
"Kau pasti bercanda bukan ...?" ucap Jonathan yang tiba tiba bangkit dari tempat duduknya dan memengangi kedua kerah baju milik Doctor Ryan.
Abraham yang melihat hal itu langsung melerai dan menarik tangan Jonathan dari kerah baju milik doctor Ryan.
"Jo lepaskan Dia! kita semua bersedih tapi tidak begini juga caranya" ucap Abraham menenangkan Jonathan dan menariknya menjauh dari Doctor Ryan .
"Maafkan saya Tuan! saya tidak bisa mengendalikan diri saya" ucap Jonathan yang tertunduk dan terpaku di tempatnya.
Abraham mengangguk pelan, dalam sejarah hidupnya baru kali ini Ia melihat Jonathan bergitu terpuruk sehingga Dia tidak bisa mengendalikan diri.
"Doctor Ryan ..tolong katakan apa maksud dari ucapan Anda tadi " ucap Maya setelah suasana mulai tenang.
"Begini Nyonya pihak rumah sakit meminta maaf karena persedian darah dirumah sakit ini habis jadi mohon kesedian pihak keluarga siapa tau diantara kalian ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien" ujar Doctor Ryan sedikit gugup menatap kearah Maya .
Mereka semua saling memandang setelah mendegar ucapan dari Doctor Ryan.
"Ryan Golongan darah apa yang kalian butuhkan! Siapa tau diantara Kami ada yang memiliki golongan yang sama dengan ibu"ucap Abraham sambil melangkah mendekati Doctor Ryan.
"Golongan darah B Tuan Abraham, siapa tau diantara kalian ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien! Kami mohon kesediannya untuk mendonorkan darahnya ke pada pasien karna pasien saat ini sangat membutuhkanya" ucap Ryan sambil memandang mereka satu satu
Kembali mereka saling menatap satu sama lain tapi tetap saja diantara mereka tidak ada yang memiliki golongan darah B seperti yang dikatakan Doctor Ryan.
__ADS_1
"Bagai mana kalau kalian cari pendonor lain! kami siap membayar berapapun asal ibu saya selamat Doctor" ucap Maya sedikit berkaca kaca menatap kearah Doctor Ryan.
"Bisa saja Nyonya tapi masalahnya ini sudah kepepet dan lagian kita tidak bisa langsung mengambil darah seseorang begitu saja sebelum kita tau seluk beluknya takut nantinya sang pendonor memiliki riwayat penyakit berbahaya" balas Doctor Ryan menegaskan kepada Maya.
Jonathan semakin frustasi Ia mengacak acak rambutnya sesekali Ia membenturkan kepalanya di dinding rumah sakit.
"Sayang maaf Aku! Disaat Kau membutuhkan sesuatu Aku tidak bisa menolongMu sama sekali! Pria macam Apa Aku ini"ucap Jonathan lirih dan sesekali memukul dinding.
Dari arah pintu terdengar langkah kaki mendekati mereka .
"Golongan darah saya B dan saya tidak memiliki riwayat penyakit sama sekali" ucap seorang wanita sambil berjalan mendekati mereka.
Mereka semua terperagah melihat siapa yang datang! seorang gadis mugil nan cantik sedang melangkah mendekati mereka.
Jonathan berlari mendekati anaknya dan memeluknya dengan erat .
"Nak benarkah Kau apa yang Kau katakan tadi ...?ucap Jonathan memastikan perkataan anaknya.
"Benar Ayah ....Ayah tidak usah kuatir lagi saya akan mendonorkan darah saya buat ibu! Diana tidak mau kehilangan sosok ibu yang kedua kalinya" ucap Diana mengelus punggung Ayahnya.
"Trimah kasih Nak ...Ayah sangat menyayangimu dan juga menyanyaginya" ucap Jonathan yang tidak mau menyebut nama Naomi karna masih canggung kepada Maya dan Abraham.
__ADS_1
"Kalau Adik sudah siap mari masuk pasien sudah sangat membutuhkan darah" ucap Doctor Ryan mengajak Diana masuk kedalam Ruangan.
Diana mengangguk pelan dan melangkah mengikuti Doctor Ryan, sebelum benar benar hilang di balik pintu Diana tersenyum manis ke arah Jonahtan dan membulatkan jarinya membentuk huruf O.
Ada rasa bahagia dalam hati Jonathan melihat Diana menerima Naomi begitu tulus.
Mereka semua menunggu dengan rasa gelisah, Abraham yang sedari tadi duduk disamping Maya terus memberinya semangat dan sesekali menyandarkan kepala istrinya kedada bidangnya.
Sementara Arthur yang sedari tadi terdiam hanya menyandarkan tubuhnya di dinding rumah sakit, sesekali terlihat gerakan gerakan kecil yang di timbulkan dari arah bibirnya.
Lain halnya dengan Jonathan Ia sedari tadi hanya mondar mandir di depat pintu ruangan, dari arah bibirnya tampak Ia membaca sesuatu sesekali menyatuhkan tanganya di depan dadanya.
"Ya Tuhanku sekiranya selamatkanlah kedua wanita yang aku sayangi yang ada didalam ruangan ini" ucapnya dalam hati tanpa menghentikan langkahnya.
Tidak lama kemudian pintu ruangan kembali terbuka nampak Doctor Ryan keluar dengan senyum kegembiraan .
Mereka semua beranjak dari tempatnya masing masing dan mendekat kearah Doctor Ryan.
"Semuanya berjalan dengan lancar" ucap Doctor Ryan sambil memberi senyuman termanisnya.
"Alhamdulillah......" ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
Wajah mereka berseri seri seperinya beban yang meraka tanggung tadinya terlepas begitu saja setelah mendengar ucapandari Doctor Ryan.
đŸ‘‰Author hari ini lancar banget kan ngetiknya hii nah sekarang giliran kawan kawan memainkan jari jarinya like, coment,vote dan favorite masih di tunggu ....gratis kok ..makasih..