DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
129. DIA NENEKKU BUKAN IBUMU.


__ADS_3

Lama Naomi terdiam entah apa yang ada di benaknya saat ini.


"Tapi kalau Nyonya menolak tidak.apa apa! perasaan itu tidak bisa di paksakan! Mencintai tidak harus memiliki kan Nyonya?" ucap Jonathan sembari mengarahkan pandanganya ke arah depan menghadap kearah pantai.


"Bukan begitu Jo! Ini sangat mendadak bagiku! dan baru kali ini juga ada seorang pria yang langsung mengajakKu untuk menikah!" ucap Naomi dengan mata sedikit berkaca kaca.


Mendengar ucapan pujaan hati, membuat hati Jonathan sedikit berbunga bunga, rasanya masih ada serpihan harapan yang tersirat di dalam ucapan Naomi barusan.


"Saya paham Nyonya! tapi usiaKu sudah tidak terbilang muda lagi, Aku ingin menikmati masa tuaku nanti bersama orang yang Aku cintai dan yang mencintaiKu dan Aku percaya Nyonyalah orang yang Aku maksud itu" ucap Jonathan kembali menatap kearah Naomi.


Naomi begitu kikuk di buatnya, dulu kakek Thomas sekarang Jonathan dua pria paru baya itu menggetarkan dunianya.


"Kau ini pandai sekali berkata kata! Apa kata kata ini pernah juga Kau ungkapkan kepada Mia?" balas Naomi menyebut nama adik tirinya itu.


Jonathan pengkerutkan dahinya dan penggeleng gelengkan kepalanya.


"Nyonyalah yang pertama kali mendengarkan Rayuan saya kalau itupun dianggap sebagai rayuan! saya tidak perna berkata manis seperti ini kepada Mia ataupun Almarhum Istriku semuanya berjalan seperti biasa saja tetapi lain dengan Nyonya rasanya jiwa merayu saya dengan sendirinya mengalir begitu saja tanpa Aku buat buat" ujar Jonathan dengan sedikit tersimpul malu .


Naomi menatap tajam kearah mata jonathan Ia melihat di sana tak sedikitpun kebohogan yang tersirat disana.


"Jo bagai mana dengan Mia? waktu itu Aku melihatnya Ia masih sangat berharap padaMu mulai dari caranya memandangMu sampai cara Ia bertutur kata denganMu membuktikan kalau Ia masih Ada rasa denganMu" ucap Naomi memalingkan pandangannya kearah pantai karna takut Jo memergoki perubahan raut wajahnya.


Jonathan tersenyum tipis! Ia membaca arti kata yang keluar dari bibir manis sang pujaan hatinya saat itu.


"Nyonya cemburu..." ucap Jonathan sambil memegangi kedua pundak Naomi supaya menghadap kepadanya.


"Mana ada ..jangan terlalu percaya diri" kilah Naomi sambil menundukkan kepalanya karna wajahnya tiba tiba memerah.


Kembali Jonathan tersenyum melihat tingkah malu malu Naomi ingin sekali Ia mencubit pipi wanita yang sedang berada di depanya itu tapi Ia urungkan.


Jonathan kemudian mengangkat wajah Naomi yang saat itu lagi tertunduk malu.


"Nyonya menikahkalah denganKu! Aku berjanji akan membahagiakan Nyonya, Diana dan anak anak kita kelak"ucap Jonathan dengan wajah yang sangat serius menatapi Naomi.

__ADS_1


Mata Naomi seketika berkaca kaca tanpa Ia sadari butiran butiran kristal keluar dari kedua sudut matanya dan membasahi pipinya.


Jonathan menghapusnya dengan lembut ...


"Sudah sudah jangan menagis lagi...saya tidak akan sanggup melihat kedua mata indah ini mengeluarkan air mata karna sedih! Mulai sekaran Saya akan selalu membuat Nyonya tersenyum sehingga melupakan yang namanya kesedihan" ucap Jonathan memeluk tubuh Naomi sambil mengelus elus punggungnya.


