kepalaku masih pusing di tambah lagi mual yang sesekali datang menyerangKu" balas Naomi dengan nada pelan seperti tidak bertenaga.


"Atau baiknya Aku tidak usah pergi saja! biar Leon yang menggantikanKu" ucap Jonathan yang begitu kuatir pada keadaan istrinya.


"Ah Kau ini! Pandai sekali cari alasan, pasti ujung ujungnya kura kura tuamu itu yang jadi alasanMu bukan?.Tiara dan Diana ada disini jadi Kau jangan terlalu mengawatirkanKu !dan lagian cuman satu hari juga bukan! kalian berada disana" balas Naomi di ujung sana.


"Baiklah..baiklah SayangKu ! SuamiMu akan ikut dengan Bram tapi kalau ada apa apa denganMu kabari segera ya" ucap Jonathan.


"Iya bawel" balas Naomi sambil memutuskan sambunganya dengan Jonathan.


Tidak lama kemudian Jonathan keluar dari dalam mobil.


"Bram! Jadi tidak kita berangkat? Kalau tidak Jadi Aku mau pulang tidur. SelimutKu sedang menungguiKu di rumah" ucap Jonathan yang berdiri di depan pintu mobil.

__ADS_1


"Iya Jadi! Kau ini sudah berani memerintahKu setelah menikah dengan Ibu mertuaKu! Kau sudah tidak ada takut takutnya lagi denganKu" ketus Abrahan kepada Jonathan.


Jonathan terbahak bahak mendengan ucapan Abraham. Memang benar Sejak menikah dengan Naomi Jonathan tidak lagi seperti bos dan bawahan melainkan Ayah dan Anak menantu.


"Sayang Babang berangkat ya! Jaga diriMu baik baik Kau jangan kelelahan, jangan naik ke tingkat dua, jangan melakukan hal hal aneh dan bila ada yang kau butuhkan suruh bibi yang mengambilkanya untukmu" ucap Abraham panjang kali lebar yang membuat Maya merotasikan kedua biji matanya.


"Iya Sayang Aku akan menuruti semua keinginanMu jadi berangkatlah! Aku akan baik baik saja disini bersama calon buah hati kita" ucap Maya yang terus saja meyakinkan Abraham kalau dirinya akan baik baik saja.


Abraham tersenyum kemudian tunduk mengelus elus serta mencium perut Maya.


"Nak! Ayah berangkat ya, Kau jangan nakal di dalam sana. Ayah menyayangi IbuMu dan juga dirimu! Trimah kasih karna sudah memilih Aku sebagai AyahMu" ucap Abraham yang menciumi perut Maya berkali kali.


Maya mengelus elus rambut Abraham. Betapa bahagianya Ia mendapatkan seorang suami yang menyayanginya dengan sepenuh hati.


Tidak lama kemudian Mobil yang di tumpangi Abraham dan Jonathan melaju meninggalkan Mension menuju ke arah bandara.


👉tetap bagi coment, like, vote dan rate bintang limanya ya trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2