
Dirumah sakit Albaram dan Maya masih berada di ruangan dimana Arthur di rawat
Abraham dan Maya masih canggung untuk saling menyapa .
Abraham yang sesekali memperhatikan gerak gerik maya kadang tersenyum senyum sendri.
" Ah wanita ini..semakin dilihat semakin menggemaskan ingin sekali rasanya mencubit pipi tembumnya itu" Ucap Abraham dalam hati .
matanya tak henti hantinya, mencuri padang ke arah Maya .
Maya yang sedari tadi merasa di perhatikan oleh dua bola mata merasa risi sendiri , gerakanya kadang tak sesuai isi hatinya mengambil air dan meminumnya padahal tidak haus , mungkin ini yang dinamankan grogi.
"Aizss apaan Abrahan ? lihatin saya segitunya membut jantung ini bisa bisa copet seketikan , untung buatan TUHAN coba buatan jerman pasti sudah jatuh" ucap Maya dalam hati
Denting jam dinding diruangan itu terus berjalan seperti biasanya keadaan canggung di antara mereka tiba tiba pudar , gerakan Arthur di pembaringan membuat lamuman mereka terhenti .
"A..haaaa" suara arthur terdengar khas orang lagi bangun tidur .
Maya dan Abraham bergegas menghampiri tempat pembaringan tersebut .
"Nak kau sudah dasar "ucap Abraham dan Maya bersamaan dan kembali mereka berdua saling berpandangan.
"Kok bisa si bersamaan gini.." ucap Maya dalam hati.
Arthur cuman mengangguk pelan rasa sakit di tubuhnya menghalangi pergerakanya .
"Bram boleh minta tolong " ucap Maya rada rada malu
Mendengar Maya menyebut namnya sontak Abraham membalikkan wajahnya.
__ADS_1
"Bole bilang saja apa gerangan yang bisa saya bantu ? ucap Abraham begitu jantan .
Maya menarik nafas panjang dan membuangnya pelan .
" Bisa Tolong panggilin doctor yang menangi Atrhur " ucap maya yang tidak berani menatap Abraham.
"Soalnya saya takut ninggalin arthur siapa tau dia membutuhlan sesuatu ! ucaplah lagi sambil memberanikan diri menatap Abraham .
"Baiklah jangan sungkan bila ade membutuhkan bantuan babang " ucap Abraham sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.
Abraham berlari kecil menuju ruangsn docter Ryan tidak butuh waktu lama Abrsham kini sudah berdiri di depa n ruangan tersebut .
Tock ..tock ..tock..
"Iya masuk tidak dikunci "ucap seorang pria yang terdengar dari dalam bilik.
Abraham membuka pintu ia melihat dua orang yang sedang melakukan pembicaraan yang serius , Abraham tetap melangkahkan kakinya mendekati mereka ..
sambil membentangkan kedua tanganya untuk memeluk Abraham
" Kabar baik! doctor yang menangani pasien di kamar VIV atas nama Arthur siapa ya ? ucap Abraha n tanpa basa basi .
" O ...Doctor Vian ke betulan doctornya ada disini ! ucap Ryan sambil memandang ke arah Vian yang sedari tadi cuman diam.
Mendengar Artur sudah sadar doctor vian pun langsung menuju ke ruangan Arthur.
Beda dengan Abrsham doctor Ryan menahannya untuk sementara waktu
"Kiran loe ...masih ada di amerika ? ucap
__ADS_1
Ryan yang sudah mengetahui bawah abraham ke amerika untuk menghadiri resepsi pernikahan mitha anak tante mia .
" Iya que balik ..setelah mendengar Arthur koma ? ucap Abraham sambil memasang wajah sedih.
"Saya baru ingat anak yang dulu perna loe bawah kesini bukan ? ucap ryan mengingat masa itu .
"Hum......" ucap Abraham sambil menutup mulutnya .
"sebenarnya arthur apanya loe ? Dan siapa manusia tak punya hati tega lakuin itu padanya ? ucap Ryan lagi .
"Arthur itu sudah aku anggap anak sendiri setiap melihatnya terasa aku sudah benar benar jadi ayah " ucap Abraham datar .
Andaikan anak kami hidup sampai sekarang mungkin anak kami sudah sebesar Arthur " ucap Abraham dengan nada sedih
Abraham diam beberapa waktu kemudian melanjutkan ceritanya
"loe kenal Ryo khan? ucap Abraham sambil menundukkan kepala abraham
"Ryo Tuan muda AMANDA GRUP?
" Hemmmm" gumam Abraham .
"Apa Dia yang melakukan semua itu? ucap Ryo memastikan
" Betul manusia siluman itu yang melakukanya ..dan hampir merengguk jawa anak itu " ucap Abrsham rada emosi.
"Astaga ...pantasan TUHAN membuatnya MANDUL " ucap Ryan tanpa sadar.
"APA........MANDUL katamu" ucap Abraham dan langsung mengangkat wajahnya menatap Ryan seakan akan ingin menelanya saja .
__ADS_1
👉 vote , like yang banyak ya kawan kawan .
@bersambung***@......