DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
185. DI RIAS.


__ADS_3

Abraham terus melangkah membawah istrinya menuju bilik Naomi.


Tidak lama kemudian mereka berdua tiba di depan pintu bilik Naomi.


Tok... tok ...tok....


" Assalamu'alaikum " ucap Maya sambil mengetok daun pintu bilik kamar Naomi.


"Waalakum salam" ucap 3 orang dalam bilik kamar secara bersamaan.


Tidak lama kemudian daun pintu pun terbuka.


Nampak dari sana seorang pria kemayu membukakan mereka berdua pintu.


"Ee... Nyonya Maya dan Tuan Abraham" ucap Tomy sambil tersenyum ke pada mereka berdua dan tak lupa mengedipkan matanya kearah Abraham.


Abraham yang mendapat kedipat seperti itu sontak mengedip ngedipkankan bahunya serta menggetar getarkanya, karena Ia merasa geli dengan perlakuan Tomy barusan.


"Bram! ada apa denganMu kenapa Kau seperti cacing kepanasan" ucap Maya heran melihak gerakan gerakan aneh dari suaminya itu.


"Manusia setengah matang ini menggodaKu sayang! Ia mengedipkan matanya seakan akan ingin berbuat mesum di depanMu" ucap Abrahan sambil bersembunyi di belakan istrinya.


"Ha .ha .ha..!" Maya tertawa terbahak bahak hingga perut buncitnya ikut bergoyang.

__ADS_1


"Sayang hati hati! Kasihan dede bayi" ucap Abraham sambil memegangi perut Maya yang tidak berhenti berguncang.


"Lagian Kamu si aneh! Masah dengan Tomy kau ketakutan seperti itu" ucap Maya ssmbil menghentikan tawanya.


"Bukanya takut sayang tepatnya geli alis jijik"ucap Abrahan membela diri.


"Jangan berkata begitu! Tamy juga manusia biasa punya hati dan perasaan! maaf ya Tomy suamiKu ini memang suka bercanda" ucap Maya menepuk nepuk punggu pria kemayu itu.


"Tidak apa apa Nyonya! Malahan Saya senang di gituin sama mas ganteng" balas Tomy.


Ketiganya lalu melangkah mendekat kearah Naomi yang sedang di rias didepan cermin.


"Waw....Ibu sungguh cantik" ucap Maya membelalak setelah berada di dekat Naomi.


"Sungguh Bu, Maya tidak berbohong! coba tanya Bram pasti Ia setuju denganKu? bagaimana sayang" ucap Maya sambil memeluk pinggang Abraham.


"Benar kata Maya! Ibu benar benar cantik hari ini dan di pasti Jonathan akan terkelepak kelepak bila melihat Ibu nantinya" ucap Abraham membenarkan ucapan Maya sambil ikut memeluk pinggang istrinya.


Naomi begitu malu. Wajanya yang dari tadi terlihat putih kini berubah menjadi merah, mirip udang rebus setengah matang.


"Terserah Kalianlah......." ucap Naomi pasrah.


Kembali wajah wanita parubaya itu di

__ADS_1


poles bedak oleh penatarias yang sengajah Maya datangkan dari luar kota untuk menyempurnakan penampilan Naomi hari ini.


Hampir 30 menit sang Perias mendandani wajah Naomi hingga akhirnya sang perias itu menyimpan semua Alat alat meke upnya kedalam koper kecil berwarna hitam yang ada diatas meja rias menandakan tugasnya sudah selesai.


Setelah ke pergian penata rias tersebut. kini tinggal Abraham, Maya dan Naomi di dalam bilik itu.


Nampak Naomi begitu gugup. Itu terlihat dari cara Dia meremas remas kedua jari jarinya saling bergantian.


"Ibu ada apa? ucap Maya mendekat kearah Naomi yang sedang duduk diatas ranjang sambil menggantung kedua kakinya disana.


Naomi seketika mengangkat wajahnya dan menatap kearah Maya yang duduk di sampingnya.


"Ibu nervous...." ucap Naomi dengan bibir sedikit bergetar.


Maya memegan tangan Ibunya dan menatapnya lekat lekat.


"Ibu tenang ya ! ada Aku dan Bram yang selalu dekat bersama Ibu. jadi, tak ada yang perlu Ibu gugupi lagi. Ibu paham kan maksud Maya!" ucap Maya memberi semangat kepada Naomi agar tidak Gugup lagi.


Naomi mengangguk pelan dan menghamburkan pelukanya ke pada Maya.


"Trimah kasih Nak! ucap Naomi melepaskan pelukanyan.


"Sama sama Bu" ucap Maya memukul mukul punggung tangan Naomi sembari tersenyum manis.

__ADS_1


👉jangan pelit pelit dong say ...bagi like, coment ,vote and favorite serta rate bintang limanya...makasih.


__ADS_2