DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
127. RENCANA BULAN MADU.


__ADS_3

Pagi Itu selesai mandi dan pakaian sudah rapi Abraham dan Maya keluar dari kamar mereka.


Abraham tak henti hentinya memegangi tangan istrinya seolah olah tak mau lepas darinya.


"Bram lepasin ...Apa tidak malu dilihat orang" ucap Maya sedikit protes kepada Abraham.


"Untuk apa malu Babang malahan bangga bisa menunjukin ke orang orang kalau wanita yang sekarang di sampingku ini adalah milikkku seutuhnya" ucap Abraham dengan santai sambil memegan tangan Maya menuju meja makan untuk sarapan pagi.


"Terserah Kau Bram " ucap Maya pasrah dengan perlakuan suaminya itu.


Nampak di meja makan Arthur sedari tadi menunggui mereka untuk bersama sama menikmati sarapan pagi ini.


"Ayah, Ibu kenapa kalian lama sekali Arthur sedari tadi kelaparan menunggui kalian berdua" ucap Arthur menatap kearah Abraham dan Maya.


Mereka hanya sengengesan melihat ulah Arthur yang sedikit memanyunkan mulutnya ke depan.


"Iya Maaf ..." ucap Abraham mengelus pucuk kepala Arthur dan menarik kursi buat istrinya untuk duduk .


"Mari makan" ucap Maya sambil mengisi piring milik Abraham dengan nasi dan lauk dan beralih ke Arthur melakukan hal yang sama.


Mereka sarapan pagi tanpa ada satu katapun keluar dari mulut mereka, terkadang hanya suara sendok dan garpu yang sesekali terdengar di antara piring mereka..

__ADS_1


Tidak butuh waktu yang lama mereka bertiga sudah menyelesaikan sarapan paginya.


Abraham dan Maya melangkah menuju taman belakang mension untuk menikmati suasana pagi disana.


Mereka berdua duduk di kursi panjang yang terbuat dari besi di lapisi tembaga yang ada di tengah tengah taman tersebut.


Dua orang pelayang menghampiri mereka sambil membawah mug berisi teh dan beberapa jenis cemilan di dalam toplex.


"Silahkan Nyonya, Tuan ...." ucap Dua pelayan wanita itu setelah meletakkanya diatas meja di depan Abraham dan Maya.


"Trima kasih hana, diana ..kalian boleh pergi" ucap Maya sambil tersenyum kepada mereka berdua.


"Bram kau ini ...." ucap Maya sambil menuangkan Teh kedalam gelas milik Abraham dan juga miliknya.


Abraham mengeryitkan dahinya memandan kearah Maya.


"Kenapa Memangngnya.." ucap Abraham yang benar benar tidak mengerti tentang apa maksud dari istrinya itu.


"Bram budayakanlah berterimah kasih kepada orang walau hanya basa basi saja! itu sudah membuat orang lain bahagia dan merasa di hargai kerjaanya" ucap Maya sambil menyeruput teh yang sudah ada di tanganya.


"He ..he maaf sayang ...sudah kebiasaan" ucap Abraham sambil menggaruk garuk kepalanya.

__ADS_1


"Tapi lain kali ..Kau harus melakukanya bukan karena Aku benyuruhMu tetapi karena inisiatif dari Kamu sendiri" ucap Maya sambil melemparkan pandanganya kearah depan yang di penuhi dengan berbagai macam bunga bunga indah yang tumbuh subur di sana.


"Baiklah sayangku Babang akan melakukanya untukMu ...CUP" ucap Abraham sambil melayangkan kecupan manis kearah pipi kiri Maya sambil tersenyum bahagia.


"Trimah kasih sayang ..." ucap Maya sambil mengelus kedua pipi suaminya yang di tumbuhi rambut tipis yang menambah ketampananya.


Mereka berdua menikmati indahnya mentari pagi serta sejuknya udara pagi di taman itu.


"Sayang Bagai mana kalau kita Bulan madu! Babang ingin sekali berdua saja denganMu seharian tidak keluar kamar dan Babang ingin segera memiliki Anak yang tumbuh dari rahim kamu ini mengingat umur kita suda tidak muda lagi sayang kau maukan?Ucap Abraham sambil menghadap kearah Maya dan memegangi perutnya.


"Aku mengerti dan sangat pahan maksud kamu Bram! tapi biarlah Arthur bekerja dulu baru kita meninggalkanya untuk bulan madu supaya Ia tidak merasa kesepian saat kita tinggalkan nanti" balas Maya .


"Iya sayang Babang mengerti dan paham! tapi kau janjikan Akan berbulan madu bersamaku nantinya setelah Arthur sudah mulai di sibukkan oleh pekerjaanya" balas Abraham yang masih memandang lekat kearah istrinya.


Maya mengangguk pelan dan diikuti senyuman manis dari bibirnya.....


"Trimah kasih sayang ..." ucap Abraham sambil memeluknya.


Para pelayan tersenyum bahagia melihat keromantisan kedua majikan mereka dari arah ke jauhan.


👉budayakan like ,vote,coment ,follow dan favorite ya ...seperti author budayaka trimah kasih buat kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2