Ada rasa Nyaman bercampur malu yang Naomi rasakan saat ini! bagai mana tidak seumur umur baru kali ini Ia merasakan kehangatan pelukan pria dewasa.


Pantai pasir putih kini menjadi saksi cinta kedua manusia parubaya itu.


Sementara itu Arthur dan diana salin berkejar kejaran di pantai sesekali mereka berdua masuk kedalam air dan saling menyiram satu sama lain .


"Rasain ....Ini " ucap Arthur menyiram Diana dengan Air laut .


"He he he...Ampun Tuan Muda " ucap Diana sedikit ketawa sambil berlari ke daratan menghindari serangan Arthur.


Kembali mereka saling berkejaran hingga mereka berdua ngos ngosan karena capek.


"Sudah Ah ...Saya capek " ucap Diana menjatuhkan tubuhnya diatas pasir


Tiba tiba mata Artur tertujuh pada penjual layangan yang sedang mendagankan jualanya di pinggir pantai ...


"Beli layangan Yuck!" Ajak Arthur kepada Diana .


"Mana ada penjual layangan sekitaran sini! " balas Diana sambil menulis nulis diatas pasir putih.


"Ada Ayo ikut ..." ucap Arthur sambil menarik tangan Diana menuju kearah pedagang layangan.


Tidak lama kemudian kini mereka asyik bermain layangan di pinggir pantai tanpa mempedulikan posisi matahari yang sudah ada di atas pucuk kepala mereka.



"Ayo kembali .....pasti Ayah dan ibu sudah menunggui kita sedari tadi" ucap Diana mengajak Arthur menyudahi permainan layang layang mereka.

__ADS_1


Arthur mengkerutkan jidatnya mendengar ucapan Diana.


"MaksudMu Ayah dan Ibu itu siapa"Ucap Arthur sambil memandang kearah Diana .


Diana hanya cengegesan mendengar pertanyaan Arthur.


"Pokoknya Ada ..." ucap Diana berlari menuju tempat Jonathan dan Naomi sedang berada.


"Way tunggu ...Awas Kau Diana kalau kau berani memanggil Nenekku dengan kata Ibu" ucap Arthur berlari mengejar Diana yang sudah jauh meninggalkanya.


Sementara Itu Jonathan dan Noami kini berjalan jalan di sekitaran pantai sambil saling memegang tangan satu dengan yang lain.


"Dinda ...Hari ini benar benar hari istimewah buat kanda" ucap Jonathan sambil meraut jari jari milik Naomi.


"Jo Geli ...Tau" ucap Naomi melepaskan genggaman tanganya dan memukul pahu milik Jonathan .


Jonathan hanya terkeke melihat tingkah malu malu pacar barunya itu.


Dari Arah depan nampak Diana berlari mendekati mereka berdua.


"Ibu..........." ucapnya sambil merentangkan tanganya ingin memeluk Naomi.


Tapi dengan cekatan Jonathan menghadangnya dari depan.


"Ayah biarkan Aku memeluk Ibu" ucap Diana bagai anak kecil yang sudah sangat rindu pada Ibunya.


"Dia bukan IbuMu Nak! Dia nyonya Naomi" ucap Jonathan yang terus saja menghalangi Diana untuk memeluk Naomi.


Naomi kemudian memegang pundak Jonatan dengan lembut.


"Menyingkirlah biar Dia memelukku" ucap Naomi sambil sedikit menggeser tubuh Jonathan .


"Ah Dia bukan ibuMu Dia NeneKu " ucap Arthur yang langsung menyerobot mereka berdua dan memeluk Naomi.

__ADS_1


"Huu dasar ..." ucap Jonathan dan Diana cemburu melihat Arthur memeluk Neneknya.


👉tetap like,vote ,dan coment ya teman teman jangan irit irit dong gratis kok makasih banyak...


__ADS_2