DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
128. KE PANTAI.


__ADS_3

Sementara itu Arthur dan Naomi sudah bersiap siap setelah sebelumnya sudah meminta izin kapada Abraham dan Maya.


Mereka hari ini berencana untuk rekreasi di sebuah pantai bersama Jonathan dan Diana.


Mobil yang di kemudikan oleh Jonathan sudah tiba sepuluh menit yang lalu.


Dari arah pintu nampak Arthur dan Naomi sudah keluar dari dalam Mension dengan pakaian santai.


"Ayo berangkat paman..." ucap Arthur yang duduk di samping Jonathan.


Sementara Naomi dan Diana duduk di kursi penumpang.


Jonathan mengangguk pelan dan menghidupkan mesin mobilnya.


Jonathan mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata rata mengingat tempat yang mereka akan kunjungi jaraknya tidaklah terlalu jauh.


"Tuan Muda kita singgah sebentar di kios kecil itu " ucap Jonathan menunjuk kearah depan dan masih menyetir mobilnya dengan tangan yang satunya.


"Oke paman ...." balas Arthur sabil membulatkan jarinya membentuk hurup O


Jonathan kemudian memarkir mobilnya di pinggir jalan.


"Nyonya Naomi dan Diana kalian tunggu disini dulu! Saya dan Tuan Muda mau membeli cemilan dan minuman dingin dulu" ucap Jonathan sambil melihat ke arah belakang.


"Tapi jangan lama keburu siang " balas Naomi.


"Baik Nyonya! ....Mari Tuan Muda temani saya sebentar" ucap Jonathan mengajak Arthur ke kios kecil yang berada seberang jalan.


Setelah kepergian Jonathan dan Arthur kini tinggal Naomi dan Diana yang berada di dalam mobil itu.


"Diana sekarang umur kamu berapa Nak?ucap Naomi memecah kecanggungan diantara mereka berdua.


Diana yang tadinya memandang keluar jendela tiba tiba memalingkan wajahnya menatap kearah Naomi.


"Tahun ini umur saya sudah genap 19 tahun Nyonya! ucap Diana sedikit malu malu memandangi Naomi.


"Kau tidak perlu memanggilKu Nyonya seperti AyahMu! Kau boleh memanggilKu Nenek seperti panggilan Arthur padaKu" ujar Naomi sambil mengelus pundak Diana.

__ADS_1


"Mana bisa begitu Nyonya! saya memanggil Anda Nenek sedangkan umur Ayahku tidak jauh bedah dengan Anda! Bagaimana kalau Diana memanggil Anda Ibu itupun kalau Anda tidak keberatan?" ucap Diana menatap kearah Naomi dengan mata berkaca kaca.


Naomi menangkap kesedihan dari mata Diana dan segera memberi pelukan hangat kepadanya.


"Iya Kau boleh memanggilku Ibu..." ucap Naomi sambil mengusap usap punggung Diana.


"Trimah kasih banyak Nyonya ...Eee Maaf Ibu" ucap Diana sambil memeluk erat tubuh Naomi


Air mata Diana sudah tidak bisa terbendung lagi, pelukan seorang Ibu yang sedari dulu tak perna Ia rasakan kini Ia dapatkan dari seorang Naomi, perempuan parubaya yang relah di panggil Ibu olehnya.


"Sudah jangan menangis lagi " ucap Naomi melepas pelukanya sambil menghapus air mata yang menetes di Pipi Diana.


"Ibu benar benar orang baik, pantas Ayah selalu mengagumi Ibu! Ayah selalu bercerita kalau Ia sudah menemukan wanita baik dan penyayang seperti almarhum Ibuku"ucap Diana menggengam tangan Naomi.


Wajah Naomi memerah mendengar ucapan Diana bisa bisanya Jonathan menceritakan kalau Ia mengagumi dirinya di depan Anaknya sendiri.


"Kau Ini ...AyahMu cuman bercanda Kau malah lebih lebihkan" ucap Naomi sambil memukul lembut pundak milik Diana.


Diana cengegesan melihat tingkah malu malu Naomi setelah Ia menceritakan kalau selama ini Ayahnya sangat megaguminya.


Tidak lama kemudian kedua pria tampan beda usia itu sudah datang menghampiri mereka berdua.


"Tidak apa apa Jo santai saja" balas Naomi tapi tidak berani menatap kearah Jonathan.


Dianya hanya senyum senyum sendiri Ia tau kalau Naomi malu bertatap muka dengan Ayahnya gara gara ceritanya yang tadi.


"Dian Kau kenapa si cengar cengir cengar cengir begitu" tegur Jonathan yang sedari tadi melihat Diana tersenyum senyum sendiri.


"Mana ada....Ayah" balas Diana sambil melempar pandanganya ke luar jendela.


Kembali Jonathan menjalankan mobilnya menuju tempat tujuan semula yaitu pantai.


Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah berbelok memasuki area pantai pasir putih yang indah nan menawan.


Pantai itu terlihat sepih walau hari ini hari libur, hanya dua tiga orang yang nampak sedang bermain air di pantai itu.


"Paman, Nenek kami mau kesana! Apa kalian mau ikut? ucap Arthur sambil menunjuk kearah pantai.

__ADS_1


"Kami disini sana menunggu kalian! kami berdua sudah tidak layak bermain air" ucap Naomi yang diangguki oleh Jonathan.


"Baiklah kami pergi dulu! paman Aku titip Nenek kesayanganku ini jangan coba coba untuk merayunya awas saja kalau sampai paman melakukanya" ucap Arthur sambil merangkul Naomi dari samping.


"Mana saya berani Tuan Muda" ucap Jonathan sedikit menundukkan kepala.


Dia dan Arthur tersenyum lalu meninggalkan mereka berdua.


"Hati hati ..." teriak Naomi selah jarak mereka cukup jauh.


Jonathan dan Naomi duduk di kursi panjang yang terbuat dari besi berlapiskan Almunium.


Mereka berdua menyandarkan tubuhnya di kursih tersebut sambil memandangi indahnya pantai pagi menjelang siang saat itu.


Lama mereka terdiam tiba tiba Jonathan bergeser dan mendekati Naomi.


"Nyonya....." ucap Jonathan memandang lekat kearah Naomi.


"Iya Jo ada apa......" balas Naomi sedikit gugup.


Jonathan menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan sangat halus.


"Nyonya sebenarnya dari dulu saya sudah menyukai Nyonya! Tapi Aku malu mengungkapkanya karna Aku tau derajat kita berbeda, Aku hanyalah bawahan sedangkan Anda adalah Ibu mertua dari majikan saya. Tapi hari ini saya memberanikan diri mengungkapkan isi hati saya walau Aku tau nantinya pasti dapat penolakan mentah mentah dari Anda, Coba tak mengapa gagal jadi pengalaman. Nyonya Maukah Anda menikah denganKu" ucap Jonathan begitu lembut dan sedikit terbata bata mengungkapkan isi hatinya kepada Naomi.



jonathan.


Naomi membelalak ingin sekali rasanya Ia lari ke pantai dan menyembunyikan wajahnya ke dasar laut yang paling dalam .


pengumuman: Anak terbuang dan Ceo dingin


up Loh ! kalau ada waktu


mampir ya author tunggu.


__ADS_1


***Naomi.


👉Tetap semangat beri like coment serta vote nya ya ..makasih***.


__ADS_2