
Abraham dan Arthur kini sudah dalam mobil yang sama , Abraham mengemudi mobil sedangkan Arthur duduk di dekatnya .
Keheningan dirasakan kedua pria tampan itu diatas mobil hanya suara mesin mobil yang bisa mereka dengarkan untuk saat ini.
Tidak begitu lama Abraham memberanikan diri membuka percakapan .
"Nak Ayah mau tanya ke kamu tapi Arthur jangan marah ataupun tersinggung ya? " ucap Abraham yang masih asyik mengemudi sambil menatap tajam kearah depan .
Mendengar ucapan Abraham Arthur menyerigitkan dahinya dan menatap heran kepada Abraham atas ucapannya barusan .
"Maksud Ayah apa Arthur tidak mengerti ? ucap Arthur menatap lakat ke arah Abraham .
Abraham menarik napas dalam dalam dan melepaskan dengan sangat perlahan .
" Ayah menyukai ibumu dan ayah ingin menikah dengannya " ucap Abraham legah setelah mengutarakan isi hatinya kepada Arthur.
Lama Arthur diam dia memalingkan wajahnya kearah jendela dan memandangi Hirup pikuk kendaraan yang sedang berlalu lalang.
__ADS_1
" Ayah tau ! pasti Arthur sedih jika mengingat apa yang pria itu lakukan ke ibumu dulu akan tetapi lain orang lain juga sifat dan pembawaannya maka berikanlah kesempatan kepada ayah untuk mengganti benci dihatimu dan ibumu menjadi sebuah kasih sayang " ucap Abraham yang kini menatapi Arthur dengan mata sayup .
Arthur memalingkan wajahnya kearah Abraham dan menghirup oksigen dalam dalam dan menghempaskanya keluar melalui hidung
" Ada dua hal yang Arthur takutkan jika ibu menikalah lagi. Pertama Arthur takut ibu tersakiti untuk kedua kalinya dan yang ke dua Arthur sangat takut kasih sayang ibuku akan fokus pada suaminya saja sehingga mengacuhkan Arthur walau tidak masuk akal tapi inilah Arthur benar benar takut itu terjadi cukuplah Ayahku yang menelantarkanku tapi jangan ibuku juga" ucap Arthur yang kembali memalingkan wajahnya ke arah jendela .
Abraham hanya menganggukankan kepala ia tau maksud dari Ucapan Arthur itu , melewati hidup tanpa kasih sayang seorang ayah tidaklah mudah bullying dari orang sekelilng akan sangat terasa sakit dibandingkan penyiksaan fisik .
" Tapi Nak Ayah akan berusaha menyayangi kalian berdua seperti ayah menyayangi diri ayah sendiri " ucap Abraham yang terus saja memberi pengertian terhadap Arthur .
" Arthur masih belum terlalu yakin siapa tahu didepan saja ayah baik setelahnya ayah akan membuang kami seperti sampah " ucap Arthur yang masih setia memandang ke luar jendela mobil .
Lama ia terdiam dan mulai lagi memberanikan diri mengangkat bicara .
" Nak mana mungkin ayah akan setega itu kepada kalian berdua , ayah sungguh menyayangi dirimu dan mencintai ibumu setulus hati ayah walau ayah tidak pungkiri ayah ini bukanlah seorang malaikat suci yang tak berdosa tapi bila kamu dan ibumu menerima ayah maka ayah akan berusahan menjadi seorang malaikat walau itu sangat mustahir bagi ayahmu ini .ucap Abraham dengan menatap lekat kearah Arthur .
" Berubalah jadi malaikat bukan karna Arthur dan ibu tetapi karna inisiatif dari Ayah sendiri karna orang yang berubah karna orang lain dia akan cepat berubah bila orang lain tadi mengecewakannya tetapi bila berubah dengan keinginan sendiri maka susah untuk orang lain menggoyahkannya" ucap Arthur membalas ucapan Abraham .
__ADS_1
" Iya Ayah akan coba tapi Arthur juga coba menerima ayah khan ? ucap Abraham dengan semangat menatap Arthur .
" Iya pasti Arthur akan berusaha menerima ayah sebagai ayah sesungguhnya bukan ayah bohongan lagi " ucap Arthur memberi harapan sedikit kepada Abraham .
Tapi ucapan Arthur membuat Abraham menggangkat sebelah alisnya tinggi tinggi.
"Seperti apa Ayah bohongan itu ? ucap Abraham menatap tajam ke arah Arthur .
"Seperti Ayah ini " ucap Arthur sembari ketawa terbahak bahak dan diikuti oleh Abraham .
Abraham kini menghidupkan kembali mobilnya dan melaju pelan ke cafe Andy tempat Arthur bekerja
👉 hay guys semua makasih sudah mampir .
like, vote , dan coment kemarin sagat
kurang semoga hari ini Author beruntung
__ADS_1
Aamiin.