DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
122. RICO MENGAKU


__ADS_3

Setelah keduanya berada di hadapan Abraham dan Ryo, Leon mundur ke belakang kira kira dua langkah dari situ.


Ryo bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Rico.


"Berani sekali kau membohongiku Tua bangka" ucap Ryo menarik baju kemeja yang di pake Rico.


Rico hanya tertuduk ketakutan purutnya yang buncit terlihat mengempes karna menahan nafas.


"Jawab Siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua Ah! " Bentak Ryo di depan telinga milik Rico.


Tapi tetap saja Rico tak mau menjawab, Ia hanya tertunduk lemas dan sesekali menyekah keringat di lehernya yang menetes dari dahinya.


Ryo semakin jengkel dan mendorong tubuh buncit itu hingga hampir terjatuh.


"Cepat katakan atau Ku letuskan perut buncitMu itu " ucap Ryo sambari berputar mengelilingi Rico.


Ya tetap seperti tadi Rico tetap membisu tanpa ada satu katapun yang keluar dari dalam mulutnya.


Abraham yang sedari tadi melihat adegan itu hanya terdiam diatas kursi sambil meletakkan tanganya di otak kirinya sebagai penopang


Plack ....satu tamparan mendarat di pipi kiri Rico.


"Kau rasa itu ...." ucap Ryo setelah menampar pipi kanan milik Rico.


Rico mengelus elus pipinya yang merah karena tamparan keras dari Ryo.


Ryo melangkah kearah tempat duduknya tadi, Ia begitu frustasi karna Rico benar benar tidak mau buka mulut.


"Abraham coba kau yang tanya kepadanya siapa tau ia mau mendegarmu" ucap Ryo sambil mendudukkan bokongnya diatas kursi dekat Abraham.

__ADS_1


"Berani sekali kau menyuruhKu" ucap Abraham sambil mengkerutkan dahinya.


"Ini bukan cuma masalahKu saja namaMu juga Dia sebagai pelaku utama! Apa Kau tidak penasaran siapa yang memfitnaMu seperti itu? Atau jangan jangan memang Kau pelakunya"Ucap Ryo kembali curiga kepada Abraham.


"Ryo ..Ryo kau memang mirip anak ABG pendirianMu tidak perna menentu! coba pikir untuk apa Aku melakukan semua itu padaMu ! To apa yang aku punya lebih dari yang kau punya dan lagian Aku punya istri cantik dan anak yang ganteng yang setia menungguKu bila Aku pulang! Na kau ...istri saja tidak punya upss ada si tapi selingkuh dengan mertuanya ha ha ha " ucap Abraham sambil berdiri dari tempat duduknya.


Plack........


"Sialan kau Abraham " ucap Ryo sambil menampar bokong milik Abraham yang berjalan di depanya.


Abraham hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari Ryo.


"Hay Kau ..." ucap Abraham menegur Rico yang sejak tadi cuman menundukkan kepalanya


Rico sedikit mengangkat wajahnya dan melihat kearah Abraham yang berdiri pas di hadapanya.


"Sebenarnya Aku tidak mau kasar kepada orang yang lebih Tua dariKu tapi karna Kau mengusikKu terlebih dulu maka jangan salahkan Aku bila terjadi sesuatu denganmu, keluargaMu atau perusahaanmu kau paham bukan" ucap Abraham masih sedikit tenang sambil berkacak pinggang di hadapan Rico.


"Sial kenapa Dia harus pipis disini shi! menyusahkan saja " ucap Leon dalam hati sambil melihat keara lantai.


Lama Abraham berdiri disana sambil terus memandang kearah Rico yang sedari tadi tertunduk gemetaran.


"Baiklah kalau Kau tidak juga mau buka mulut..Aku hitung sampai tiga maka jangan salahkan Aku kalau Kau, keluargamu dan perusahaanMu itu tinggal Kenangan..1....2....ti...." ucap Abraham gantung karna Rico secepat kilat memotongnya.


"Baik Tuan Abraham saya akan beri tau semuanya tapi Aku mohon jangan mengusik keluargaKu dan perusahaanku" ucap Rico sambil menjatuhkan tubuhnya di hadapan Abraham.


Abraham tidak menggubris ucapan Rico Dia hanya tersenyum puas melihat musuhnya kini bertekuk lutut di hadapanya.


"Saya di perintahkan oleh Viona istri Tuan Ry.." ucap Rico tergantung pula setelah mendengar suara Ryo dari sana.

__ADS_1


"Apa ! perempuab j4lang itu yang menyuruhMu Ah! Dan ingat Dia bukan istriku kalau Kau mau ambil ambilah" ucap Ryo dengan emosi .


Abraham memandang kearah Ryo dan meletakkan jari telinjuk tegak di depan bibirnya yang bertujuan memberi kode kepada Ryo agar terdiam.


"Cepat lanjutkan ..." ucap Abraham kembali membentak Rico.


"Iya Tuan ...Nyonya Viona mengancamKu supaya menyiarkan video itu kemedia televisi kalau tidak Ia akan memberikan poto fulgar kami ke pada istriku" ucap Rico sambil tetap bersujud di hadapan Abraham.


"Terus kenapa kau tega menfitnaKu ..? ucap Abraham sambil menarik kakinya yang di pegang erat oleh Rico.


"Nyonya Viona bilang Kalau Tuan Ryo tidak akan berani menemui Anda setelah pertengkaran yang terjadi diantara Anda berdua makanya itu saya berani menyebut nama Anda di hadapan Tuan Ryo! Tolong maafkanlah saya Tuan Abraham " ucap Rico sambil menangis terseduh seduh.


"Alasan macam apa itu " ucap Abraham sambil mengkerutkan dahinya.


"Namanya juga kepepet Tuan! Nyonya Viona terus saja merongrongku siang dan malam" balas Rico.


Abraham berpikir sejenak hukuman apa yang layak Ia berikan kepada Rico! sampai Akhirnya Ia tersenyum.


"Berdirilah ! mulai saat ini perusahan pertelevisian yang Kau miliki itu akan menjadi milikKu! Aku tidak mau orang sepertiMu yang mengelolah media itu, ditakutkan nantinya Kau akan melakukan hal lebih parah dari ini kau mengerti! ucap Abraham sambil menarik tubuh Rico untuk bangkit.


"Tapi saya dapat conpensasi kan Tuan? ..soalnya itu satu satunya perusahaan milik keluarga kami" ucap Rico sedikit memelas.


"Tentu ...! setelah itu pergilah dari kota ini saya tidak mau berbagi udara dengan orang perselingkuh sepertiMu" ucap Abraham kembali duduk di kursinya semula.


"Trimah kasih banyak Tuan ...Aku akan pergi jauh dari kota ini setelah dananya sudah saya terima! kalau begitu saya permisi Tuan " balas Rico sambil berbalik menuju kearah pintu.


Tapi belum juga Ia melangkah Leon sudah berdiri di hadapannya sambil memegangi gagang pel beserta ember berisi air.


"Sebelum pergi kau bersih bersih dulu! siapa suruh pipis di sembarang tempat nich ambil" ucap Leon sambil memberi sebuah pel dan ember berisi air kepada Rico.

__ADS_1


👉hay readers tetap semangat beri vote, coment, favorite, dan like nya ya ..trimah kasih.


__ADS_2