DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
80. EVEN GRUP


__ADS_3

Maya dan jonathan memasuki ruang rapat , belum ada satu orang pun diruangan itu maklum jam masih menunjukkan pukul 07.30 , sedangkan rapat di diadakan pada pukul 08.00 .


Maya membuka semua berkas rapat hari ini dan mempelajari ulang , sesekali Ia bertanya pada jonathan apa yang belum Ia mengerti yang masih setia berdiri mematung di belakang kurusnya .


Hari ini Abraham tidak bisa memimpin rapat karna di kantor cabang ada juga yang me ngadakan rapat penting yang tidak bisa Abraham tinggalkan otomatis rapat kali ini mayalah yang menghandel semuanya .


Para tamu undangan kini satu persatu sudah berdatangan dan memasuki ruangan rapat .


tapi CEO dari perusahan EVEN grup belum juga menampakkan batang hidungnya .


Perusahan EVEN grup adalah suatu peusahaan besar yang bergerak di bidang tata kota dan kontraktor .


Perusahaan EVEN grup banyak memenangkan tender besar di negeri ini dan baru kali ini juga EVEN grup melakukan kerja sama dengan AMANDA grup sebagai Vendor mereka .


Cukup lama Maya dan para pemegang saham menunggu CEO dari EVEN Agrup tapi belum ada tanda tanda dari perwakilan perusahaan itu muncul .


Setelah 20 menita para pemegan saham itu mulai gelisah riuh suara mereka sudah terdengar dalam ruangan rapat tersebut .


" Nyonya Maya apa perusahan EVEN grup benar benar ingin mengadakan kontrak bersama perusahan kita ? Atau jangan jangan mereka hanya ingin bermain main dengan perusahaan kita ini ! buktinya satupun dari perwakilan meraka tidak menampakkan batang hidungnya di ruang ini " ucap pak Rudy yang merasa di permainkan oleh perusahan EVEN grup.

__ADS_1


" Sabar Tuan Rudy kita kita sebagai vendor memang butuh kesabaran extra untuk menghadapi perusahaan yang menang tender dan juga ini pertama kalinya perusahaan mereka mengadakan kerja sama dengan perusahaan kita jadi kuharap pak rudy dan kawan kawan sekalian bisa maklum " ucap maya menenangkan pak Rudy yang sedari tadi gelisah menunggu perwakilan EVEN grup .


Rudy hanyak mengangguk ringan apa yang Maya ucapkan memang benar adanya . Tidak lama kemudian dua pria gembul muncul dari arah ruang rapat kalau dilihat dari gerakan tubuh mereka pasti yang satu adalah CEO dan satunya lagi secretarisnya .


Maya berdiri dan memberiksn hormat menyambut mereka .


" selemat pagi TUAN ! trimah kasih atas kedatangannya di perusahaan AMANDA grup " ucap maya sambil menundukkan kepala .


Pria itu tidak sama sekali menggubris ucapan sambutan dari maya iya langsung mencari kursi kosong dan ditarik oleh sekretarisnya kemudia mempersilahkan TUANnya untuk duduk.


Even itulah nama pria gembul itu CEO dari EVEN grup kalau di taksir umurnya kitaran 50 tahun , Even memiliki sifat sombong , penjilat dan culas .


Karna meresa rapat hari ini sudah siap maka secretarik Jonathan melangkah satu langkah kedepat dan mencoba membuka acara rapat tersebut .


"Selamat pagi TUAN Dan Nyonya sekalian pagi ini rapat pembahasan kerja sama antara AMANDA grup sebagai vendor dan EVEN grup sebagai pemenang tender segera kami buka , untuk mempersingkat waktu kami mempersilahkan Nyonya Maya untuk memberikan satu dua kata untuk membuka rapat hari ini " ucap Jo lantang .


"Baiklah untuk mempersingkat waktu marilah kita bersama sama membaca " Basmalah "


trimah kasih untuk mempersingkat waktu kami persilahkan perwakilan dari EVEN grup yang dihadiri sendiri oleh CEOnya sebagai pemegang tender untuk memberikan satu dua kata sambutanya .

__ADS_1


Hening .........


Tidak lama kemudian Even memperbaiki gaya duduk dan menarik turun jasnya untuk merapikan, gaya agorant sangat terlihat disana .


" Saya tidak mau buang buang waktu untuk rapat yang kurang menguntungkan bagi perusahan saya to do point saja , semua bahan yang kami pasok dari perusahaan AMANDA grup menurut saya sangat mahal di banding dengan perusahaan lain di kota ini " ucap Even dengan ketus .


Maya dan lainya hanya melotot ke arah Even , tapi dengan santai ia hanya tersenyum sinis .


" Tapi maaf sebelumnya menurut kami bahan baku dari perusahaan kami ini sudah memenuhi standar harga karna dilihat dari kualitas bahan kami lebih unggul dari mereka " ucap maya yang menatap Even tak berkedip .


" Saya akui memang kualitas barang baku kalian bagus dan bisa di acungin jempol tapi coba lihat perbandingan harga kalian dengan perusahaan lainya ini membuat perusahan kami kurang mendapatkan untung banyak " ucap Even tak mau kalah .


" Maaf TUAN Even untuk apa untung banyak kalau proyek yang Anda menangkan tidak sesuai standar , satu dua tahun sudah hancur , kalau menggunakan bahan dari perusahaan kami ini proyek proyek yang Anda menangkang kami bisa jamin sampai puluhan tahun , maka dari itu kami akui bahwa harga kami dan perusahaan lain memang bedah sedikit saja karna kualitas bahan baku kami tidak bisa diragukan lagi " ucap maya masih terus mempertahankan ucapanya .


" Saya tidak peduli mau cepat hancur atau tidak itu urusan nanti asal kali ini perusahaan saya bisa meraut keuntungan banyak " ucapan Even tidak mau mengalah .


catatan : tetap mampir ya di cinta anak terbuang....


👉 hay silessurang ogiku dan kawan kaman sebangsa dan setanah air ..Author masih butuh like , vote ,coment ,dan favorite dari kalian loh ....makasih .

__ADS_1


__ADS_2