DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
182. MINTA RESTU KE ARTHUR.


__ADS_3

Setelah berpamitan kepada Abraham dan Maya. Jonathan dan Naomi berangkat ke kediaman Ryo untuk meminta restu kepada cucu kesayanganya itu.


"Sayang kita jemput Diana dulu ya? kasihan pasti Ia bosan tinggal di rumah seharian" ucap Jonathan pada Naomi yang sedang duduk di sampingnya saat itu.


"Iya ...Aku juga kangen sama Dia" ucap Naomi memandang kearah Jonathan yang sedang sibuk mengendarai mobilnya.


"Kau kangen dengan anaknya tapi tidak kangen dengan Ayanya! Bagai mana si cayang?" ucap Jonathan tanpa memandang kearah Naomi.


"Untuk apa merindukan orang yang sudah ada di hadapan kita" ucap Naomi mengalihkan pandanganya ke luar jendela.


Jonathan hanya terkekeh mendengan ucapan dari calon istrinya itu.


Tidak lama kemudian mobil mereka sudah memasuki haĺaman rumah milik Jonathan.


Rumah itu terbilang sangat mewah dengan halaman yang cukup luas.


Jonathan mematikan mesin mobilnya setelah memarkirkanya di garasi mobil.


Jonathan berlari kecil dan membukakan pintu buat Naomi.


"Silahkan Tuan putri" ucap Jonathan sambil menunduk dan melipat satu tanganya di bagian perut seperi dayang kerajaan yang menyambut putri raja memasuki ruang istana.


"Idi ..Apaan si! Lebay de" ucap Naomi sambil menepuk punggung Jonathan yang saat itu sedang menunduk.


"Ha...ha...ha.....kau makin cantik bila lagi ngambekkan" ucap Jonathan tertawa riang.


Membuat Naomi bagai kepiting rebus oleh tingkah dan ucapan Jonathan.


Keduanya melangkah menuju pintu masuk. Tapi, belum juga mereka mendekati pintu rumah Diana sudah nogol dari balik daun pintu dan berlari kecil memeluk Naomi.

__ADS_1


"Kenapa Ibu tidak bilang kalau ingin kemari! kan setidaknya Diana bisa memberi penyambutan yang lebih meriah" ucap Diana sambil memegang kedua tangan Naomi.


"Kau ini seperti AyahMu saja ...Lebay" ucap Naomi memanyunkan bibirnya.


Jonathan dan Diana sontak tertawa terbahak bahak melihat tingkah Naomi yang kelihatan Ngambek oleh kejailan mereka beedua.


Setelah bercengkara di ruang Tamu, kembali mereka keluar dari rumah megah itu, menuju kearah mobil karna rencananya hari ini mereka ingin berkunjung ke kediaman Ryo untuk bertemu Arthur dan meminta restunya.


Mobil mereka kini meninggalkan halaman rumah Jonathan menuju ke arah kediaman Ryo.


"Bu ...acara pernikahan kalian nanti apa Ibu akan mendatangkan Artis dari kabupaten pinrang seperti pernikahan Nyonya Maya dan Tuan Abrahan waktu itu" ucap Diana kepada Naomi yang duduk di sebelahnya.


"Tentu dong sayang! Ibu bangga dengan daerah dan tradisi adat dari sulawesi jadi tanpa ada sentuhan dari adat istidat daerah, rasanya kurang lengkap bila tidak menghadirkan suatu tradisi pada pesta besar, supaya terlihat berkesan nantinya! Ibu harap juga Kau bisa melestarikan adat istiadat dari leluhur kita ..walaupun ibu tau kau lahir dan besar dinegri orang tapi, jangan sampai kau lupa adat tradisional indonesia yang begitu kaya dan beragam! kau paham!.ucap Naomi yang bangga dengan kebudayaan indonesia.


"Tentu dong Bu! Makanya Diana tak tega meninggalkan negeri ini! Karna Diana sama dengan Ibu bangga sebagai bangsa indonesia"ucap Diana mengayut manja pada lengan Naomi.


Jonathan hanya tersenyum melihat kedua wanita kesayanganya itu dari arah kaca spion dalam mobilnya.


La Baddu segera berlari membukakan mereka pintu.


"Sore Tuan Jo " ucap La Baddu sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Sore pak Baddu ! apa Tuan Ryo dan Tuan Muda ada" ucap Jonathan setelah membuka jendela kaca mobilnya.


"Iya ..Tuan! mereka berdua ada di dalam! Tuan langsung masuk saja kedalam" balas La Beddu.


"Trimah kasih banyak pak Beddu" ucap Jonathan dan kembali menjalankan mobilnya memasuki pekarangan Mension milik Ryo yang terbilang cukup Luas.


Ketiganya keluar dari dalam mobil dan melangkah mendekat kearah pintu.

__ADS_1


Belum juga mengetuk daun pintu seorang pelayan sudah membukakan pintu bagi mereka bertiga.


"Silahkan Masuk secretaris Jo" ucap Seorang pelayan pria sambil menundukkan kepalanya.


"Trimah kasih" ucap jonathan melangkah masuk diikuti olen Naomi dan Diana dari arah belakang.


"Ayah kembalikan handpone Arthur .." ucap Arthur yang memegangi tangan Ryo yang terangkat keatas.


"Ambilah kalau kau bisa merampas dari tangan Ayah ..ha ha .ha" ucap Ryo yang sesekali memindahkan handpone milik Arthur dari tangan satunya ke tangan yang lainnya sambil tertawa.


Naomi yang melihat itu tersenyum bahagia! Kedua orang yang dulu saling membenci kini memperlihatkan ke kompakan seperti layaknya Ayah dan anak.


"Hem..." Dehem Naomi membuat Ryo dan Arthur terdiam dan memalingkan wajahnya kearah datangnya suara.


"Nenek ....! ucap Arthur bangkit dan tak lagi menghiraukan handpone miliknya yang di rebut oleh Ayahnya.


Arthur berlari dan menghamburkan pelukanya keara Naomi.


"Apa kabarMu Nak" ucap Naomi sambil mengacak acak rambut Arthur.


"Baik ..Nenek sendiri bagai mana kabarnya? tumben baru datang menjeguk Arthur" balas Arthur.


"Nenek juga baik Sayang! Nenek sedari kemarin kemarin mau menjegukMu tapi IbuMu masih kurang enak badan...jadi Nenek harus terus menjaganya! Na sekarang Nenek mulai bebas karna Ayah Abraham sudah 24 jam non stop ada di dekatnya" ucap Naomi.


"Nak! persilahkan mereka duduk dulu nanti disambung kangen kangenanya" ucap Ryo yang duduk di sofa saat itu.


"Maaf maaf jadi lupa ! Paman Jo, Diana silahkan duduk ! Nenek juga ucap Arthur menarik tangan Naomi.


Tanpa Arthur sadari dua mata sudah memerah melihatnya. Andai bukan Tuan Mudanya mungkin, kepalanya sudah Jonathan kucek kucek kayak pakaian kotor karena merasa jengkel melihat Arthur memeluk dan memegang tangan Naomi seakan akan tidak memberinya ruang berdekatan dengan calon Istri tuanya itu.

__ADS_1


👉jangan lupa bagi like, coment, vote , dan rate bintang limanya ya mskasih.


__ADS_2