DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
162. MISI PENCULIKAN.


__ADS_3

Sementara itu di AMANDA tivi. Arthur yang baru saja tiba di perusahaannya menggunakan mobil dan mengendarai sendiri kendaraanya tidak seperti sebelum sebelumnya ada Leon yang setia sebagai supirnya.


Anak muda itu melangkah dengan sangat santai. Walau tak secuek Abraham dan Ryo tapi karismanya sebagai CEO sudah mulai nampak.


Setiap karyawan yang menyapanya di sambut dengan senyum. Mungkin pelajaran inilah yang di dapat dari Ibunya untuk tetap sopan walau sedang diatas angin.


Didepan Pintu nampak Diana sedang berdiri di sana menungguiNya, Gadis muda itu tidak perna telat tiba di kantor.


Memang Ayahnya Jonathan telah menanamkan rasa disiplin tinggi pada gadis belia itu. prinsip hidupnya lebih baik menunggu dari pada ditunggu.


Disini kita bisa ambil hikma dan pembelajaran di antara kedua anak muda itu. peran orang tualah yang membentuk setiap karakter seorang anak. Maka sebagai orang tua mendidik anak itu mulai dari bayi agar ingatan mereka terbawa sampai dewasa. Bukannya mendidik di waktu dewasa di saat anak itu sudah bisa melawan.


"Pagi Tuan Muda " ucap Diana dengan menundukkan kepala kepada Arthur.

__ADS_1


"Pagi Diana! Cepat juga kau datangnya" ucap Arthur sambil berhenti di depan Diana.


"Sudah menàjadi kewajiban Tuan! bawahan harus menunggui majikanya bukanya sebaliknya" ucap Diana dengan tegas.


"Ah Kau ini! Aku jadi sedih mendegarnya, Ayo masuk" ucap Arthur melangkah memasuki gedung pencakar langit tersebut.


Dengan berlari kecil Diana mengikutinya dari belakang.


Tanpa mereka berdua sadari beberapa pasang mata mengawasi mereka berdua dari kejahuan.


"Tetap awasi! Setelah Dia lengah tangkap dan bawa Dia kemarkas! bila Ia melawan bunuh saja " ucap Sang penelpon kepada bawahannya.


"Tapi bagaimana dengan Abraham, Ryo, Jonathan dan Leon Tuan" ucap pria berkumis tadi yang gentar dengan ke empat orang tersebut.

__ADS_1


"Kau tidak usah kuatir! Mereka sekarang dalam komplik kecuali Leon, pria berbahaya itu masih bersama dengan keluarga wanita sial itu. Jadi sebelum beraksi pantau Dia terlebih dulu kau paham! Dan misi kita kali ini tidak boleh sampai gagal karna inilah saat yang tepat ketika ketiga orang itu tidak bersama dengan Anak sial itu" Balas sang penelpon dari ujung telpone.


"Baik Tuan! Tapi bagai mana dengan pembayaranya! Tuan tau sendirikan bukan, misi ini melibatkan kedua orang yang sangat di takuti di kota ini. jadi, kami mempertaruhkan nyawa dan harga diru kami! Tuan paham kan maksud Saya" balas preman tersebut.


"Kurang Ajar! Kau kira Aku ini miskin! Asal kau Tau hasil penggelapan uang sejak Aku bekerja di perusahaan AMANDA grup sangatlah banyak. Hampir 15 persen bila di sahamkan di perusahaan besar itu. jadi, Kau tau sendiri bukan! berapa besar uang yang ku punya saat ini" balas Sang penelpon dengan geram kepada preman itu.


"Baiklah Tuan! Kalau memang Anda sanggup membayar Aku dan anak buahKu maka kami akan melakukanya sesuai keinginan Tuan " ucap Pria tersebut.


"Kalau begitu laksanakan! jangan sampai gagal, Kalau tidak Kau dan anak buahMu akan menjadi sasaranKu paham! ucap sang penelpon dan mematikan panggilannya.


"Bagai mana bos! Apa si tua bangka itu menerimah persyaratan yang bos ajukan? Ucap seorang anak buah kepada bosnya.


"Dia menerimah syarat yang kita berikan ! Jadi kalian harus bekerja lebih cepat lagi karna, ini kesempatan kita yang terbaik selama Abraham, Ryo dan Jonathan tidak bersama dengan si target" ucap Bos berkumis itu kepada bawahanya.

__ADS_1


Dengan mengangguk pelan si anak buah mulai tersenyum lepas dan kembali memantau kearah bangunan AMANDA tivi.


👉tetap beli like, coment, vote dan rate bintang lima ya Makasih banyak.


__ADS_2