DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
154. KESEMPATAN MEREBUT MAYA DAN ARTHUR.


__ADS_3

Ryo terus melajukan mobilnya menuju AMANDA tivi. Sesekali pria itu ternyum bila mengingat akan bertemu Arthur disana.


Tak lama kemudian mobilnya sudah membelok masuk kedalam bangunan pencakar lagit itu, dimana lagi kalau bukan di stasion pertelevisian AMANDA tivi.


Ryo memarkirkan Mobilnya, tak lupa Ia memandangi wajahnya di kaca spion sebelum Ia turun. Setelah dirasa cukup Ryo mengambil kaca matanya yang sedar tadi di letakkan di depan stir mobilnya dan memakainya kemudian Ia keluar dari mobil miliknya.


Suasana perusahaan saat itu terlihat sangat ramai, para karyawan terlihat lalu lalang disana dengan kesibukan mereka masing masing.


Ryo melangkah menuju arah pintu dan segera mencari Leon di ruangan yang telah mereka sepakati bersama untuk berteMu.


Setelah melihat tempat yang ditujuh Ryo mempercepat langkahnya, tetapi belum juga Ia mencapai pintu langkahnya sudah Ia hentikan setelah mendengar percakapan dua orang di dalam sana.


"Tuan Abraham untuk apa lagi Anda kemari! apa Anda belum puas menyakiti hati Tuan Muda" ucap Leon dengan nada keras sehingga bisa terdengar baik oleh Ryo yang sedang berada di luar ruangan itu.


"Aku tidak ada maksud menyakiti Arthur Leon! Kau percayalah padaKu hanya Kau orang yang bisa menolongKu sekarang" ucap Abraham yang duduk di kursi sambil melipat kedua tanganya di depan dada.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menolong Anda! nyata nyatanya Tuan Muda sudah sangat membenci Anda! Niat Anda ingin menguasai perusahaan AMANDA grup sudah tersimpan baik dalam memory ingatan Tuan muda, jadi Aku tidak bisa berbuat apa apa Tuan dan takutnya kebencian Nyonya dan Tuan Muda kepada Anda akan berembet juga kepada Saya, yang nyata nyatanya tidak tau menahu tentang semua itu itu" ucap Leon menolak keras keinginan Abraham.


Dan tiba tiba pintu terbuka dengan kasar Ryo masuk dan langsung memukul wajah Abraham sehingga pria besae itu terjatuh dari tempat duduknya.


"Kau benar benar ular Abraham! Kau pandai sekali menyembunyikan kebusukanMu di topeng malaikatMu itu. Benar dugaanKu waktu itu kalau Kau ada niat menguasai perusahan milik keluarga kami" ucap Ryo sambil menunjuk kearah Abraham yang jatuh tersungkur di atas lantai.


Abraham melap bibirnya dengan telapak tanganya, darah bercampur air liurnya keluar dari dalam mulutnya akibat pukulan keras yang diberikan Ryo padanya.


Abraham mencoba bangkit dan duduk kembali di tempatnya semula. Ia benar benar sosok pria yang tenang dan tidak mudah emosi dalam menghadapi masalah.


"Tenangkan diriMu! Aku tidak seperti apa yang Kau pikirkan" ucapnya sambil megibas ngibaskan tanganya kearah bajunya untuk menghilangkan debu yang melengket di sana akibat terjatuh tadi.


Abraham mengkerutkan dahinya Ia merasa ucapan Ryo sangat janggal kedengaran.


"Apa MaksudMu Ryo dengan bersyukur dengan kejadian ini" balas Abraham yang memandangi Ryo dengan sangat lekat.

__ADS_1


"Tentu Aku bersukur! Karna Maya dan Arthur membenciMu, dan ini kesempatan Aku untuk merebut mereka dari tanganMu seperti yang kau lakukan dulu padaKu ha ha ha" ucap Ryo sambil tersenyum lebar kearah Abraham.


Semua ucapan Ryo membuat wajah Abraham memerah menahan emosinya, Ketenanganya yang dari tadi Ia pertahankan Mulai goyah.


Abraham bangkit ingin memukul wajah Ryo, tapi untungnya Leon dengan sigap menghalanginya.


"Tuan tenangkan diriMu! ini bukan Ring tintu kalau kalian berdua mau baku hantam silahkan asal jangan di tempat ini" ucap Leon sambil mendorong tubuh Abraham menjauh dari Ryo.


"Awas Kau Ryo berani kau menyentuh sedikitpun Istri dan Anakku kau tidak Akan aku lepaskan! Kau ingat itu baik baik" ujar Abraham menunjuki Ryo yang sedari tadi hanya tersenyum lebar di tempatnya.


"Maya memang IstriMu dan ingat Arthur itu anakKu bukan AnakMu, jadi pasti Ia akan lebih memilih Ayah kandungnya sendiri di bandingkab Ayah penghianatnya sepertiMu, Setelah Arthur memilihKu otomatis Maya juga akan ikut bersama kami" ucap Ryo begitu senang.


"Kau " ucap Abraham begitu emosi.


" Sudah sebaiknya kalian berdua pergilah dari tempat ini sebelum Tuan Muda melihat kalian berdua disini dan bila itu terjadi kalian berdua bisa tau kan apa yang akan terjadi"ucap Leon melerai pertengkara mereka dan mebyuruh mereka untuk pergi .

__ADS_1


Plack.....plack.....plack ......suara tepuk tangan nampak terdengar nyaring dari arah pintu....


👉tetap beri like, coment dan votenya ya supaya author makin semangat nulisnya ...gratis kok ..makasih banyak sebelumnya.


__ADS_2