DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
100. MALAM INDAH.


__ADS_3

Setelah semua tamu undangan meninggalkan tempat itu kini Abraham , Maya, Naomi dan Arthur duduk di ruang tamu mereka. bercengrama dan sesekali melempar tawa satu dengan yang lain .


"Ngomong ngomong kalian mau honey moon dimana" ucap Naomi diselalah kegembiraan mereka


Abraham dan Maya saling betatapan .


"Kami akan ke paris bu " ucap Abraham .


"Wow keren Arthur ikut " ucap Arthur dengan Antusias.


"Kalau ini! kalau kau ikut kapan adikmu akan melihat dunia" ucap Naomi memukul pundak Arthur dengan kipas kecil di tanganya .


Abraham dan Maya hanya tersenyum malu dengan ucapan Naomi itu.


"Bu bagaimana selepas ini kita pindah ke mension milik nenek AMANDA, di sana luas dan semua fasilitas lengkap "ucap Maya sambil menatap kearah Naomi.


Naomi menarik nafas panjang dan menghempasnya sangat lembut tapi masih bisa kedengaran .


"Kalau kalian mau pindah kesana Ibu tidak melarang tapi ibu akan tetap disini, suka dan duka , pahat dan manis semuanya terlewati di rumah ini jadi ibu akan tetap disini " ucap Naomi sambil menundukkan kepalanya


Mendengar ucapan Naomi Arthur dan Maya segera bangkit dan Memeluk erat Naomi .


"Dimanapun nenek berada Arthur tetap akan bersama nenek " ucap Arthur sambil memeluk erat Naomi .


"Maya juga , Maya tidak akan meninggalkan ibu hidup seorang diri Maya sayang ibu " ucap Maya sembari menghempaskan pelukanya kearah Naomi .


Kini mereka saling berpelukan satu sama lain


Inilah alasanya mengapa Maya tidak pinda ke MENSION yang jelas jelas sudah menjadi miliknya...ya itu tadi karena Noami tidak ingin meninggalkan rumah yang sangat bersejarah dan menyimpan banyak kenangan manis untuknya.

__ADS_1


"Sudah sudah hari ini hari bahagia jadi kita jangan sedih lagi tentang usul kalian nanti ibu pikirkan pokoknya malam ini harus jadi telinganya dulu ! ucap Naomi sambil memandang kearah Abraham dengan senyum tersenyum genit.


Setelah berpamitan kepada Naomi dan Arthur Abraham membawa Maya ke sebuah hotel miliknya, disana semuanya sudah disiapkan oleh secretaris jonathan dengan sempurna demi kenyamanan malam pertama Tuan dan Nyonyanya .


Mereka berdua melangkah memasuki lift, Maya sangat canggung karna baru kali ini ia memasuki hotel dengan seorang pria .


"Bram Aku malu! Apa kata orang nanti bila melihat kita berdua masak dalam kamar hotel" ucap Maya disaat berada dalam lift sambil memegangi lengan kekar suaminya.


Abraham megeryitkan dahinya memandang istri lugunya itu.


"Sayang Kita ini pasangan suami istri bukan pasangan selingkuhan dan satu lagi, ini adalah hotel milik suamimu jadi siapa yang berani macam macam" ucap Abraham sambil mencubit mesra pipi milik istrinya .


Tidak lama kemudian pintu Lift terbuka belum sempat Maya melangkah kakinya tubuhnya tiba tiba melayang di udara Abraham menggendong tubuhnya dengan kedua tanganya.


" Turunin Bram "ucap Maya sambil memukul mukul dada bidang milik suaminya itu .


Kini mereka sedang berada di dalam bilik yang cukup luas Jonathan betul betul mempersiapkanya dengan sangat sempurna


Kasur yang dihiasi dengan ribuan kelopak bunga mawar di tambah lampu dengan cahaya redup menambah suasana romantis dalam kamar itu .


Abraham meletakkan Maya dengan sangat hati hati diatas kasur yang di penuhi dengan taburan kelopak bunga mawar .


Bertahun tahun ia hidup dalam kesendiriannya membuat jiwa Abraham menggelora apa lagi sekarang di temani oleh wanita cantik yang selama ini Ia idam-idamkan .


Maya hanya pasrah dan sesekali mendorong tubuh Abraham menjauh karna kehabisan nafas .


"Sayang apa kau sudah siap " ucap Abraham membelai wajah istri cantiknya itu .


"Tunggu sebentar Bram " ucap Maya melepas pelukan dari suaminya itu .

__ADS_1


Maya turun dari atas tempat tidur dan mengambil secangkir susu diatas Nakas, susu yang di pesan Maya kepada Jonathan belum mereka berangkat dari rumah.


"Minumlah Bram dan baca basmalah " ucap Maya sambil memberikan secangkir susu hangat.


Abraham mengamil gelas tersebut dan membaca sebuah doa .


Abraham meminum sampai kandas dan memberikan gelas kosong kembali kepada Maya .


Maya meletakkan kembali gelas kosong bekas minumanAbraham ke tempat semula dan kembali mendekati suaminya .


"Sayang ........" ucap Abraham di penuhi dengan nafsu ..


"Heem......." ucap Maya singkat .


Mendengar kode dari sang Istri Abraham tersenyum.


"Sayang apa kau sudah siap " ucap Abraham dengan wajah memerah.


Maya hanya mengangguk.


Maya menutup wajahnya dengan kedua buah tanganya.


Melihat istri cantiknya Malu malu Abram kembali mendekat.


Maya hanya mengangguk, mau tidak mau malam ini harus Ia lewati bersama suaminya itu .


👉silahkan like , vote , coment ...jangan lupa mampir di CINTA ANAK TERBUANG YA ..


author tidur dulu tak tahan dengan Babang.

__ADS_1


__ADS_2