DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
101. MALAM INDAH 11.


__ADS_3

Setelah melewat malam yang panjang keduanya pun tertidur pulas.


Maya menutupi tubuhnya dengan selimut bulu, Badannya terasa remuk bagian ke wanitaanya terasa nyeri akibat ulah suaminya itu .


Abraham tidak henti hantinya mengusik atau menjailinya ,


"Marilah sayang " ucap Abraham sambil menarik tubuh Maya dan meletakkan kepalanya diatas dadanya yang di tumbuhui bulu buluh hitam pekat.


Abraham dengan lembut mencium pucuk kepalanya .


"Trimah kasih banyak sayangku "ucap Abraham sembari mengelus elus pundak istrinya itu .


Maya hanya mengangguk kecil sambil memeluk erat tubuh suaminya itu . Maya segera melepaskan pelukanya, dan mencubit perut milik suaminya itu .


"Auo........Sakit sayang " ucap Abraham mengelus-elus perutnya akibat ulah istrinya .


"Rasaiin makanya jangan suka jail" ucap Maya kembali masuk dalam selimut bulunya .


Abraham terkekeh mendengar ocehan Maya dan menarik kembali tubuh istrinya dalam dekapanya .


"Jangan marah sayangku Babang hanya bercanda " ucap Abraham menatap lekat kearah istrinya .


Maya tersenyum bahagia karna Abraham begitu perhatian kepadanya , perempuan yang dulunya menyandang status Jablay kini sudah kelebihan belaian dari seorang Abraham Alexsander Musa .

__ADS_1


Maya menggambar sesuatu diatas dada bidang suaminya menggunakan jari jarinya.


"Sayang kamu membuatku semakin sayang padamu "ucap Abraham tersenyum melihat tingkah laku istrinya yang membuatnya sedikit menggoda.


"Maksud Bram apa" ucap Maya sambil mendongakkan sedikit kepalaya menghadap kearah suaminya itu .


Abraham kembali mencium pucuk kepala abraham.


"Jangan Bram " ucapnya lirih .


Maya hanya menutup wajahnya.


Maya hanya terdiam dan merasa malu mendengar setiap penuturan Abraham. Hal tabu baru kali ini dia dengar dari suaminya itu.


Hal hasil Arthur kini bisa menjadi seorang anak yang mandiri dan tidak pernah mengeluh tentang dirinya.


Itu yang membuat Maya begitu bangga bisa memiliki putra sebaik Arthur. Jam terus berganti hingga matahari menampakkan wajahnya di ufuk barat.


Pagi harinya Maya terbangun lebih dulu, cahaya matahari menembus dinding kaca kamar hotel tersebut. membuat pandanganya menjadi silau .


Maya mengucak kedua matanya dan merentangkan kedua tanganya untuk melemaskan otot ototnya .Seluruh tubuhnya terasa ngilu oleh perbuatan Abraham .


Maya menatap lekat kearah suaminya yang masih tertidur pulas, senyum dari pria itu nampak sangat manis entalah mimpi apa dia sekarang hingga dia bisa tersenyum begitu Manis .

__ADS_1


Maya mencoba menuruni tempat tidur , tapi belum sempat kakinya menginjak lantai Maya menjerit .


"Auoo........." pekiknya Maya.


Rintihan Maya membuat Abraham terjaga dari tidurnya ia bangun merangkak mendekati tubuh istrinya .


"Sayang kau kenapa ?" ucap Abraham begitu cemas melihat Mays .


"Ini semua gara gara perbuatanmu" ucap Maya sambil memukul mukul bahu Abraham


"Sayang Babang baru terbangun dan belum melakukan Apa apa kepadamu bisa bisanya ade menuduh babang seperti itu" ucap Abraham pura pura bingung tapi Ia tau apa sebenarnya terjadi kepada istrinya .


"Ini semua ulahmu pokoknya ?ucap Maya dengan polos.


Abraham sedikit mengernyitkan dahinya lalu memandang wajah cantik perempuan yang semalam sudah sah menjadi istrinya itu.


Abraham segera bangun dari pembaringan dan mengangkat tubuh Maya Ke udara. Abraham mengendong Maya masuk dalam bilik kamar mandi .


Ada sekitar tiga puluh menit mereka di dalam.sana hingga mereka keluar dengan berbalut handuk.



👉budayakan vote ,like ,comen , rate bintang lima ya teman teman trimah kasih .

__ADS_1


__ADS_2