
Siang itu mahari menyembunyikan wajahnya di selah selah awan hitam . naomi dan maya sedang sibuk melakukan aktivitas mereka masing masing , sedangkan arthur kini berbenah diri dari dalam kamarnya karena hari ini arthur berencana kembali bekerja di cafe Andy .
Arthur keluar dari kamar dan menuruni tangga dengan sangat hati hati , pandangan matanya di lempar ke setiap penjuru mencari kedua wanita kesayanganya .
" Ibu yuhuiiiii , nenek yuhuiii " sapanya mencari ibu dan neneknya .
Lama arthur berteriak tapi tidak ada jawaban yang diharapakan .
Arthur berjalan mendekati kamar naomi , tanpa pikir panjang Arthur langsung masuk kedalam kamar tersebut.
Naomi yang masih sibuk melukis wajahnya dengan kuas rias , tidak memperdulikan seorang sosok yang mulai mendekatinya.
"dooor....." pukulan Arthur di bahu Naomi .
Naomi yang tak siap dengan ulah Arthur itu kaget sehingga alas rias yang di oleskan ke wajahnya sudah tak terarah di mana letak seharusnya ,
"Hih ......anak ini , aduh ..belepotan kan jadinya " ucap Naomi sambil menatapi ulang wajahnya di cermin.
" Maaf maaf .." habis nenek sudah lebih menyayangi alat riasnya dibanding cucu ya yang imut ini " ucap arthur sambil mengedip ngedipkan kedua kulit matanya .
Naomi yang melihat tingkah laku Arthur respon mengedipkan kedua bahunya ..
" I di ...jijik " ucap Naomi melihat lingkah Arthur
"Tega bangat si nek cucu sendiri juga " ucap Artuh sambil mendudukkan dirinya di kursi kosong di samping Naomi tapi wajahnya diarahkan membelakangi Noami .
"Ha ha ha ....ngambek cie ngambek " ucap Naomi sambil mendekatkan wajahnya mendekati daun telinga Arthur .
__ADS_1
" Sudah tidak ada lagi yang sayang sama Arthur semua sibuk dengan urusan masing masing. OH TUHANku dimana nenek ku yang baik hati itu !"" ucap Arthur yang masih sok soan ngambek .
"gitu aja gambek padahal nene mau kasih ini " ucap Naomi sambil memperlihatkan kotak kecil di tanganya .
Mendengan ucapan Naomi arthur membalikkan wajahnya ke arah kotak tersebut dan merampasnya ditangan Naomi .
" W .O .W ..wow... jam tangan " ucap Arthur terkesimah .
"W.O.W. saja gitu " ucap Naomi yang ingin lebih dari kata Wow.
Tidak perlu aba aba arthur langsung menyambar pipi naomi dengan bibirnya di selingi ucapan " trimah kasih " .
Noami yang melihat Arthur sudah tidak ngambek lagi mengelus kepala Arthur dan mencium sekujur wajahnya di selingi senyum liciknya " rasakan pembalasanku " ucapnya dalam hati .
"kalau begitu nek !" Arthur pamit kerja ya , bosan di dirumah terus " ucapnya sambil mencium tangan Naomi .
"Yupzz.." ucap Arthur sambil berlalu.
Arthur segera beranjak keluar dari bilik Naomi.
melihat kepergian Arthur Naomi segera mengunakan ajian langkah seribuhnya dan menutup rapat pintu dari dalam.
"ha..ha..ha " rasa loe boteng (boca tengik)" ucap Naomi cengegesan .
Arthur segera mencari ibunya untuk berpamitan kerja , kakinya di langkahkan menuju kearah dapur dimana biasa ibunya bersemayam .
"Ibu Arthur pamit kerja ya mungkin malaman baru balik " ucap Arthur menyapa ibunya .
__ADS_1
Maya yang masih sibuk mencuci piring langsung berbalik badan setelah mendengar suara Arthur dan melihat bocahnya sudah berdiri satu meter di hadapanya .
Mata Maya melotot seakan akan tidak percaya kalau yang berdiri di hadapannya sekarang ini adalah Arthur anaknya.
" Arthur........." ucapnya Maya dengan nada yang cukup menggelegar .
Arthur yang mendengar teriak ibunya itu sontak menutup telinganya .
"Santai aja kali bu gak usah pake urat " ucap Arthur dengan nada ketus .
" Apa santai katamu ....HAH!?" dengan wajah mirip harimau begitu kau mau bekerja !"ucap Maya sambil melototkan matanya .
Arthur menepuk nepuk kedua pipinya secara bergantian. dia sama sekali tidak mengerti apa maksud dari perkataan ibunya itu .
"Arthur coba kamu pergi bercermin ulang , kau pasti ngerti apa yang ibu maksud barusan" ucap Maya sambil merasa geli melihat wajah anaknya itu.
Arthut berjalan seperti orang kebingungan , sesekali dia mengelus dan menepuk nepuk pipinya secara bergantian .
Setelah tiba di depan lemari rias , Arthur sungguh tak percaya kalau di dalam sana adalah wajah miliknya . bagai mana tidak kini wajahnya bagai kulit harimau yang penuh dengan lipstip yang menempel disana sini dengan warnah yang jarang di gunakan oleh wanita normal yaitu orage menyala walau dalam gelap mungkin warna itu masih tampak jelas terlihat.
"NE ..NEK...................tukimin!" teriakan Arthur yang mengelegar memecah suasa dalam rumah .
Naomi yang mendengar suara Arthur dari dalam kamarnya hanya bisa senyum senyum sambil melanjutkan melukis wajahnya.
👉 hay silessurang ogiku dan teman teman se antero raya ... budaya like , coment , favorite , vote dan rate bintang 5 ya ..makasih .👈
@bersambung@
__ADS_1