DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
118. KEJADIAN 19 TAHUN SILAM.


__ADS_3

Mereka berempat meninggalkan tempat itu menuju kearah lift.


Sementara itu Gunawan dan Selly hanya memandangi kepergian mereka dari tempat mereka berdiri sekarang ini.


"Ayah pokoknya Arthur itu harus jadi milik Selly titik" ucap Selly sambil menatap kearah Ayahnya.


"Sebenarnya Ayah juga mau kalau Arthur jadi mentu Ayah! tapi kau lihat sendiri tadi reaksinya kepadamu Ia nanpak dingin dan tidak mengidahkanmu sama sekali" ucap Gunawan sedikit kecewa kepada Arthur.


"Terus Selly harus bagaimana Ayah? ucap selly kepada Gunawan.


"Kau harus cari trik supaya Arthur bisa meresponmu dan tidak bisa jauh darimu karna ini satu satunya cara supaya kita tetap bisa hidup mewah sampai bila bila" ucap Gunawan sambil menepuk punggung Anaknya.


Selly hanya mengangguk dan tersenyum kepada Ayahnya.


Sementara itu di ruang Abraham, nampak Abrahan dan Arthur sedang sibuk mengerjakan sesuatu hingga mereka tidak menyadari kalau jam sudah menunjukkan pukul 16.00 .


"Nak jika kau sudah merasa capek atau bosan


kau boleh pulang biar Jonathan yang mengantarmu, Ayah belakangan soalnya masih ada hal penting yang harus Ayah selesaikan dulu" ucap Abraham kepada Arthur.


"Baiklah Ayah ..tapi Ayah jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja istirahatlah jika Ayah sudah merasa lelah" ucap Arthur sambil membereskan barang barangnya dan memasukkan kedalam tas.


Abraham hanya tersenyum dan mengangguk pelan.


Setelah mencium punggung tangan Abraham, Arthur melangkah ke luar dari ruangan Abraham dan menuju ke arah ruangan dimana Jonathan sedang berada.


Setelah mengetuk pintu Arthur menarik gagang pintu dan membukanya sangat pelan.


"Eh..Tuan muda silahkan masuk! maaf saya tidak menyadari kedatangan Tuan sakin asyiknya saya bekerja" ucap Jonathan yang merasa tidak enak kepada Arthur.


"Tidak Apa apa paman Jo, Arthur yang salah datang di waktu yang tidak tepat" balas Arthur.


"Tuan muda bisa saja!..Apa Tuan muda mau pulang sekarang" ucap Jonathan sambil mengangkat pergelangan tanganya untuk melihat jam.

__ADS_1


"Iya paman! tapi apa tidak mengganggu pekerjaan paman?" ucap Arthur merasa tidak enak hati.


"Tidak sama sekali Tuan muda...lagian besok saya bisa melanjutkan kembali jika masih ada yang belum selesai" ucap Jonathan sambil berdiri.


Tidak lama kemudian mereka berdua meninggalkan ruangan itu dan menuju kearah lift .


Mereka berdua melangkah keluar lift dan menuju kearah mobil.


"Ayah ..." ucap Diana dari Arah belakang sambil berlari kecil mendekati mereka.


Jonathan dan Arthur berhenti dan menoleh kearah datangnya suara, mereka berdua tersenyum ketika melihat siapa yang sedang mereka lihat.


"Ayah kenapa tak kabarin kalau Ayah udah mau pulang shi!" ucap Diana sedikit protes dengan Jonathan.


"Maaf Nak ! Ayah lupa kalau kau magan di perusahaan ini" ucap Jonathan mengelus elus punggung lehernya.


"Idi Ayah Anak sendiri dilupain" ucap Diana memanyunkan bibirnya.


Jonathan dan Arthur cengegesan lihat tingkah Diana yang sedikit ngambekan.


"Paman nanti turunin Arthur di Mall mutiara saja !" ucap Arthur menatap kearah Jonathan yang sedang mengemudi.


"Baik Tuan muda!Tapi kalau boleh tau ada keperluan apa Tuan muda di Mall itu?" ucap Jonathan .


"Arthur mau beli keperluan kantor malu minjam terus punya Ayah" ucap Arthur.


"Diana ikut ....Diana juga mau beli sesuatu disana" ucap Diana dari arah belakang.


Jonathan cuma megangguk pelan tanda ia setuju.


Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi kini sudah berbelok masuk ke dalam halaman pusat perbelanjaan yang disebutkan Arthur tadi.


"Paman pulang saja duluan nanti Arthur naik taxi Online" ucap Arthur sambil membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Iya Ayah nanti kami berdua pesan taxi online saja " ucap Diana menambahkan.


"Baiklah tapi kalian hati hati ya! kalau ada apa apa segeralah menghubungiku" ucap Jonatan memandang kearah Arthur dan Diana.


"Iya paman, Iya Ayah" balas Arthur dan Diana bersamaan.


Mobil yang di kendarai Jonathan meninggalkan tempat itu.


setelah kepergian Jonathan, Arthur dan Diana melangkah memasuki pusat perbelanjaan tersebut


"Ayo ke tempat penjualan Alat tulis" ucap Arthur sambil menarik pergelangan tangan Diana .


Diana sedikit canggung tapi apa boleh buat dia tidak bisa menolak keinginan Arthur.


Tidak berapa lama kemudian kini mereka berdua sudah berada di sebuah toko buku Arthur memilih dan membeli semua perlengkapan yang Ia butuhkan.


Setelah merasa cukup kini mereka keluar dari toko tersebut.


"Tuan Arthur kita cari minum yuk aku haus" ucap Diana sedikit mengelus tenggorokanya.


"Ayo ...." balas Arthur dan melangkah menuju sebuah cafe yang masih berada dalam Mall tersebut.


Mereka berdua memasuki sebuah cafe, setelah memesan minuman mereka menikmati sambil memandang kearah layar lebar yang ada di hadapanya.


"Pergi kau dari sini dan jangan kau menginjakkan kaki hinamu lagi di rumah ini" ucap Ryo dari dalam sana .


"Mas apa salah Aku? kenapa Mas tega mengusirku seperti ini, mas tau sendiri aku sudah tak punya siapa kecuali keluarga ini tolong mas biarkan aku tetap disini, ucap Maya terseduh seduh sembari memengang kuat kaki Ryo.


Arthur membelalakan matanya wajahnya memerah setelah melihat Ibunya yang sedang di siksa Ryo, Rita dan Teos dalam tivi.


Ternyata peristiwi penyiksaan Maya 19 tahun silam di siarkan oleh sebuah station televisi swasta saat itu.


kira kira siapa pelakunya ......??

__ADS_1


👉Maaf baru up author masih kurang fit ..tapi semoga besok besok bisa up terus seperti biasanya ...tetep vote, like , coment and follow me makasih ...upss author ucapin MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN DAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN .


__ADS_2