
Abraham dan Maya kini berada diatas mobil. mobil milik Abraham itu melaju dengan kecepatan sedang kearah timur kota menuju kediaman Maya .
Di dalam mobil tampak mereka saling diam membisu, sesekali Abraham melempar padangannya ke arah Maya .
Maya yang mulai risih dengan tingkah Abraham itu membuatnya memberanikan diri untuk bicara .
"Kenapa memandangiku seperti itu " ucap Maya pada Abraham yang kala itu dalam keadaan memegang setir kendaraanya.
"Maaf ...kalau Ade sedih Babang juga ikut sedih " ucap Abraham yang sedari tadi melihat kesedihan di wajah Maya .
Suasana kembali Hening ......
"heem aku hanya teringat dengan kejadian masa laluku dimana penderitaanku,sakit hatiku yang di perbuat Ryo dan keluarga padaku "Ucap Maya sambil mengusap Air matanya dengan ujung telapak tanganya .
Melihat Maya terpuruk seperti itu Abraham menarik kepala Maya dan menyandarkannya di bahu sebelah kirinya . Abraham kini mengemudi dengan satu tangannya dan menjalankan mobilnya dengan sangat lambat .
__ADS_1
"Jika masa lalumu tidak bisa tersampaikan maka senjatah terahir adalah air mata ...kalau itu yang membuat hatimu lebih tenang maka menangislah di pundakku kapan saja kau mau , walau terkadang aku benci melihat air mata kesedihan keluar dari kedua kelopak matamu itu " ucap Abraham sambil sesekali membelai pucuk kepada Maya .
Maya cuman terdiam rasanya nyaman sekali dia menyandarkan kepalanya di bahu kokoh milik Abraham.
"Maya kau benar benar wanita malang semoga setelahnya itu kau bisa mendapatkan kebahagian bersama dengan Arthur anakmu " ucap Abraham sambil terus menjalankan mobilnya ke arah kediaman Maya .
Tidak beberapa lama kemudian mereka sudah memasuki halaman rumah sederhana nan Asri milik Maya. Abraham kemudian mematikan mesin mobilnya .
Maya menarik kepalanya dari bahu Abraham dan menatap lekat kearah pria tampan itu .
Abraham menyergitkan dahinya ucapan Maya barusan membuatnya sedikit heran .
"Harusnya Babang yang bertanya itu kepada Ade ..karna yang selama ini yang aku tangkap adelah yang ragu ragu kepada Babang " ucap Abraham menatap lekat mata Maya sehingga mata mereka saling bertemu .
Maya sedikit mengalikahkan pandanganya karena Malu Abraham menatapnya begitu lekat
__ADS_1
"Bram aku masih takut untuk menikah mengingat kejadian masalah laluku yang begitu buruk " ucap Maya tanpa menatap kearah Abraham .
"Dek masa lalumu biarlah menjadi kenanganmu, begitu juga dengan masa laluku tapi marilah kita merajuk masa depan kita bersama tanpa ada masa lalu yang membayangi kita nantinya. ucap Abraham sembari memegan tangan Maya dan menciumnya dengan sangat lembut .
Maya yang melihat ada ketulusan dari ucapan Abraham itu mengangguk pelan .
"Dek saya lupa " ucap Abraham sambil merogoh kantong kiri miliknya dan mengeluarkan kotak perhiasan kemudian membukanya
" Dek Cincin yang ku tunjukkan ini dibuat dari sejuta peluh dan kerja kerasku. Kilau keindahannya tak akan bermakna tanpa ada jemari manis yang memakainya. Maukah engkau menjadi jemari manis itu? " ucap Abaram yang saat itu memegang cincin berlian yang cantik dan menawan di pandang mata .
Maya tersenyum tipis dan memberikan tangannya ke pada Abraham , Abraham langsung memegang tangan mungil itu dan menyematkan cincin itu ke jari manis Maya .
"Sangat indah bila Ade yang memakainya " ucap Abraham terus menatapi cincin di jari manis Maya .
Maya ikut tersenyum melihat tingkah laku Abraham itu .
__ADS_1
👉vote like dan coment masih ditunggu ya ..makasih .