DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
168. KEDUANYA KRITIS.


__ADS_3

Sementara itu Leon yang membawa Ryo dan Arthur sudah tiba di rumah sakit menggunakan Hellicopter.


Semua mata tertengun melihat sebuah hallicopter lepas landas di arae halaman rumah sakit.


Semua tenaga menis sudah sedari tadi menunggu kedatangan mereka.


Leon segera mematikan mesin hallicopter dan memberi aba aba kepada para tenaga medis agar segera mendekat.


Tanpa menunggu lama tubuh Ryo dan Arthur yang lemah tak berdaya segera di dorong masuk kedalam rumah sakit menggunakan brankar.


"Bertahanlah Tuan! kalian berdua adalah amanah dari Nyonya Amanda buat Saya! Jadi tolong biarlah Saya menjaga kalian berdua di sisa umur Saya ini" ucap Leon yang terus mengikuti para perawat rumah sakit mendorong tubuh Ryo dan Arthur mengggunakan brankar masuk kedalam gedung rumah sakit.


"Tuan tolong tunggu di luar! Kami akan menangani pasien! Jadi kami harap Anda mengikuti prosedur rumah sakit" ucap Docter Vian menahan Leon untuk masuk kedalam ruangangan UGD.


"Tapi telong lakukan yang terbaik untuk mereka berdua Docter" ucap Leon dengan wajah pucat.


"Baiklah ! Dan tenangkan diri Tuan, berdoalah agar semuanya berjalan seperti yang kita inginkan bersama" balas Docter Vian menepuk punggung Leon dan segera menutup daun pintu ruang UGD.


Leon berjalan menuju kearah kursi yang terletak di depan Ruang UGD. Pria tampan itu mendudukkan tubuhnya diatas kursi panjang yang terbuat dari besi berlapiskan Aluminium.


Wajahnya sangat pucat dan nampak sekali guratan guratan kekuatiran di wajah pria itu.


Leon menundukkan wajahnya kelantai dan nampak sekali bibirnya bergetar.


"Ya TuhanKu! Kiranya Aku bisa meminta kepadaMu biarlah, Aku yang berada di posisi mereka! Aku sudah berjanji pada Nyonya Amanda untuk menjaga keturunanya tapi, nyatanya mereka berdua kini dalam posisi sekarat mempertahankan nyawa, Aku malu Tuhan Entah apa kelak akan kukatakan kepada beliau jika mereka ada apa apa nantinya" ucap Leon mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


Nampak dari mata pria itu segelintir butiran keristal berbentuk air menetes di pipinya.


Leon mengankat wajahnya dan menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi besi itu.


Matanya menerawang di langit langit plafon rumah sakit



"Astaga Saya hampir lupa memberi kabar kepada Nyonya Maya dan Nyonya Naomi" ucap Leon sambil merogoh kantantongnya dan mengeluarkan habdpone miliknya.


Leon segera mencari nomor handopone milik Maya dan menekan tombol panggil.


Tut......tut.......tut.....


Lama Leon menunggu balasan tapi tidak ada tanda tanda Maya membalas panggilanya.


Kembali Ia menekan tombol panggil tetapi, Tetap sama saja tidak ada respon dari sana.


"Baiknya Aku hubungi Nyonya Naomi saja" ucap Leon kembali dengan lincah memainkan handpone miliknya.


"Ini Dia....." ucap Leon setelah menemukan nama Naomi.


Tanpa menunggu lama kini panggilan keduanya sudah tersambung.


"Hallo Leon! Ada apa kau menghubungiku" ucap Naomi di ujung telpon.

__ADS_1


"Begini Nyonya tapi sebelumnya Anda tarik nafas dulu, Karna berita kali ini kurang menggenakkan " ucap Leon mewanti wanti jangan sampai Naomi shock mendengar berita darinya.


"Iya ..cepat katakan jangan membuatKu tambah kuatir" balas Naomi yang sudah tak sabar lagi mendengar berita dari Leon.


"Tuan muda dan Tuan Ryo sekarang berada di rumah sakit. Beliau berdua sekarang dalam keadaan kritis! Jadi Saya harap Nyonya dan Nyonya Maya kemari! tapi jangan sampai Nyonya Maya shock takutnya berdampak buruk pada janin yang di kandungnya" ucap Leon begitu hati hati mengucapkan setiap kalimatnya.


"Apa Arthur kritis! baiklah kau kirim Alamat rumah sakitnya dan sebentar lagi Aku dan Maya akan segera menyusul kesana" Balas Naomi


"Baik Nyonya Saya akan kirimkan lewat pesan singkat" balas leon sambil mematikan panggilannya.


Hampir 5 menit Leon duduk menunggui Ryo dan Athur di ruang UGD.


Dan Tiba tiba pintu UGD tersebut kembali terbuka. Nampak brankar Ryo kembali di keluarkan dari dalam sana.


Leon segera berlari mendekat dan menghadang langkah Dicter vian.


"Docter mau di bawah kemana Tuan Ryo" ucap Leon kepada Docter Vian .


"Tuan Ryo harus di operasi! peluru dalam tubuhnya harus segera di keluarkan!karena kondisinya semakin melemah" balas Docter Vian .


"Terus bagai mana dengan keadaan Tuan Arthur?" ucap Leon.


"Aku rasa Ia juga mengalami luka dalam yang sangat parah akibat pukulan dan benturan pada tubuhnya" balas Docter Vian.


"Astaga separah ini kah yang harus dialami keturunan dari Nyonya Amanda?" ucap Leon sambil memandangi tubuh Ryo yang dibawa pergi oleh para perawat menuju ruang operasi.

__ADS_1


👉tetap beri like, coment dan vote ya gratis kok ...uathor up nya siang dan malam ya jadi tetap sabar ....terimah kasih.


__ADS_2