
Setelah berpamitan kepada Naomi dan Maya, Abraham dan Arthur kini berada di dalam
mobil yang sama .
Abraham mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke arah perusahaan AMANDA grup.
"Nak Apa kau sudah siap lahir dan batin bekerja di perusahaan nenek AMANDA" ucap Abraham sambari menoleh kearah Arthur.
"Insya ALLAH ayah Arthur siap! Tapi Arthur perlu bimbingan Ayah, Paman Jo dan paman Leon" balas Arthur .
"Baiklah Arthur boleh tanya kepada Ayah, jo serta Leon bila Arthur menemukan kesulitan nantinya" ucap Abraham sambil tetap fokus menyetir mobil.
Arthur mengangguk dan tersenyum tanda setuju dengan ucapan Abraham.
Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi kini sudah berada di halaman perusahaan AMANDA grup.
Setelah mematikan mesin mobil Abraham keluar dari dalam mobil disusul dengan Arthur .
Kedua pria tampan itu melangkah menuju pintu masuk perusahaan tersebut, Semua mata tertuju kearah mereka berdua.
"Sungguh mahluk TUHAN paling sempurna" ucap seorang karyawan wanita yang tanpa berkedip memandang kearah Abraham dan Arthur.
__ADS_1
"Kalau tidak bisa dapat yang muda yang tuapun tidak apa apalah" ucap teman disebelahnya sambil menepuk nepuk kedua pipinya.
Abraham dan Arthur terus saja melangkah menuju lift tanpa mempedulikan ucapan mereka .
Belum juga memasuki lift Jonathan dan Diana berlari kecil dan menyapa mereka dengan sopan.
"Pagi Tuan Besar dan Tuan muda" ucap Jonathan menindukkan kepala diikuti oleh Diana.
"Pagi Jo, pagi paman Jo " balas Abraham dan Arthur bersamaan.
"Jo ini anak kamu yang di mall waktu itu bukan khan ? ucap Abraham sambil tersenyum kearah Diana.
"Wow berarti anakmu terbilang Spesial kau tau bukan perusahaan AMANDA grup tidak sembarang menerima anak magang, hanya mahasiswa yang benar benar jenius yang bisa lolos magang di sini" ucap Abraham lagi .
"Mungkin rezeki Anak saya saja Tuan sehingga bisa magang di perusahaan ini" ucap Jonathan sambil merangkul pundak Diana.
"Tapi bagus juga si setidaknya Arthur dan Diana bisa saling membantu satu sama lain atau menjadi pasangan sehidup semati ha ha ha"ucap Abraham menjaili Arthur yang sedari tadi hanya diam membisu .
"Ayah apaan shi" ucap Arthur malu malu begitupula dengan diana.
Kini mereka melangkah memasuki lift yang khusus untuk Maneger atau para pejabat tinggi dari AMANDA grup.
__ADS_1
Tidak lama kemudia mereka sudah tiba di lantai tujuh dimana ruang kantor Abraham berada.
Abraham melangkah menuju ruanganya sementara Jonathan, Arthur dan Diana menyusuri setiap lantai dan ruangan sebagai awal pengenalan mereka sebelum bekerja di AMANDA grup supaya tidak kesulitan nantinya bila mengalami sesuatu hal.
Hampir satu jam Jonathan memperkenalkan mereka berdua tentang seluk beluk ruangan yang ada di perusahaan besar itu.
"Ah cape ..."Ucap Arthur menghempaskan tubuhnya diatas kursi besi yang dilapisi alminium sambil menopang dagunya dengan tanganya
"Iya betul betul hari yang melelahkan" ucap Diana ikut menghempaskan tubuhnya di samping Arthur sambil memijit mijit kedua betisnya.
Jonathan hanya menggeleng geleng kepala sambil tersenyum melihat mereka berdua.
"Ini belum seberapa Tuan muda kita belum mengunjugi tempat produksi bahan baku dan anak cabang dari perusahan Amanda Grup" ucap Jonathan menatap kearah Arthur.
Arthur dan Diana hanya saling memandang mendengar ucapan Jonathan ..bagaimana tidak mengelilingi kantor pusat saja sudah secapek ini apala lagi mengunjungi anak cabang dan pabrik bahan baku AMANDA grup bisa bisa satu minggu baru kelar.
👉hay kawan kawan sisahkan votenya untuk esok ya jangan lupa..
hari ini like ,coment dan follow me aja ..makasih.
__ADS_1